Rabu, 13 November 2019
Indonesia | English

Membimbing Langkah Menuju Masa Depan

17 Oktober 2016 Jurnalis : Felicite Angela Maria (He Qi Timur)
Fotografer : Giok Chin Lie, Felicite Angela Maria (He Qi Timur)

Membimbing Langkah Menuju Masa Depan

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur, Deng Ai Mei, sedang memandu para penerima bantuan (gan en hu) Tzu Chi dalam kegiatan gathering bulanan di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Pegangsaaan Dua, Kelapa Gading.

Semangat memberi terletak pada kemurahan hati. Tidak menuntut untuk mendapatkan balasan, Kebahagiaan batin terbesar dapat diperoleh dengan melepaskan keserakahan dan menolong orang yang membutuhkan. – Kata Perenungan Master Cheng Yen

Minggu, 02 Oktober 2016 di depo pelestarian lingkungan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, relawan Tzu Chi komunitas Kelapa Gading mengadakan kegiatan pertemuan dengan penerima bantuan atau biasa disebut gan en hu. Sebagai bagian dari program pendampingan dari relawan kepada penerima bantuan, para peserta penerima bantuan diajak bersama-sama dengan relawan untuk melakukan kegiatan pemilahan barang-barang daur ulang. Kegiatan pemilahan ini juga sebagai sarana untuk saling bersilaturahmi dan bertukar cerita satu sama lain antar sesama gan en hu.

Kegiatan yang dilakukan setiap bulan pada minggu pertama ini dipandu oleh Deng Ai Mei. Dalam sambutannya,  kembali mengingatkan para peserta pertemuan gan en hu untuk selalu mengikuti petunjuk tata tertib sesuai jadwal kehadiran di setiap pertemuan. Deng Ai Mei juga menghimbau para peserta selalu melakukan program daur ulang baik di depo maupun di rumah mereka sendiri serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Membimbing Langkah Menuju Masa Depan

Endang Supriatna, salah satu relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur sedang berbincang dengan Teddy, salah satu penerima bantuan (gan en hu) Tzu Chi.

Pada kesempatan pertemuan gan en hu kali ini, Deng Ai Mei juga membahas tentang para gan en hu anak asuh. Mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menerima bantuan dari Tzu Chi dalam bentuk biaya pendidikan dan dana biaya hidup lainnya. Ia juga menghimbau agar anak-anak gan en hu ini selalu giat belajar untuk menumbuhkan kepedulian dalam hati dan pikiran mereka supaya anak-anak tersebut lebih berbakti kepada orang tua.  

Memberi Jalan Terang

Para gan en hu anak asuh Tzu Chi komunitas He Qi Timur juga menuliskan pengalaman serta rasa terima kasih mereka kepada Tzu Chi atas bantuan yang diberikan selama ini dalam kumpulan surat-surat tanda cinta kasih. Mereka menceritakan sedikit pengalaman mereka menjalin jodoh baik dengan Tzu Chi, juga ungkapan syukur kepada Master Cheng Yen.

Salah satunya adalah surat dari anak asuh, Dena Rohyana Cahyadi. Ia merupakan anak asuh yang sudah lima tahun diberi bantuan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Dalam isi suratnya ia mengungkapkan curahan hatinya tentang Yayasan Buddha Tzu Chi seperti yang diungkapkan dalam penggalan suratnya. “Kurang lebih hampir 5 tahun saya menjadi satu keluarga dan bagian dari Yayasan Buddha Tzu Chi, begitu banyak pelajaran yang bisa saya ambil dan saya jalani dikehidupan saya sehari-hari. Dimana para relawan Tzu Chi begitu baik kepada sesama, melayani dan membantu kami dengan tulus dan senyuman dimana kami mendapatkan seperti dalam satu keluarga. Tiada lagi kata yang banyak terucap selain ucapan beribu terima kasih, semoga Yayasan Tzu Chi dan para relawan senantiasa diberikan kemudahan dan kesehatan agar tetap bisa membantu orang-orang yang membutuhkan.”

Membimbing Langkah Menuju Masa Depan

Anak asuh penerima bantuan Tzu Chi, Brilianto, menerima bantuan pendidikan dari Tzu Chi yang diserahkan oleh salah seorang relawan Tzu Chi komunitas He Qi Timur. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Brilianto, salah satu anak asuh Yayasan Buddha Tzu Chi yang berdomisili di sekitar Kampung Sawah, Bekasi. Setiap bulan di minggu pertama, ia selalu datang sendiri untuk mengambil dana bantuannya ke depo pelestarian lingkungan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Dari kediamannya, Brilianto harus berpindah angkutan sebanyak 4 kali untuk sampai ke Kelapa Gading supaya bisa tiba di depo sebelum jam 08.00 pagi. Dalam suratnya ia menyatakan tentang rasa syukur bisa bersekolah dengan adanya bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. “Bantuan yang aku dapatkan berjalan lancar, dan aku sangat terbantu dengan hal ini. Aku merasa senang melalui bantuan pendidikan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, akhirnya aku dapat melanjutkan pendidikanku dengan baik dan lancar.”

Gathering penerima bantuan (gan en hu) serta adanya ungkapan dari para anak asuh melalui surat untuk Yayasan Buddha Tzu Chi ini merupakan bentuk rasa syukur atas bantuan yang selama ini membantu kehidupan mereka. Bantuan tersebut membuka dan menerangkan jalan untuk hidup lebih baik bagi para penerima bantuan (gan en hu) Tzu Chi.

Artikel dibaca sebanyak : 1146 kali


Berita Terkait


Memahami Misi Kemanusiaan Tzu Chi Melalui Film Sejarah

10 September 2019

Bermain Bersama Anak-anak Luar Biasa

03 Mei 2019

Bantuan Tzu Chi di Krukut

04 Maret 2019

Mengenal Lebih Dekat Tzu Chi dan DAAI TV

28 Februari 2019

Terus Mengalirkan Cinta Kasih di Sekitaran Bogor

14 Februari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat