Pelatihan Relawan Abu Putih: Membangun Semangat Misi
Jurnalis : Fammy Kosasih (He Qi Timur), Fotografer : Fammy Kosasih, Giok Chin (he Qi Timur)
Pada hari Minggu ke-2 di bulan April 2016, relawan Tzu Chi Komunitas Kelapa Gading melaksanakan Pelatihan Relawan Abu Putih di Plaza Summarecon lantai 8, Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur.
Minggu, 10 April 2016 di Plaza Summarecon lantai 8, Jl Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, sejumlah relawan Tzu Chi komunitas Kelapa Gading mengadakan acara Pelatihan Relawan Abu Putih. Sejak pukul 07:00 pagi, tampak relawan sudah berbenah dan mengatur persiapan untuk acara tersebut.
Tepat pukul 07.30 WIB, para peserta pun berdatangan dan acara dimulai 30 menit kemudian. Franciska Tan, relawan Tzu Chi yang memandu acara pertama-tama menyampaikan terima kasih kepada pihak PT. Summarecon, Tbk yang sudah berkenan meminjamkan salah satu ruangannya di lantai 8 gedung Plaza Summarecon sebagai tempat pelatihan relawan kali itu. Lalu Franciska juga menyambut para peserta sekaligus membuka acara.
Dalam sesi pelatihan juga diisi dengan mendengarkan sharing relawan dengan tema Menjalin Jodoh Baik yang dibawakan oleh Johan Kohar. Di sini Johan Kohar menceritakan awal mula jalinan jodohnya dengan Tzu Chi dan bagaimana dirinya berkecimpung di dunia kerelawanan Tzu Chi hingga akhirnya ia menjadi pribadi yang baik.
Menjelang makan siang, Vivi Tan menyampaikan materi Keindahan Tata Krama Budaya Humanis Tzu Chi melalui gambar-gambar slide ilustrasi. Dari sharing ini Vivi Tan juga mengajak para insan peserta pelatihan untuk memperhatikan kelayakan penampilan diri mereka dalam sesi tata krama budaya humanis Tzu Chi.

Johan Kohar, relawan Tzu Chi Komunitas Kelapa Gading memberikan sharing mengenai kesukacitaan yang ia dapat selama bergabung menjadi relawan Tzu Chi
Menyadari Berkah, Menghargai Berkah, Menciptakan BerkahSeusai makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan mendengarkan sharing inspiratif dari Wie Sioeng yang membawakan semangat misi amal Tzu Chi dengan tema, “Menyadari Berkah, menghargai berkah, serta menciptakan berkah” yang menceritakan sejarah awal misi amal Tzu Chi mulai terbentuk. Menurut Wie Sioeng, di Tzu Chi khususnya di dalam menjalankan misi amal sosial, harus juga ada semangat dan prinsip menghargai jiwa, kesetaraan antara semua mahluk, dan cinta kasih.
Dalam sharingnya, Wie Sioeng banyak memberikan contoh-contoh kisah dari penerima bantuan dengan tujuan membuka wawasan juga membuka hati para insan cinta kasih di komunitas ini untuk semakin bijak dan semakin welas asih saat menyalurkan gelombang cinta kasih ini ke tengah masyarakat yang membutuhkan.

Dalam pelatihan, para relawan memberikan sharing mengenai visi dan misi Tzu Chi kepada peserta yang hadir
Sistem Jenjang Relawan dan Sosialisasi Tiga Hari Besar Tzu Chi
Setelah mendengarkan penjelasn mengenai misi amal Tzu Chi dari Wie Sioeng, sharing berlanjut yang dibawakan oleh Hendry Chayadi, yang menjelaskan tentang perubahan sistem jenjang kerelawanan di struktur relawan Tzu Chi Indonesia dan sosialisasi formasi barisan di perayaan tiga hari besar Tzu Chi (Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi sedunia) yang diselenggarakan pada hari Minggu 8 Mei 2016 bertempat di lapangan olah raga sekolah Tzu Chi Intenational, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian sharing pada hari Minggu itu pada pukul 17.30, usai pula lah seluruh rangkaian pelatihan relawan abu putih yang ditutup dengan penghormatan sebanyak tiga kali lagi kepada Master Cheng Yen. Para peserta pun dengan berbaris rapi membubarkan diri keluar dari ruang pelatihan.
Artikel Terkait
Merawat Semangat Pelatihan Diri
27 Desember 2022Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 2 menggelar pelatihan relawan Abu Putih pertama di Fu Hui Ting, Aula Jing Si Lt.2, PIK, pelatihan ini diikuti 103 relawan Tzu Chi dari wilayah Jakarta, Tangerang, maupun Jambi melalui webinar.
Menaati Sila dan Melakukan Pelatihan Diri
05 November 2014 Insan Tzu Chi kita harus memiliki semangat Bodhisatwa yaitu memiliki hati Buddha, hati yang tercerahkan dan tekad guru yang ingin menolong semua makhluk yaitu jalan Bodhisatwa di dunia. Dalam segmen “Semangat Bodhisatwa”, Kiho Shixiong mengatakan bahwa, “kita bisa belajar dari semangat Buddha Sakyamuni yang penuh welas asih dan kebijaksanaan.







Sitemap