Bersumbangsih dan Hidup Hemat
Jurnalis : Sutanti (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Mie Li (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)|
|
| ||
Apabila setiap orang hidup dengan hemat dan bersumbangsih, maka akan tercipta keharmonisan dan tumbuhnya sifat – sifat Bodhisatwa dalam kesehariannya. Terdapat tiga macam dana yang harus kita kembangkan, yaitu:
Keterangan :
Dana merupakan bagian dari sepuluh paramita (kesempurnaan). Dana merupakan Paramita pertama karena paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Dengan menabung setiap hari di celengan bambu berarti kita telah berbuat satu kebajikan. Berbeda dengan langsung menabung satu bulan dengan jumlah yang sama. Karena kebajikan yang dilakukaan sekali dalam satu bulan tersebut belum bisa menumbuhkan sifat Bodhisatwa setiap harinya. Isi di dalam celengan bambu adalah doa dan ketulusan yang dipupuk setiap hari. Dana yang dimasukkan kecelengan bambu setiap hari akan memberikan berkah yang besar untuk bisa digunakan meringankan beban orang lain. Dengan berdana dapat melatih diri untuk mengurangi keserakahan, belajar melepas sebagian kecil yang dimiliki dan seberapa besar membagi kepada orang lain. Celengan bambu apabila diisi dengan ketulus dan kebajikan akan mampu merubah kehidupan menjadi indah dan damai bagi dunia. Semoga semua makhluk berbahagia terhindar dari penderitaan serta dunia aman dan sejahtera. | |||
Artikel Terkait
Menambah Barisan Blue Angels
19 Oktober 2010 Minggu, 17 Oktober 2010, bertempat Aula RSKB Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan pelantikan relawan abu putih menjadi relawan biru putih. Dengan dilantiknya para relawan biru putih ini berarti tanggung jawab mereka semakin besar dalam mengamalkan visi dan misi Tzu Chi.
"Rumah Baru" Kakek Keng Soen
11 September 2020Tjiong Keng Soen (70) namanya. Ia
hidup berpindah-pindah dari lapak satu ke lapak lainnya di Pasar Taniwan Kapuk
Raya, Jakarta Utara. Ada kalanya juga ia tidur di Poskamling warga. Prihatin
dengan kondisinya, relawan Tzu Chi mengajak Kakek Keng Soen tinggal di “rumah
besar” bersama para Lansia lainnya. ![]()








Sitemap