Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Menggalang Hati Penerima Bantuan Bebenah Kampung

07 Juni 2013 Jurnalis : Suyanti Samad (HeQi Pusat)
Fotografer : Suyanti Samad (HeQi Pusat)

 

 

foto
Sabtu, 1 Juni 2013, sebanyak 83 warga dari Pademangan dan 66 warga dari Lautze, Kartini, dan Karang Anyar mengikuti tur Jing Si Tang, PIK.

Jarum jam sudah menunjukkan jam 08.00 pagi, mobil mulai melaju ke ruko Ancol Permata, Pademangan Barat. Di sana sudah ada 1 bus yang sedang menunggu warga Pademangan, yang mau ikut tur Jing Si Tang, PIK, Jakarta Utara. Selain ada 3 bus (2 bus dari yayasan dan 1 bus sewaan) yang menuju ke Lautze untuk menjemput warga Lautze, di daerah Kartini dan Karang Anyar, Jakarta Pusat. Tur ini diikuti oleh 83 warga dari Pademangan dan 66 warga dari Lautze. Dalam perjalanan menuju ke Jing Si Tang, tiba-tiba cuaca panas mulai ditutupi awan hitam yang menghiasi langit Jakarta pada Sabtu, 1 Juni 2013.

Sekitar pukul 10.00 WIB kurang, bus yang membawa warga Pademangan dan Lautze tiba di Jing Si Tang. Mereka disambut oleh relawan He Qi Pusat dan mengajak mereka ke Aula Jing Si, di Lantai 2, PIK. Alunan lagu ‘Satu Keluarga’ berkumandang, Like Shijie, Ketua He Qi Pusat mengajak peserta bernyanyi bersama, sambil menunggu peserta lain yang masih dalam perjalanan menuju Jing Si Tang, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Pada pukul 10 pagi, dengan ciri khas yang selalu tersenyum, Suriadi Shixiong mulai membuka tur ini. Tur ini dibagi dalam 2 sesi acara. Sesi pertama adalah pengenalan dan sejarah berdirinya Tzu Chi yang bermula dari dana kecil dari 30 orang ibu rumah tangga, seorang biksuni dari Taiwan sebagai pendiri Tzu Chi, yang sudah menyebar ke 47 negara di 5 benua, dan pengenalan misi dan visi Tzu Chi. Juga setiap kegiatan dari perwakilan dari 4 misi utama Tzu Chi.

Peserta yang hadir pada hari sabtu ini selain anak muda, oma-opa, juga ada anak kecil, yang senang berlari di belakang tempat duduk peserta selama sesi pertama. Suasana terlihat hidup, semua peserta diajak berinteraksi, atas setiap pertanyaan dari Suriadi Shixiong. Setiap peserta memberikan feed back yang bagus di tur ini. Di sesi ini, ada pemutaran video tentang kisah Maria. Kakinya menempel dan tidak bisa berjalan normal. Ia mendapat bantuan Tzu Chi, dan akhirnya ia bisa berjalan kembali. Sebagai penutup sesi ini, tim Isyarat Tangan memeragakan lagu ‘Sebuah Dunia Yang Bersih’ yang bertujuan mengajak para peserta melakukan pelestarian lingkungan. Peserta juga diajak memeragakan isyarat tangan lagu ‘Satu Keluarga’. Di lagu ini, Like Shijie mengajak semua peserta berdiri dan berisyarat tangan bersama dengan tim isyarat tangan.

“Berdana bukanlah hak khusus yang dimilki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.” 
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

foto   foto

Keterangan :

  • Para relawan mengajak peserta yang hadir untuk bersama-sama melakukan isyarat tangan lagu "Satu Keluarga" (kiri).
  • Dengan dipandu oleh beberapa relawan, para peserta diajak untuk keliling Aula Jing Si untuk mengetahui apa saja isi dan makna di balik semua poster yang ada (kanan).

Sebelum melanjutkan sesi kedua, Like Shijie memberikan pesan cinta kasih. Berdana bukanlah milik orang kaya, tetapi milik semua orang yang mempunyai cinta kasih, yang selalu berkonstribusi bagi orang yang tidak mampu. Kita adalah satu keluarga, memiliki satu guru, tinggal di dunia yang sama, memilki darah yang sama, dan menghirup udara yang sama. Kita harus saling memberi dan saling percaya. Marilah kita berjalan di Jalan Bodhisatwa ini. Ikutilah setiap kegiatan komunitas masing-masing, menyebarkan cinta kasih ke seluruh dunia. Ada tekad pasti ada jalan.

Di sesi kedua adalah tur keliling Jing Si Tang, dari Exibition Hall dan semua lorong di sebelah kanan – kiri. Sesi ini dibagi menjadi 5 grup kecil yang dipandu oleh Like Shijie, Livia Shijie, Lo Hok Lai Shixiong, Yopie Shixiong, dan Budi Suparwongso Shixiong. Para pemandu menjelaskan setiap poster yang memiliki arti dan makna yang terkandung di dalamnya.

Terharu dengan Cinta yang Murni
Oma Iyos (70 tahun), warga Lautze Dalam RT 014/007, adalah satu-satunya warga yang rumahnya menjadi korban kebakaran yang kini sudah dibangun kembali oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Sehari sebelum tur ini, oma sudah mengonsumsi obat agar kakinya bisa kuat berkeliling Jing Si Tang. Namun di pertengahan tur ini, oma mengeluh kalau kakinya sudah tidak kuat.

Berbeda dengan Oma Iyos, yang langsung mendapatkan bantuan dari Tzu Chi setelah rumahnya terbakar, Ibu Eda (45 tahun) warga RT002/008 Karang Anyar ternyata harus menunggu beberapa waktu agar pengajuannya dikabulkan. Sambil menunggu berita yang tak kunjung datang, Ibu Eda mengajukan pinjaman uang ke Bank Mandiri Syariah. Tapi dana pinjaman tersebut tidak cukup untuk membangun rumahnya kembali. Tujuh bulan setelah itu, ia mendapat kabar gembira bahwa Tzu Chi akan membantu membangun kembali. Ia sangat bersyukur sekali, juga sedih bercampur haru, ada yayasan yang memiliki cinta kasih yang murni, yang mau membantu membangun kembali rumahnya. Kesehariannya ibu ini berjualan makanan kecil-kecilan di depan rumah.

Di tengah tur yang dipandu oleh Yopie Shixiong, Ibu Turyah (49 tahun), warga RT 015/013 Pademangan Barat, tengah asyik melihat setiap poster. Ia bercerita bahwa pagi-pagi sudah bangun. Dengan menggunakan bajaj ia menuju ruko Ancol Permata, tetapi sesampai di tempat masih belum ada warga Pademangan. Sebelumnya ia pernah mendapat bantuan beras cinta kasih Tzu Chi, yang datang dari Taiwan pada tahun kemarin, dan beras cinta kasih bagi korban banjir tahun ini. Suaminya juga mendapat bantuan pengobatan berupa operasi dari Tzu Chi atas penyakit kelenjar bening (benjolan). Ia sangat tersentuh pada Tzu Chi, juga pada Master Cheng Yen yang memiliki cinta yang murni, hati yang tulus, berjuang membantu dunia tanpa batas dan cinta itu telah menyebar ke-47 negara di 5 benua.

  
 

Artikel dibaca sebanyak : 726 kali


Berita Terkait


Menjadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

17 September 2019

Memanfaatkan Kain Perca untuk Kegiatan Amal

16 September 2019

Membangun Suatu Budaya Makan yang Baik

13 September 2019

Sekarang Lingkungan Kami Jauh Lebih Rapi, Lebih Lestari, Lebih Indah

12 September 2019

Generasi Muda Peduli Lingkungan

12 September 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat