Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Membangun Asa di Sentani, Papua

02 Oktober 2019 Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)
Fotografer : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak)


Ketua Tzu Chi Biak melakukan penyekopan pertanda dimulainya pembangunan 300 rumah bagi korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua.

Joni Fredik Mune, warga Desa Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti kebaktian Hari Minggu, 29 September 2019. Kebaktian ini terasa spesial karena diadakan bukan di dalam gereja melainkan di daerah yang nantinya akan dibangun Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Sentani. Ia beserta warga Desa Kemiri lainnya yang rumahnya hancur terkena terjangan air bah akan mendapatkan rumah.

Sebelumnya, pada tanggal 24 September 2019, bertempat di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Jakarta, diadakan penandatangan MoU pembangunan rumah. Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Sentani dibangun atas kerja sama yang baik dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan  Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua. Sebanyak 300 unit rumah tipe 36 akan dibangun di daerah seluas 7 hektar.

Warga Desa Kemiri terpilih dan berjodoh mendapatkan bantuan rumah ini karena merupakan salah satu daerah terparah dan banyak korban jiwa dari desa ini. Lokasi pembangunan hunian tetap ini telah melalui kajian tim survei juga, salah satunya berada di wilayah yang aman dari banjir dan bencana alam lainnya. Untuk memudahkan masyarakat, pembangunan perumahan juga diupayakan berada tidak jauh dari Desa Kemiri.


Peletakan batu pertama oleh Bupati Kab.Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si. Bupati sangat mendukung dan berterima kasih atas kepedulian Tzu Chi kepada masyarakatnya.


Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo merasa bahwa apa yang dilakukan Tzu Chi merupakan bentuk cinta kasih universal, tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan.

Tepat pukul 11.00 WIT, acara peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Sentani dimulai. Para undangan yang datang tampak antusias mengikuti jalannya acara. Sementara para warga Desa Kemiri yang berjodoh mendapatkan rumah hunian tetap ini bersyukur atas karunia yang telah mereka dapatkan. Sudah 6 bulan berlalu dari kejadian banjir bandang dan mereka masih berada ditempat pengungsian ataupun menumpang di rumah-rumah saudara mereka. Dengan adanya pembangunan hunian tetap ini, mereka sangat senang karena memiliki kepastian akan tempat tinggal.

Mama Ketsia Monim, salah satu warga yang mendapatkan bantuan mengatakan, “Mari kita jaga dan rawat perumahan dan alam sekitarnya sehingga lingkungan yang akan kita tinggali nanti dapat terbebas dari bencana. Terima kasih ke Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah berbaik hati membangun rumah untuk kami.” 

Ketua Tzu Chi Biak, Susanto Pirono dalam sambutannya mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengatakan,”Kami berharap pembangunan 300 unit Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Sentani ini dapat memberikan ketenangan raga, ketenangan jiwa (batin), dan memulihkan kehidupan masyarakat.”


Dimulainya pembangunan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Sentani ini juga diawali dengan doa bersama agar pembanguna bisa berjalan lancar, baik, dan sesuai dengan rencana.


Salah satu kondisi rumah warga yang rusak di Kemiri pascabanjir bandang menerjang wilayah Sentani, Jayapura, Papua.

Sementara Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si  berterima kasih atas kepedulian relawan Tzu Chi kepada warganya. “Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang telah memberikan hatinya ke Papua. Hari ini kita bisa bertemu Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kepala BNPB yang telah memberikan perhatian luar biasa kepada masyarakat Sentani.  Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin ini,” ungkap Bupati Jayapura.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo merasa apa yang dilakukan Tzu Chi Indonesia merupakan sebuah bentuk cinta kasih universal. “Mudah-mudahan Tzu Chi Indonesia dapat terus berkiprah memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan yang tidak membedakan suku, agama, ras, maupun golongan,” kata Kepala BNPB Doni Monardo.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 334 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat