Internasional : Pemb. Akhir Tahun di Sri Lanka

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Hsu Tsui-chin (Relawan Tzu Chi)
 
 

fotoDi Hambantota, ini kedua kalinya Tzu Chi merayakan Pemberkahan Akhir Tahun sejak penduduk pindah ke Desa Cinta Kasih pada April 2006. Dalam perayaan ini Ketua Tzu Chi Singapura mewakili Master Cheng Yen memberikan angpao kebijaksanaan dan berkah kepada tamu.

Di Sri Lanka, ratusan orang mengikuti Pemberkahan Akhir Tahun yang berlangsung pada tanggal 5 dan 6 Januari 2011. Pemberkahan untuk pertama kalinya dilakukan di Ibukota Sri Lanka, Kolombo, dan yang kedua di Hambantota, di mana Yayasan Buddha Tzu Chi membangun Desa Cinta Kasih untuk korban Tsunami Asia Tenggara tahun 2004. Para korban tsunami ini pindah ke rumah baru mereka pada tahun 2006.

 

Selama enam tahun sejak tsunami menimpa Sri Lanka, bantuan Tzu Chi ke negara itu tidak pernah berhenti, menciptakan lingkaran kebajikan di Kolombo. Sekarang telah ada sembilan relawan Tzu Chi dan 20 calon relawan. Mereka secara teratur mengunjungi 13 keluarga untuk memberikan perawatan, serta memberikan rumah bagi penyandang cacat. Pada upacara pemberkahan akhir tahun di ibukota, orang-orang berjejal di luar jendela, karena 100 kursi yang ada di dalam ruangan telah terisi penuh. Pemimpin upacara untuk acara itu adalah Kumara, seorang relawan lokal yang pertama kali mendengar tentang Tzu Chi dari seorang temannya dua bulan lalu. Kumara langsung tertarik dengan kegiatan amal, meskipun ia harus mengemudi selama empat jam untuk mengambil bagian dalam kunjungan kasih. Sekarang ia memutuskan untuk memindahkan rumah dan pabriknya ke Kolombo, sehingga ia bisa mencurahkan lebih banyak waktu sebagai relawan Tzu Chi. "Ini adalah apa yang saya cari," katanya, "Saya pikir saya sangat senang. Saya tidak menyangka bahwa ada begitu banyak orang yang kurang beruntung yang tinggal di negeri ini. Tapi, ketika saya datang ke tempat ini, saya melihat begitu banyak orang yang hidup dalam kondisi ini. Ini adalah pelajaran yang baik untuk hidup saya. "

  • (Foto Kanan) Upacara pertama yang diadakan di Kolombo. Peserta berdoa dengan tulus untuk tahun baru yang cerah dan penuh damai. (Foto kiri) Kumara (kanan) pertama kali mendengar tentang Tzu Chi dari temannya, Arosha (kiri), dua bulan yang lalu.

Hadir pula dalam upacara tersebut anak-anak dari 13 keluarga penerima bantuan yang menerima bantuan keuangan untuk sekolah mereka. Mereka melangkah maju untuk memberi hormat mengucapkan terima kasih. Di Kolombo, semakin banyak penduduk lokal yang  bergabung dengan Tzu Chi bekerja untuk kemajuan negara mereka, rakyat dan juga dunia.

Di Hambantota, wilayah bagian selatan negara itu, acara Pemberkahan Akhir Tahun kedua diadakan di sana. Lebih dari 700 orang yang hadir. Di sana adalah tempat yayasan membangun komunitas perumahan untuk mereka yang selamat dari tsunami. Di antara 700 orang itu terdapat Liwton yang kehilangan istri dan anak-anaknya dalam bencana. Sejak tahun 2005, ia telah mengunjungi kantor Tzu Chi setiap bulan untuk mengantarkan sumbangan. "Saya sangat berterima kasih atas bantuan yang Anda berikan kepada orang-orang di sini," katanya, "jika kita semua dapat memberikan kontribusi meski hanya sedikit dan bekerja sama, ini dapat menjadi kekuatan yang besar."(Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Rosalyn Lora)

  
 
 

Artikel Terkait

Suara Kasih: Kembali pada Sifat Hakiki

Suara Kasih: Kembali pada Sifat Hakiki

16 Juli 2012
Tanpa praktik nyata, benih Dharma akan selalu tersimpan. Benih itu hanya akan tersimpan di dalam hati. Tanpa praktik nyata, bagaimana kita bisa membimbing orang lain? Orang yang telah berjalan di Jalan Bodhisatwa harus membimbing orang yang belum menapaki Jalan Bodhisatwa.
Ingin Sembuh dan Menyayangi Mama

Ingin Sembuh dan Menyayangi Mama

27 Agustus 2012
“Mama adalah semangat hidup saya. Bila saya sembuh nanti, saya mau membantu meringankan penderitaan mama, selalu menyayangi dan membahagiakan mama tercinta. Juga dapat bersumbangsih untuk membantu orang lain, dan menjadi insan relawan Tzu Chi. Itulah harapan terbesar Yanto,” ujarnya saat Ia akan menjalani proses penyinaran di RSCM.
Setetes Darah Cinta Kasih

Setetes Darah Cinta Kasih

01 Maret 2016
Minggu, 21 Februari 2016, Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan donor darah di Binjai Super Mal, Kota Binjai yang bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan.Banyak calon donor yang antusias dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai kalangan masyarakat dan daerah yang datang karena adanya informasi (spanduk) yang terpasang di beberapa tempat dan info dari DAAI TV.
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -