Internasional: Perumahan Tzu Chi Pintung, Taiwan

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 
 

fotoUpacara peresmian penyelesaian Changzhi Baihe. Dalam Bahasa Mandarin, “Baihe” yaitu bunga Lily, simbol dua dari tujuh suku yang diwakili, Paiwan dan Rukai. Setiap kelopak merupakan salah satu dari enam desa.

Yayasan Buddha Tzu Chi telah menyelesaikan tahap terakhir pembangunan empat proyek perumahan bagi para korban yang kehilangan rumah mereka dalam bencana badai Topan Morakot, Taiwan setahun yang lalu. Secara keseluruhan terdapat 154 keluarga yang pindah ke pemukiman Baihe Changzhi pada tanggal 6 Agustus 2010 di Provinsi Pingtung, ujung selatan Pulau Taiwan. 

Hari tersebut adalah hari yang penuh sukacita dan syukur bagi semua keluarga. Mereka terdiri dari tujuh masyarakat adat di pegunungan dan kota Wutai dan Sandimen. Selama 12 bulan terakhir ini mereka tinggal di tempat penampungan sementara, yaitu sejak badai topan Morakot menghancurkan rumah mereka pada tanggal 8 Agustus tahun lalu. Sesepuh dari Suku Rukai melakukan upacara pemberkahan untuk menandakan selesainya proyek. Pekerjaan yang dimulai pada bulan April ini terselesaikan dalam waktu tiga bulan. Perumahan ini dibangun dengan dana yang terkumpul dari para relawan Tzu Chi di seluruh serta diwujudkan dengan kerja keras para seniman bangunan. Para warga tidak perlu lagi merasa khawatir terhadap bencana alam, sebab semua rumah di perumahan ini dibangun untuk menahan gempa bumi, topan, dan badai hujan yang secara berkala dapat menghantam Taiwan.

Para warga menerima kunci rumah baru mereka pada tanggal 4 Agustus, dua hari sebelum upacara peresmian. Mereka menari dengan sukacita untuk menunjukkan perasaan mereka. Tujuh suku warga yang berbeda ini merupakan keturunan penduduk asli Taiwan yang tinggal sebelum kedatangan orang Han dari daratan Tiongkok pada abad ke-16. Mereka memilih “Baihe” sebagai nama komunitas baru mereka. “Baihe” berarti “bunga lili”, simbol dua dari tujuh suku yang diwakili, yaitu Suku Paiwan dan Rukai. Di Tiongkok, bunga lili mewakili persatuan dan kemakmuran. Jadi, bagi para penduduk, bunga lili adalah simbol dari warisan mereka bersama dan harapan untuk masa depan yang harmonis bersama-sama. Ketika seseorang pindah, satu bunga lili liar dicangkokkan dari pegunungan ke halaman depan rumahnya. 

Presiden Taiwan, Ma Ying Jiu secara pribadi menghadiri momen bersejarah ini dan menyampaikan berkatnya. "Saya memiliki pesan pribadi pada Yayasan Buddha Tzu Chi," katanya, "Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas upayanya menyebarkan cinta universal ke seluruh dunia, di mana semua orang dapat berkontribusi, dan membantu menciptakan masyarakat yang penuh kasih. Saya berharap setiap orang di sini akan menikmati tempat tinggal baru mereka dan mengubahnya menjadi rumah yang sesungguhnya."

Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Lin Bi Yu berkata, "Selama ini,Yayasan Buddha Tzu Chi telah benar-benar membudidayakan cinta kasih di tengah-tengah banyak perbedaan dan mempraktikkan kebajikan yang disesuaikan dengan budaya yang berbeda. Kami, para relawan Tzu Chi tidak pernah meminta apapun sebagai imbalan.. Kami hanya ingin bumi terbebas dari bencana dan semua makhluk hidup di dunia hidup dalam damai dan keharmonisan. Kami juga berharap bahwa tidak ada lagi korban bencana dan semua orang dapat hidup bahagia selamanya."

Pada hari Selasa tanggal 3 Agustus, Tzu Chi menyelesaikan Perumahan Cinta Kasih Yujing di Propinsi Tainan di sebelah tenggara Taiwan. Perumahan ini membangun rumah bagi 26 keluarga. Perumahan Cinta Kasih Yujing merupakan perumahan ketiga dan Changzhi adalah perumahan keempat yang dibangun oleh Tzu Chi bagi para korban badai topan Morakot. Keduanya melengkapi dua perumahan sebelumnya di Shanlin dan Gaoshu yang telah diselesaikan pada awal tahun 2010. Di empat perumahan tersebut, sejumlah 1.000 keluarga telah menerima rumah baru tanpa dipungut biaya. Dana untuk pembangunan perumahan tersebut berasal dari para donatur Tzu Chi di 52 negara di seluruh dunia. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Riani Purnamasari/He Qi Utara)

  
 
 

Artikel Terkait

Suara Kasih : Perhatian Usai Bencana

Suara Kasih : Perhatian Usai Bencana

24 September 2010 Di tengah angin dan hujan deras, perusahaan listrik mengerahkan banyak pekerja untuk memperbaiki aliran listrik. Mereka mengambil risiko dan menghadapi bahaya di tengah angin kencang serta hujan deras. ”Setelah memperbaiki aliran listrik di Yilan tadi pagi, kami segera menuju ke sini dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam.
Meringankan Penderitaan dengan Welas Asih dan Kebijaksanaan

Meringankan Penderitaan dengan Welas Asih dan Kebijaksanaan

28 Juli 2023

Relawan Tzu Chi hadir untuk meringankan penderitaan keluarga Maladia Manalu (58) dan Isden Sinaga (alm) dengan memberikan bantuan berupa beras, uang santunan, biaya pengobatan dan popok dewasa. 

Jejak Kebaikan yang Tak Terhapus Waktu, Kisah Penerima Bantuan Tzu Chi

Jejak Kebaikan yang Tak Terhapus Waktu, Kisah Penerima Bantuan Tzu Chi

23 Februari 2026

Waktu boleh berlalu belasan tahun, namun bagi Andi Gunawan, kebaikan relawan Tzu Chi kepada ia dan keluarganya di awal tahun 2014 akan selalu terkenang dan terpatri di hatinya.

Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -