Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Kebahagiaan Mereka, Kebahagiaan Kita Juga

03 September 2019 Jurnalis : Teddy lianto, Dini Rantykasari, Henny Yohanes, Triana Putri (He Qi Utara 2)
Fotografer : Teddy Lianto, Halim Kusin (He Qi Barat 1)


Minggu, 1 September 2019, relawan Tzu Chi wilayah Jelambar mengadakan baksos kesehatan degeneratif ketiga di depan Kantor RW 05, Petamburan, Jakarta Barat.

Terus memberikan pendampingan kepada warga yang membutuhkan, kerap dilakukan oleh insan Tzu Chi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang berusia lanjut. Minggu, 1 September 2019, Tzu Chi mengadakan baksos degeneratif yang ketiga kali di depan Kantor Sekretariat RW 05, Petamburan, Jakarta Barat. Ada 66 pasien yang datang berobat. Jusladi, koordinator kegiatan menjelaskan jika jalinan jodoh relawan mengadakan kegiatan bermula dari baksos kesehatan umum yang diadakan pada Januari 2019. Pada saat itu, sebanyak 277 warga berusia lanjut (Lansia) datang memeriksakan penyakit mereka. Hasilnya, Lansia yang memiliki penyakit degeneratif cukup tinggi.

Lalu pada Juli 2019, relawan berinisiatif mengadakan baksos kesehatan degeneratif pertama dengan jumlah pasien sebanyak 239 orang, dimana 112 orang diantaranya menderita tekanan darah tinggi. Lalu di  Agustus 2019, pasien yang mendaftar semakin berkurang menjadi 86 orang, dan 66 orang di baksos yang ketiga ini. “Tujuan utamanya untuk memberikan penyuluhan kepada warga yang datang, yang rata-rata berusia 40 tahun ke atas agar menjaga kesehatan mereka, melakukan pola hidup yang sehat,” terang Jusladi.


Jusladi, koordinator acara merasa senang dapat memberikan bantuan kepada warga kurang mampu untuk memahami dan memperbaiki pola hidup mereka di kegiatan baksos degeneratif ini.

Jusladi yang berprofesi sebagai wiraswasta, merasa bekerja Tzu Chi cukup memberikan tantangan bagi dirinya dibandingkan menjalankan sebuah usaha. Jika dalam menjalankan usaha ia sudah memiliki karyawan yang pasti akan selalu bisa diandalkan, tetapi dalam kegiatan Tzu Chi – terutama baksos kesehatan degeneratif ini— ia kerap merasa risau, karena setiap kegiatan diadakan relawan yang membantu tidaklah banyak dan berbeda-beda. Belum lagi kekhawatiran apakah kegiatan nanti dapat berjalan lancar. Terus didera dengan kekhawatiran, ia pun berusaha mengatasinya dengan menjalankan kegiatan tanpa ragu, lalu kerap menjaga komunikasi dan berinteraksi dengan relawan yang hadir sehingga mereka merasa nyaman serta mau kembali datang di baksos kesehatan berikutnya. “Saya yakin relawan pada saat awal bergabung, pasti memiliki niat untuk membantu orang lain,“ tegas Jusladi. Terbukti selama tiga kali baksos kesehatan diadakan, relawan yang hadir selalu ada dan membantu keberlangsungan acara dengan baik dan lancar.


Sriyanah (berjilbab) merasa senang mengikuti baksos kesehatan degeneratif ini. Setelah mengetahui dan menjalani pola hidup yang sehat, kesehatan Sri semakin membaik.

Baksos kesehatan ini sangat terasa manfaatnya bagi Sriyanah. Ibu dari 4 anak ini menderita stroke sejak 5 tahun yang lalu, akibat penyakit darah tingginya. Akibat Stroke, wajah sebelah kirinya menjadi miring dan ia sulit untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Sejak itu ia pun rajin berobat ke Puskesmas untuk memantau penyakitnya. Beruntung sejak Agustus 2019 lalu ia bisa ikut memeriksakan diri di Baksos Kesehatan Degeneratif Tzu Chi yang kedua. Letak rumahnya yang tidak jauh dari lokasi baksos membuat ia bersemangat untuk hadir. Selain pemeriksaan dan pengobatan, Sriyanah juga  mendapat banyak masukan untuk memulihkan kondisi kesehatannya. “Dinasehatin sama dokter jangan makan nasi banyak-banyak, hindari jeroan,” tutur Sri dengan terbata-bata.

Meskipun kini wajahnya sudah kembali normal, Sri masih sulit berbicara dengan normal, sehingga terkadang timbul rasa kesal dalam diri ketika berbicara dengan orang lain. Relawan yang mendampingi kerap memberikan pengertian untuk berbicara secara perlahan, jangan terburu-buru, sehingga ia pun bisa merasa lebih tenang dan penyakit darah tingginya tidak kambuh lagi. Sri menerangkan jika dengan ikut serta dalam baksos ini, ia merasa senang dan lebih paham akan penyakitnya. “Baksos ini sangat membantu sekali buat kesehatan saya,” jelasnya perlahan sembari tersenyum melihat relawan yang dengan sabar mendengarkan keluh-kesahnya


Dokter Andreas Sanusi (kiri) memeriksa dan memberikan penyuluhan tentang penyakit degeneratif dan  bagaimana pola hidup yang sehat kepada warga yang datang.

Dokter Andreas Sanusi kurniawan adalah salah seorang dokter umum yang membantu di baksos kesehatan degeneratif ini. Menurut dr. Andreas, kebanyakan pasien yang berobat rata-rata masih memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes yang tinggi. Oleh karena itu, ia pun memberikan rujukan kepada warga yang masih sakit untuk memeriksakan penyakitnya lebih detail di Puskesmas terdekat. Karena menurut pria berusia 68 tahun ini, jika setelah warga mengikuti baksos setelah tiga kali dan tidak juga sembuh maka dokter harus memberikan arahan pengobatan sehingga penyakit mereka bisa diobati lebih lanjut. “Penyakit degeneratif penyakit yang cukup panjang pengobatannya, dan seberapa pun relawan medis Tzu Chi punya dedikasi, tapi tetap punya keterbatasan, jadi akan diarahkan berobat ke Puskesmas. Perkembangan pengobatan di Indonesia sudah sangat baik dan ada BPJS yang membantu pengobatan mereka,” terang dokter yang gemar melakukan pelestarian lingkungan ini.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 198 kali


Berita Terkait


Perlahan-Lahan Pulih dari Penyakit

22 Maret 2019

Pengobatan dan Edukasi Kesehatan untuk Lansia

18 Maret 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat