Jumat, 06 Desember 2019
Indonesia | English

Bazar Vegetarian Pertama Tzu Chi di Tanjung Pinang

05 November 2019 Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi (Tzu Chi Batam)


Relawan Tzu Chi Tanjung Pinang dengan sukacita menyambut setiap pengunjung bazar yang datang.

Vegetarian bagi masyarakat etnis Tionghoa di Provinsi Kepulauaan Riau bukan lagi merupakan hal baru ataupun asing. Sebaliknya, banyak di antara mereka yang sudah rutin bervegetaris. Umumnya mereka bervegetaris setiap bulan 2 kali (hari pertama dan ke-15 penanggalan kalender Imlek) sebagai wujud ibadah atau kewajiban keagamaan. Namun relawan Tzu Chi sadar, jika ingin warga mengadopsi pola makan vegetarian dalam kehidupan sehari-hari, relawan perlu terus-menerus mensosialisasikan vegetarian sebagai pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu, relawan Tzu Chi Tanjung Pinang sering mengadakan kegiatan untuk mempromosikan pola makan vegetarian.

Berbeda dangan kegiatan makan vegetarian gratis yang sering Tzu Chi Tanjung Pinang adakan, pada hari Minggu, tanggal 20 Oktober 2019, relawan memutuskan untuk mengadakan Bazar Vegetarian Tzu Chi di K2 King Kopitiam. Selain bisa menunjukan keberagaman kuliner vegetarian, relawan Tzu Chi juga dapat mengajak warga untuk bersama-sama menabur dalam pembangunan gedung Kantor Penghubung Tzu Chi di Kota Tanjung Pinang.

“Kantor Penghubung Tzu Chi di Tanjung Pinang (saat ini) masih kontrak. Kebetulan ada donatur yang sumbang tanah dan ruko. Jadi tujuan galang dana adalah untuk renovasi kantor,” terang Dewiningsih, relawan Tzu Chi Tanjung Pinang, “kita mulai dari galang dana kecil-kecilan sekaligus sosialisasi supaya orang lebih kenal Tzu Chi.”


Tzu Chi Tanjung Pinang untuk pertama kalinya mengadakan Bazar Vegetarian pada Minggu, 20 Oktober 2019.


Dessy Law (wanita berkacamata) merasa lega bisa memanfaatkan waktu liburnya yang bersumbangsih di bazar Tzu Chi.

Saat waktu menunjukan pukul 7 pagi, relawan yang kebanyakan terdiri dari ibu rumah tangga dan muda-mudi ini sudah tiba di lokasi bazar. Setelah mendaftar dan menerima celemek ataupun rompi relawan, mereka pun segera diarahkan ke salah satu dari 35 stan bazar. Di masing-masing stan, penanggung jawab stan akan membagi tugas dan memberikan pengarahan singkat tentang budaya humanis Tzu Chi, khususnya dalam menyapa dan melayani pengunjung bazar.

“Pertama-tama Dessy tidak tahu ada kegiatan yang semeriah ini. Saya diberitahu saudara yang memang relawan Tzu Chi kalau ada kegiatan yang memerlukan relawan. Hari Minggu Dessy juga tidak ada kegiatan apa-apa jadi ingin gunakan waktu di sini saja,” kata Dessy Law (20), relawan bazar yang sehari-hari berprofesi sebagai translator.

Ini merupakan pertama kalinya Dessy berperan sebagai seorang penjual, sehingga ia sangat menikmati  pengalaman baru ini. Walau hampir tidak ada waktu untuk istirahat maupun membalas percakapan di media sosial, namun ia lega telah mengisi waktu liburnya dengan hal yang bermakna. Kebahagiannya terpancar dari senyuman dan antusiasnya saat menawarkan minuman kepada setiap pengunjung yang datang. Dari bazar ini, hal yang paling ia kagumi adalah kentalnya semangat gotong-royong antar relawan (baru maupun lama) walau sebelumnya mereka tidak saling mengenal.


Para relawan Tanjung Pinang saling bekerja sama mensukseskan Bazar Vegetarian ini.


Candy, koordinator Jing Si Bookstore Batam, mempromosikan berbagai produk Jing Si ke warga Tanjung Pinang.

Selain mensosialisasikan pola makan vegetarian, relawan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalan produk Jing Si Bookstore dan Daai Tech. Kebanyaknya warga Tanjung Pinang masih asing terhadap produk-produk yang ditawarkan sehingga relawan menyediakan food testing bagi para pengunjung.

“Hari ini kita mempromosikan xiang ji fan (nasi instan) dengan cara memasak bubur. Kita kasih testing bubur dari xiang ji fan yang kami tambahkan sedikit merica dan daun sup. Rasanya enak sehingga banyak yang senang,” tutur Candy, relawan komite dan koordinator Jing Si Bookstore Kota Batam.

Melihat ramainya warga yang hadir untuk mendukung bazar amal yang diadakan Tzu Chi, hati relawan terus-menerus dipenuhi dengan rasa haru. Walau cuaca tidak menentu, kadang mendung kadang hujan, dan suhu ruangan lokasi bazar cukup hangat, namun semangat bersumbangsih masyarakat Tanjung Pinang tidak surut. Semoga cinta kasih dari masyarakat ini dapat menjadi suntikan semangat bagi relawan untuk segera merealisasikan rumah insan Tzu Chi di Tanjung Pinang.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 378 kali


Berita Terkait


Belanja Sambil Beramal dan Melestarikan Lingkungan

30 Juli 2019

Menghimpun Berkah dan Menggalang Hati

06 September 2016

Bazar Vegetarian: Bersumbangsih dengan Sukacita

23 Juni 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat