Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Langkah Pertama Menuju New Normal

23 Juli 2020 Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi, Tony Jack (Tzu Chi Batam)


Walau kegiatan ramai dengan peserta, relawan tetap taat mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker dan faceshield, mencuci tangan dengan sanitizer, dan menjaga jarak.

Sejak mewabah virus corona di Indonesia pada bulan Maret 2020, kantor Tzu Chi di berbagai daerah telah menghentikan setiap kegiatan sosial yang tidak bersangkutan dengan upaya penanggulangan wabah Covid-19. Selain memproteksi kesehatan relawan, Tzu Chi juga ingin mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Akhir-akhir ini, dengan diterapkannya Fase Kebiasaan Baru atau New Normal, Tzu Chi pun mulai perlahan-lahan menjalankan kembali beberapa aktifitas sosialnya. Di Kota Batam sendiri, langkah pertama menuju New Normal ini dimulai dengan diadakannya Bakti Sosial Donor Darah pada 19 Juli 2020 di Area Parkir, Aula Jing Si Batam.


Relawan membersihan bangku di ruang tunggu dengan cairan disinfektan.

“Sebenarnya kita tahu PMI terakhir ini kurang darah dan kita ada keinganan untuk lakukan, hanya saja kondisi di lapangan kurang memungkinkan. Bersyukur kondisi Batam semakin hari sudah semakin baik. Setelah melihat kondisi Batam sudah membaik, kami memberanikan diri untuk mengajukan ke Jakarta untuk mengadakan kembali kegiatan donor darah ini. Kita tahu bahwa darah sangat  penting sekali, makanya semua kegiatan kita belum mau lakukan, malahan kegiatan donor darah ini yang pertama,” tutur Yasin, Koordinator Kegiatan.

Agar kegiatan donor darah perdana di masa pandemi ini dapat terlaksana dengan aman, Tzu Chi Batam menerapkan dan menaati seluruh protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, bahkan melampauinya. Contohnya, para peserta perlu melewati 2 kali pengecekan suhu tubuh, pertama di gerbang masuk oleh sekuriti dan kedua di jalur masuk lokasi kegiatan oleh tim medis Tzu Chi. Tim medis juga mewajibkan setiap peserta untuk memakai masker bedah. Saat menemui peserta yang tidak membawa masker ataupun masker tidak memenuhi standar, tim medis akan segera membagikan masker bedah 3 lapis. Tidak berhenti di sini, tim medis juga memastikan peserta memakai masker bedah tersebut secara benar sebelum memasuki lokasi donor darah.


Tim medis Tzu Chi membagikan masker bedah kepada warga yang menggunakan masker kain.

Setiap kali para peserta selesai mendonorkan darah mereka, relawan akan segera membersihkan kasur dengan disinfektan, serta menggantikan alas bantal dengan yang baru. Setiap relawan  yang berkomunikasi langsung dengan peserta pun diwajibkan untuk setiap saat mengenakan faceshield. Walau protokol-protokol keselamatan tersebut sangat sulit dan tidak nyaman untuk diterapkan, namun setiap pendonor dan relawan tetap sangat taat mengikuti protokol-protokol tersebut.

“Kalau masker tiap hari saya kerja saya pakai, tapi faceshield baru hari ini. Memang agak tidak terbiasa karena agak panas, tapi bisalah untuk tetap ikuti,” jawab Paini, relawan rompi bagian mengisian absensi peserta. Walau bagian dahi Paini terdapat luka bakar karena terlalu lama mengenakan faceshield, namun ia sangat tetap sangat bahagia dapat terlibat dalam kegiatan hari ini.


Relawan membersihkan kasur dan menggantikan alas bantal setiap peserta selesai mendonor darah mereka.

Di antara 221 orang peserta yang mendaftarkan diri, ada sebanyak 166 orang peserta yang lolos cek kesehatan dan berhasil mendonorkan darah mereka. Salah satu peserta tersebut adalah Kurniawati, salah seorang peserta rutin baksos Tzu Chi. Walau nadinya hampir tidak kelihatan sehingga pihak PMI harus menusuk berkali-kali, namun Kurniawati tetap menanti-nantikan donor darah yang diadakan oleh Tzu Chi.

Kok Tzu Chi belum ada info. Saya merasa sudah lama tidak donor. Sekali ada kesempatan maka langsung saja datang,” ucap Kurniwati. “Tidak terpikir tentang wabah, malahan saya mengajak teman. Awalnya dia sempat takut. Saya bilang tidak apa-apa di situ tempatnya memang steril dan sudah dipersiapin semua,” Kurniawati menambahkan.


Kurniawati merasa bahagia bisa kembali bersumbangsih kepada masyarakat lewat donor darah.

Kepercayaan masyarakat terhadap Tzu Chi menjadi kunci utama kesuksesan Bakti Sosial Donor Darah kali ini. Di masa pandemi ini, masih  banyak warga Batam yang bersedia keluar dari zona aman mereka untuk bersumbangsih bagi sesama yang membutuhkan darah. Melihat tanggap positif dari masyarakat dan kesediaan setiap peserta dan relawan dalam menaati protokol kesehatan, Koordinator Kegiatan Yasin pun berencana untuk rutin satu atau dua bulan sekali mengadakan kegiatan donor darah.

Langkah pertama menuju New Normal ini tentunya penuh dengan tantangan serta risiko, namun asalkan insan Tzu Chi bersatu hati dan bersedia menaati protokol-protokol kesehatan, maka tantangan dan risiko ini dapat satu persatu teratasi. Seperti kata perenungan yang sering diulang oleh Master Cheng Yan, Lakukan saja yang dirasa benar. Marilah kita memperkuatkan tekad dan melangkah dengan waspada di masa New Normal ini.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 431 kali


Berita Terkait


Kekuatan Kebajikan dan Semangat Kemanusiaan di Tengah Pandemi

16 September 2020

Peduli Sesama Melalui Donor Darah

11 Juni 2020

Menanam Kebajikan Melalui Donor Darah

11 Maret 2020

Demi Kemanusiaan, Donor Darah Tetap Berjalan

26 Februari 2020

Niat Baik Mengalahkan Rasa Takut

24 Desember 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Gunakanlah waktu dengan baik, karena ia terus berlalu tanpa kita sadari.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat