Kamis, 04 Maret 2021
Indonesia | English

Berbagi Kebahagiaan Lewat Angpau Imlek

08 Februari 2021 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A., Videografer: Chandra S.

Dalam rangka Imlek, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 membagikan angpau untuk para anak dari penerima bantuan Tzu Chi. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 7 Februari 2021 di Kantor Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1 ini bersamaan juga dengan pembagian bantuan bulanan untuk 74 Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi).

Pembagian angpau dan bantuan bulanan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait Covid-19. Para Gan En Hu yang datang harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Pembagian angpau ini juga merupakan inisiatif para relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 yang mengumpulkan dana untuk berbagi sukacita menjelang Imlek.


Sebanyak 74 Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) di Komunitas Relawan Tzu Chi He Qi Barat 1 berbaris dan menjaga jarak saat menerima bantuan bulanan dari Tzu Chi.

“Diberikannya angpau ini supaya dapat dimanfaatkan anak-anak dengan baik dalam rangka Imlek atau bisa ditabung untuk keperluan sekolah,” ungkap Carolina, Fungsionaris Misi Amal Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1.   

Para Gan En Hu dengan tertib mengikuti arahan dari para relawan. Selain membagikan bantuan bulanan, para penerima bantuan juga diperbolehkan memilih pakaian bekas layak pakai yang dikumpulkan oleh relawan.

Kisah Tentang Viona


Relawan Tzu Chi sangat memperhatikan protokol kesehatan terkait Covid-19. Para Gan En Hu yang datang harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Salah satu penerima bantuan yang bersukacita mendapatkan angpau serta bantuan bulanan dalam kegiatan ini adalah Viona (16) yang datang bersama ibunya Chai Fung (46).

Sejak tahun 2010, Viona sudah menjadi penerima bantuan Tzu Chi Singkawang, Kalimantan Barat. Semenjak lahir pada tahun 2003, Viona memiliki kelainan jantung bawaan lahir yang mengharuskan adanya tindakan operasi.

“Tahunya dari bayi, diare di usia 3 bulan. Selama 2 bulan diare, tetapi badannya tidak kurus. Lalu ke dokter spesialis penyakit dalam, dicek, katanya ‘anak kamu ini jantung’.  Saya masih enggak percaya, ‘enggak, dok. Nggak mungkin anak saya jantung’ kata saya begitu,” cerita Chai Fung. Karena tidak percaya, Viona diperiksa oleh dokter lainnya dan hasilnya tetap sama, ada kelainan jantung.

Kelainan jantung yang diderita Viona mengharuskan adanya tindakan medis berupa operasi. “Saya sedih banget. Menangis setiap hari. Mikir biaya nggak ada,” kenang Chai Fung.

Karena terkendala biaya, pihak keluarga hanya bisa pasrah. Kemudian pada tahun 2010 baru mengajukan bantuan ke Tzu Chi Singkawang. “Usia 7 tahun sudah bisa dibantu sama yayasan (Tzu Chi),” tambahnya.

Setelah bantuan disetujui, Viona kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan operasi jantung di RS Harapan Kita, Jakarta. Selama di Jakarta, Viona dan keluarga tinggal di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Tzu Chi memberikan bantuan biaya hidup serta tempat tinggal selama masa pengobatan, sedangkan biaya lainnya ditanggung oleh BPJS.

“Kami saat itu tinggal di rusun dan mendapat bantuan biaya hidup. Karena obat sudah dari BPJS,” kata Chai Fung.


Viona yang datang bersama ibunya Chai Fung (duduk) menerima angpau Imlek dari Carolina, Fungsionaris Misi Amal Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1.   

Selama masa pengobatan, Viona didampingi relawan Tzu Chi. “Relawan ramah dan baik saat mendampingi kami,” kata Chai Fung.

Viona sendiri sudah dua kali operasi jantung, yang pertama pada tahun 2010 dan yang kedua pada tahun 2013. “Sebelum operasi jalan 1 meter sudah capek banget dia. Semenjak kedua kali (operasi) ini puji Tuhan udah sehat,” jelas Chai Fung.

Saat ini Viona dan keluarga sudah tidak tinggal lagi di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Sejak tahun 2013, mereka (Chai Fung, kakak perempuan, Viona, dan adik laki-laki) mengontrak rumah di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dan tidak lagi menjadi penerima bantuan Tzu Chi. Saat itu Viona dan keluarga sudah dapat membiayai kehidupan sendiri.

Kembali Mengajukan Bantuan
Pada masa pandemi, banyak masyarakat yang terkena imbas dalam hal ekonomi akibat penyebaran Covid-19. Hal ini juga berdampak pada kehidupan Viona dan keluarga. Chai Fung pun akhirnya mengajukan kembali bantuan ke Tzu Chi pada tahun 2020 untuk menebus biaya obat yang terus dikonsumsi oleh Viona. Pengajuan pun disetujui.

Saat datang untuk menerima bantuan di Kantor Relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Barat 1, Viona tampak malu-malu. Sesekali ia melontarkan senyum kepada relawan yang menyapanya. Karena tidak bisa terlalu capek, ia hanya menemani ibunya yang mengantre bersama para penerima bantuan lainnya sambil duduk.


Dalam keseharian, Viona membantu ibunya melakukan pekerjaan rumah yang ringan di rumah kontrakan di wilayah Kelurahan kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Di usianya saat ini, Viona sudah tidak bersekolah karena keterbatasan biaya. “Saat itu saya sekolahin paket. Sempat ujian 1 kali tapi saya tidak punya biaya, jadi berhenti,” kata Chai Fung.

Viona yang malu-malu hanya sedikit berbicara saat ditanya tentang pendampingan relawan.

“Relawan baik,” kata Viona sambil menunduk malu. Terkait sekolah, Viona masih ingin bersekolah seperti anak-anak di usianya.  “Iya, masih mau sekolah,” ujarnya saat ditanya relawan Tzu Chi. Saat menerima bantuan, relawan juga mengajurkan untuk mendaftar lagi sekolah paket.

Setiap hari Viona hanya di rumah saja. Segala pekerjaan rumah yang sanggup dikerjakan, ia lakukan untuk membantu ibunya.

“Di rumah bantu mama. cuci piring dan cuci baju,” kata Viona.

Walaupun sudah sering dilarang karena kondisinya, tetapi Viona tetap bersemangat untuk membantu ibunya.

Mendapatkan angpau menjelang Imlek dari relawan Tzu Chi, raut wajah Viona terlihat begitu bersukacita dari balik masker. Selain menerima bantuan biaya untuk obat yang rutin dikonsumsi, relawan juga menitipkan angpau untuk kakak perempuan dan adik laki-laki Viona.

“Terima kasih banyak, selama ini sudah tolongin Viona,” ungkapnya di sela-sela pembagian angpau.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 280 kali


Berita Terkait


Bersyukur dan Berbagi di Tahun Baru Imlek

19 Februari 2021

Bingkisan Imlek untuk Warga Kampung Simpak, Bogor

20 Januari 2020

Berbagi Cinta Kasih dan Kebahagiaan Imlek

11 Februari 2019

Menjalin Kekeluargaan dengan Warga Kampung Teko

15 Februari 2018

Kaki Melangkah Seirama dengan Hati

31 Januari 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah untuk hari esok.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat