Membantu orang lain, mendatangkan kebahagian

Jurnalis : Henny Yohannes (He Qi Utara 2), Fotografer : Henny Yohannes (He Qi Utara 2)


Perwakilan orang tua dari Group Da Ai Qing Zhi Ban bersama Aina Shijie dan Fenni Go Shijie. Elsan (nomer dua dari kiri).

Setiap bulan para orang tua dari masing-masing grup kelas budi pekerti diberi kesempatan untuk ikut bersumbangsih membantu menyiapkan makan siang untuk anak-anak bersama para relawan Sen Huo Zhu di dapur. Minggu 14 Juli 2019, sebanyak 7 orang tua perwakilan orang tua dari Group Daai Qing Zhi Ban Besar bersama Youmi Shijie dan Fenie Go Shijie menuju dapur relawan di Basement Tzu Chi Center PIK.

Sesampainya mereka di dapur ternyata masakan sudah jadi dan para relawan sedang mempersiapkan penyajian 300 porsi spageti untuk kelas budi pekerti dan kunjungan kasih. Akhirnya Fenie Go Shijie mengajak mereka ber-7 ke kantin, lokasi anak-anak dan orang tua makan siang. Di sini mereka membantu mengelap meja, menyusun kursi-kursi serta membantu meletakkan nama kelompok di masing-masing meja yang sudah tersusun rapi.


Elsan membantu menyendokan makanan bersama para relawan lainnya.


Anak-anak sedang menikmati spageti yang telah disiapkan oleh tim Sen Huo Zhu He Qi Utara 2 Pluit Ai Xin.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Rombongan anak-anak dan orang tua baru saja tiba. Sebelum memasuki area kantin, mereka semua berbaris untuk cuci tangan karena baru saja dari depo pelestarian lingkungan Tzu Chi Center. Setelah tangan bersih mereka pun kembali berbaris sesuai kelompoknya dan menuju ke antrean makanan.

Rasa senang, bahagia dan semangat
Pada saat anak-anak mengantre makan, Elsan yang merupakan perwakilan orang tua murid dari kelas Qing Zhi Ban besar group DaAi terlihat membantu menyendokan makanan kepada para anak-anak dan orang tua. Elsan merasa senang karena bisa membantu, selain itu ia juga merasa bahagia saat mendapatkan ucapan Gan En atau terima kasih pada saat menyendokkan makanan. Apalagi mendengar kedua putrinya Corinne Concieta Tiono dan Louisa Concieta Tiono memberitahu ke teman-temannya, “Itu mama saya.. itu mama saya”.


Relawan di tim Sen Huo Zhu He Qi Utara 2 Pluit Ai Xin saat hendak menghidangkan makanan.


Louisa Concieta Tiono bangga melihat mamanya yang membantu menyendokkan makanan kepada Rombongan anak-anak dan orang tua.

Melihat itu Elsan pun jadi tambah semangat, sampai rasa lapar pun tidak terasa. Dia pun membantu hingga antrean sudah tidak ada. Melihat Elsan, Youmi Shijie pun menghampirinya dan mengajaknya untuk mencicipi spageti yang sudah disiapkan oleh tim Sen Huo Zhu.

“Hari ini saya sangat senang, bahagia dan sangat bersemangat sekali, karena kedua putri saya melihat mamanya sedang berbuat kebajikan,” ucap Elsan.

“Saya ingin bisa bermanfaat bagi orang lain, karena dengan membantu orang lain bisa mendatangkan kebahagiaan apalagi tepat sasaran seperti Tzu Chi yang mengajarkan cinta kasih universal,”

Karena itu setelah kegiatan selesai Elsan pun mendaftarkan dirinya untuk menjadi relawan Tzu Chi komunitas Pluit Ai Xin.

Perasaan Kedua Putri
“Saya bangga ketika melihat mama saya membantu menyendokkan makanan, saya juga ingin membantu di dapur seperti mama saya, ”ucap Louisa Concieta Tiono putri pertama dari Elsan.


Begitu dengan Corinne Concieta Tiono yang juga menjadikan ibunya inspirasi.

“Saya senang melihat mama membantu di dapur, mama merupakan inspirasi saya, saya juga ingin seperti mama bisa membantu di dapur,” ucap Corinne Concieta Tiono putri kedua Elsan.

Akhirnya kegiatan hari tersebut selesai dengan baik. Terlihat wajah-wajah bahagia dari 87 anak-anak, 50 orang tua, para Duifu mama, serta para relawan Sen Huo Zhu. Mereka pulang dengan wajah bahagia dan membawa sebuah cerita untuk dibagikan atau menginspirasi orang lain.

Editor: Khusnul Khotimah


Artikel Terkait

Belajar Berani dan Mandiri

Belajar Berani dan Mandiri

14 September 2015
Minggu pagi, 6 September 2015 di Gedung Gan En Lt.3, Aula Jing si, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara  kembali terdengar riuh suara anak-anak usia 6-8 tahun. Mereka adalah siswa/i kelas budi pekerti  (Qin Zi Ban) yang diadakan sekali dalam setiap bulannya.
Pendidikan Budi Pekerti yang Didasari Cinta Kasih

Pendidikan Budi Pekerti yang Didasari Cinta Kasih

01 April 2015 Hari itu, 1 Maret 2015 dipilih untuk menjadi momen perkenalan perdana kelas Qin Zi Ban di tahun ajaran 2015 sekaligus melakukan ramah tamah perayaan imlek karena suasana hari raya imlek masih terasa hangat.
Kelas Budi Pekerti yang Selalu Seru

Kelas Budi Pekerti yang Selalu Seru

15 Desember 2023

Lapangan tangga seribu di depan Tzu Chi Center PIK, Minggu pagi itu sudah ramai dengan murid-murid kelas budi pekerti Tzu Chi. Senam pagi bersama itu membuat mereka semangat dan ceria. 

Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -