Jumat, 21 Februari 2020
Indonesia | English

Bertambahnya Barisan Relawan

23 Oktober 2019 Jurnalis : Meity Susanti (Tzu Chi Palembang)
Fotografer : Meity Susanti dan Manleksang (Tzu Chi Palembang)


Sebanyak 74 relawan Tzu Chi Palembang mengikuti Pelatihan Relawan bertema Sepaham, Sepakat, Sejalan.

Semangat Ajaran Jing Si ialah giat mempraktikkan jalan kebenaran dan  Mazhab Tzu Chi  ialah Jalan Bodhisatwa di dunia. Dengan adanya pedoman ini diharapkan semua relawan dapat menerapkan dalam tindakan nyata, serta menjadi panduan dalam berkegiatan.

Dalam satu bulan Palembang terkena dampak asap dari kebakaran lahan yang mengakibatkan udara menjadi tidak sehat. Walaupun masyarakat enggan keluar rumah, lain halnya dengan relawan Tzu Chi yang dilantik pada tanggal 13 Oktober 2019. Mereka datang ke Kantor Penghubung Tzu Chi Palembang di Kompleks Ilir Barat Permai, Kec. Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan untuk mengikuti pelantikan abu putih.

Dengan seragam lengkap dan rapi relawan mulai melakukan registrasi dengan tertib. Dalam pelantikan kita belajar menerapkan budaya humanis dalam berbaris rapi tanpa bersuara menuju Aula Lantai 4. Grup dibagi menjadi 7  kelompok yang terdiri dari 1 mentor dan 4 peserta pelantikan. Salah satu peserta ialah Hevi. “Sejak ikut Tzu Chi saya belajar untuk sabar dalam segala hal. Saya juga mulai paham budaya Tzu Chi, mulai dari cara makan, berjalan, dan duduk semua ada aturannya.”

Satu Tujuan
Pelatihan bertema Sepaham, Sepakat dan Sejalan diikuti oleh 24 relawan yang akan dilantik, serta 50 relawan Tzu Chi lainnya. Tujuan pelatihan ini agar para relawan bisa sepaham bahwa setiap manusia memiliki cinta kasih, sepakat bahwa walaupun kita mempunyai pandangan berbeda, tetapi dalam berkegiatan di Tzu Chi saling menghargai satu sama lain dan sejalan menjalankan Misi Tzu Chi demi masyarakat di dunia.


Walaupun masih relawan abu putih, Liliani bertekad meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan Tzu Chi. “Tzu Chi mengajarkan kita untuk berbuat baik tanpa membedakan-bedakan,” ungkapnya.


Relawan Tzu Chi Palembang juga merayakan HUT ke-6 keberadaaan Kantor Tzu Chi Palembang yang diresmikan sejak 10 Oktober 2013.

Dalam pelatihan relawan membawa alat makan sendiri untuk menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan. Subianto, relawan Tzu Chi Palembang menerangkan jika membawa alat makan adalah salah satu bagian dari pelestarian lingkungan. Di sesi budaya humanis diberikan beberapa contoh berpakaian yang rapi dan cara makan yang baik. Dari sesi ini, diharapkan relawan paham bahwa Tzu Chi juga mementingkan nilai-nilai kesopanan dan keindahan.

Acara pelantikan dikemas dengan sederhana, santai, tenang dan kekeluargaan agar relawan merasakan bahwa semua yang ada di sini adalah keluarga besar. Seperti yang diungkapkan Liliani, “Walaupun baru (relawan) abu putih, saya berpandangan harus ada tanggung jawab untuk meluangkan waktu dalam berpartisipasi dalam kegiatan Tzu Chi, karena Tzu Chi mengajarkan kita untuk berbuat baik tanpa membedakan-bedakan.”

Setelah itu, satu persatu relawan maju ke depan untuk dilantik oleh Herman The, Ketua Tzu Chi Palembang dan Yuliana. Bagi Yuliana ini merupakan sebuah berkah dapat melantik relawan baru,  apalagi suaminya Hadi Yohannes bisa ikut serta dalam barisan Tzu Chi.


Dari 74 relawan yang hadir, 24 orang merupakan relawan Tzu Chi (Abu Putih) yang baru dilantik.

Selain acara pelantikan, relawan Tzu Chi Palembang juga merayakan hari jadi ke-6 berdirinya Yayasan Buddha Tzu Chi Palembang yang diresmikan pada tanggal 10 Oktober 2013. Acara berlangsung sederhana, namun amat berkesan. “Tak terasa Tzu Chi sudah menginjak tahun ke-6, setelah melihat pemutaran video 6 tahun lalu, saya berpikir untuk kembali mengajak relawan lama untuk hadir di sini. Tzu Chi membuat saya happy karena mengajarkan kita untuk sabar,” kata Indra Muliawan, relawan Tzu Chi Palembang.

Septepani, relawan yang menjadi koordinator kegiatan mengungkapkan, “Kita mesti mewariskan ajaran yang benar dan baik sesuai yang diajarkan Master Cheng Yen. Apalagi kita sebagai fungsionaris mesti mewariskan ajaran yang baik dan benar agar dapat membimbing para relawan baru.”

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 482 kali


Berita Terkait


Dulu Dibantu, Kini Saatnya Membantu

11 Juli 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat