Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Kisah Warga Tanjung Pasir Hadapi Pandemi

05 April 2021 Jurnalis : Anand Yahya
Fotografer : Anand Yahya, Videografer: Clarissa R.

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia sangat berpengaruh bagi masyarakatnya. Di wilayah Pulau Jawa khususnya Jadetabek tentunya banyak masyarakat yang bekerja serabutan ataupun buruh harian. Penghasilan para warga prasejahtera tersebut makin terpuruk ketika Covid-19 mulai meluas dan kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Kebijakan ini berimbas pada berhentinya produksi, pengurangan tenaga pekerja besar-besaran, dan lemahnya daya beli masyarakat.


Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam berkegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19 secara ketat. Para warga penerima Bantuan Sosial Peduli Covid-19 wajib mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak fisik. Pembagian beras dan masker juga diambil sendiri dimeja tanpa bersentuhan antara relawan dan penerima bantuan.

Melihat kondisi masyarakat saat ini Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Pengusaha Peduli NKRI dan organisasi lainnya memberikan bantuan 1 juta paket Bantuan Sosial Peduli Covid-19 dalam rangka perayaan Imlek 2021. Bantuan yang dibagikan berupa 10 kg beras dan 20 pcs masker medis untuk warga yang terdampak pandemi di Pulau Jawa. 

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Tanjung pasir yang berada di Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Provinsi Banten yang masyarakatnya rata-rata sangat terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh para relawan Tzu Chi yang membagikan kupon Bantuan Sosial Peduli Covid-19 di wilayah tersebut pada Sabtu, 3 April 2021.


Suasana kegiatan pembagian Bantuan Sosial Peduli Covid-19 yang berlangsung di halaman kantor desa di wilayah Tanjung Pasir.

Teguh Bunarto (Abun), relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 mengatakan pemberian paket beras ini untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat prasejahtera. “Kemarin hari Sabtu kita (relawan Tzu Chi) langsung ke rumah-rumah warga untuk membagikan kupon beras. Saya lihat langsung kondisi rumah mereka memang sangat memprihatinkan. Mereka banyak yang bekerja serabutan, apalagi sebentar lagi mereka akan menjalankan puasa dan Lebaran,” ungkap Abun.

Menurut Abun bantuan ini sangat tepat sasaran diberikan ke mereka (warga Tj. Pasir) karena saat ini kondisi mereka memang sangat membutuhkan bantuan karena penghasilan mereka tidak menentu (buruh harian/serabutan). Setelah kupon tersebar, kemudian pada Minggu, 4 April 2021 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 membagikan 1.700 paket beras dan 34 ribu masker medis (masing-masik kupon mendapatkan 10 kg beras dan 20 lembar masker medis) untuk warga Desa Tanjung Pasir dan Desa Sukamulya, Kec. Teluk Naga, Kab Tangerang, Banten.

Tidak Menyerah dan Bangkit dari Keterpurukan


Lili Nurmalia, salah satu penerima bantuan setelah menerima 10 kg beras dan 20 pcs masker medis. Salah satu tetangganya juga menitipkan beras untuk di bawa pulang karena jarak tempat pengambilan beras ke rumahnya sekitar 2 km.

Salah satu warga yang mendapatkan bantuan adalah Lili Nurmalia (52), warga Rt. 06/05 Desa Sukamulya. Ia sangat bersyukur menerima bantuan yang diberikan oleh Tzu Chi pasalnya suaminya Omo Suharmo (53) yang tadinya bekerja di pabrik plastik selama 5 tahun kini terkena PHK akibat pabrik tempatnya bekerja merugi terdampak Covid-19.

Setelah sehari sebelumnya mendapatkan kupon, Lili sejak awal sudah mengantri untuk menukarkan kuponnya di pelataran Kantor Lurah Tanjung Pasir bersama warga lainnya. Wajahnya sumringah ketika membopong 10 kg beras dan 20 pcs masker medis ke sisi jalan raya.

“Mana yahhh si Ratna? Saya tadi di antar adek ipar pake motor tau kemana dia yaaa tadi parkir di sini,” kata Lili dengan wajah bingung. Tak lama kemudian sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang wanita menghampiri Lili. “Nyariin yaa Biii…? Muter motor dulu kesono,” jelas Ratna, adik iparnya.  Kemudian karung beras yang dibawa Lili diambil Ratna dan kemudian diletakkan di motor tepat diantara kedua sisi kakinya.

“Terima kasih banget, syukur alhamdulillah bisa untuk menjelang puasa ini beras, mana bapaknya sekarang udah gak kerja,” ungkap Lili bersukacita. “Mampir pak ke rumah lumayan jauh kalo jalan sekitar 2 kilo dari sini,” Ajak Lili. Dari pertemuan itu tim redaksi Tzu Chi Indonesia memutuskan untuk bertamu ke rumah Lili untuk bertemu dengan suaminya Pak Omo yang terkena PHK.

 

Lurah Tanjung Pasir menandatangani berita acara serah terima antara Tzu Chi Indonesia dan Kelurahan Tanjung Pasir yang disaksikan oleh Wakapolsek Teluk Naga, Camat Teluk Naga, dan Koramil 01 Teluk Naga.

Lili Nurmalia merupakan warga yang masuk dalam kategori masyarakat Tanjung Pasir tradisional yang memanfaatkan sumber daya daratan sebagai petani dan tanaman pangan. Lili mengungkapkan orang tuanya dulu bertani padi dan menanam sayuran dan buah-buahan sejak tahun 80-an.

Kemudian pada tahun 90-an, pengairan untuk sawah mulai terganggu karena munculnya beberapa pabrik yang membuang limbah ke sungai dan mencemari sungai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap para petani warga Sukamulya. Perlahan-lahan warga mulai beralih untuk bekerja di pabrik-pabrik yang mulai menjamur di wilayah Teluk Naga.

Mulai tahun 90-an itulah warga di Kec. Teluknaga mulai beralih dari bertani dan bercocok tanam menjadi pekerja di pabrik-pabrik. Hal ini yang dialami oleh Omo Suharmo dan keluarganya. 5 tahun yang lalu, Omo bekerja di sebuah pabrik plastik, karyawannya sekitar 100 orang yang mengelola mesin produksi plastik. Mulai tahun lalu tepatnya menjelang Lebaran tahun 2020 Omo terkena PHK. Pabrik plastik tempatnya bekerja tutup. Mulai saat itu ia bekerja serabutan mendapat pekerjaan dari kawan-kawan lamanya yang masih setia padanya. Mulai dari memperbaiki rumah, perbaikan listrik, apapun sesuai kemampuannya.

 

Camat Teluk Naga Zamzam, Lurah Teluk Naga, dan jajaran TNI-Polri secara simbolis memberikan paket beras dan masker medis kepada warga Tanjung pasir.  

Alhamdulillah, saya diberi kesehatan saya kerja serabutan apa aja yang penting bisa mengasilkan uang dan mencukupi keluarga seadanya. Saya bersyukur sekali anak yang besar ada bantu-bantu, dari pemerintah juga ada (bantuan),” ungkap Omo yang mempunyai dua anak.

Omo sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Tzu Chi. “Senang sekali, Alhamdulillah. Yang namanya bantuan saya sangat yakin dengan keikhlasan para donatur, saya menerima dengan ikhlas, terima kasih sekali,” ujar Omo. Ia juga mengungkapkan bantuan ini adalah bentuk perhatian untuk sesama manusia yang sedang dalam kesusahan.

Selain itu yang membuat Omo tak menyerah untuk mencari nafkah adalah dukungan dari sang istri, anak, dan saudara yang selalu memberi doa dan dukungan semangat kepadanya. Para saudara-saudara Omo dan Lili juga turut membantu ketika dibutuhkan.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 420 kali


Berita Terkait


Tiga Ribu Paket Bantuan Sosial Peduli Covid-19 Mengalir hingga ke Serang, Banten

05 April 2021

Menebar Cinta Kasih di Masa Pandemi

31 Maret 2021

Ketulusan Relawan Membawa Cerita Bahagia Bagi Penerima Beras

31 Maret 2021

400 Paket Paket Beras dan Masker untuk Tambora

30 Maret 2021

Bantuan Sosial Peduli Covid-19 untuk Pesantren Luhur Altsaqofah

29 Maret 2021


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat