Minggu, 25 Agustus 2019
Indonesia | English

Berbakti di Bulan Waisak

11 Juni 2019 Jurnalis : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Clarence Chenvona,Cathy Chang,Kristopher, Kenji Marwies (Tzu Shao Medan)


Anak-anak Tzu shao mempersembahkan lilin, air, dan bunga.

Di bulan Mei pekan kedua, Tzu Chi selalu memperingati tiga hari penting yaitu Hari Waisak, Hari Tzu Chi Sedunia, dan Hari Ibu Internasional. Kali ini Tzu Shao Medan juga merayakan Waisak di panti jompo serta menghibur Opa-Oma yang ada di panti jompo, Minggu, 26 Mei 2019.

Disambut pagi yang cerah anak-anak Tzu Shao sudah terlihat berkumpul di depan toko buku dan kafe Jing Si yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Grand Jati Junction Medan. Bus yang akan membawa anak-anak Tzu Shao ke panti jompo telah tiba pada pukul 07.00 pagi. Sejam kemudian, bus sudah mulai dipenuhi dengan anak-anak Tzu Shao kemudian mereka pun berangkat ke Panti Jompo Taman Bodhi Asri.

Sesampainya di Panti Jompo, semua Da Ai mama dan anak-anak Tzu Shao mempersiapkan barang-barang yang akan digunakan untuk merayakan Hari raya Waisak. Ada pula anak-anak Tzu Shao yang pergi menjemput opa-oma yang di panti menuju ke aula yang disediakan di panti jompo tersebut, untuk merayakan Hari Raya Waisak.


Anak Tzu Shao mengajak Opa-Oma untuk mengikuti prosesi Waisak.


Kenzie memberikan makan siang kepada Opa dengan perasaan yang tulus.

Beberapa Tzu Shao dengan sigap membantu opa-oma untuk duduk di tempat duduk yang sudah tersedia. Acara dimulai dengan persembahan pelita, air, dan bunga yang diikuti oleh 3 Pelita, 3 Air, dan 6 Bunga. Dan dilanjutkan dengan prosesi “Pembersihan Diri” melalui Yi Fo; yaitu prosesi pemandian Buddha Rupang yang bertujuan membersihkan hati, batin, dan jiwa.

“Kita berharap opa-oma yang di panti juga bisa ikut merayakan hari Waisak beserta dengan anak-anak. Saya berharap juga anak-anak dapat lebih menghargai dan mencintai orang tuanya serta menghargai berkah yang dia miliki dan yang terakhir semoga opa-oma di panti jompo bisa merasakan perhatian dari anak-anak supaya bisa mengetahui bahwa ada orang lain di luar sana yang masih mencintai mereka,” tutur Sufinah selaku Pembina di kelas Tzu Shao.

Acara pun dilanjutkan dengan merayakan ulang tahun bersama opa oma yang lahir di bulan April, Mei, dan Juni. Opa-oma terlihat sangat senang saat merayakan ulang tahun serta dengan semangat menyanyikan lagu ulang tahun, karena perayaan ulang tahun opa-oma kali ini ditemani oleh anak-anak Tzu Shao.


Sebagian Opa Oma tampak sudah menunggu di aula.


Michelle memberikan makan kepada Oma Sudjana.

“Saya sangat senang sekali dikunjungi sama anak-anak. Saya juga berharap kami sering dikunjungi oleh anak-anak yang berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi, serta saya mengharapkan Tzu Chi terus mendidik anak-anak muda sekarang untuk sopan santun terhadap yang lain dan berbakti kepada orang tua mereka masing-masing,” ucap Sudjana, oma yang sudah sembilan tahun berada di panti jompo tersebut.

Waktu pun sudah menunjukkan jam makan siang opa-oma. Anak-anak Tzu Shao lalu mengambil makanan yang sudah disediakan oleh Da Ai Mama untuk diberikan kepada opa-oma. Terasa suasana yang menyenangkan karena kali ini opa oma ditemani anak-anak Tzu Shao untuk makan siang.

Seperti sebuah Kata Perenungan Master Cheng Yen; “Orang tua adalah Buddha hidup dalam keluarga. Semua orang harus berbakti pada orang tua dengan sungguh-sungguh dan merawat mereka dengan penuh rasa hormat. Dengan demikian, baru memperoleh berkah". Hargailah dan genggamlah setiap momen bersama orang tua kita karena momen tersebut tidak bisa diulang dalam kehidupan yang akan datang.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 229 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Sikap jujur dan berterus terang tidak bisa dijadikan alasan untuk dapat berbicara dan berperilaku seenaknya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat