Pemberkahan Akhir Tahun di Biak
Jurnalis : Shela Amelia (DAAI TV), Fotografer : Nining Tanuria (Tzu Chi Biak
|
| ||
Sekitar pukul 3 sore para insan Tzu Chi telah berkumpul untuk memulai acara pemberkahan Akhir tahun. Semua tamu undangan yang hadir begitu bersemangat untuk menghadiri acara tersebut. selain untuk yang pertama kalinya diselenggarakan, relawan juga menampilkan kisah Mahabiksu Jian Zhen. Selama kurang lebih 3 minggu, sebanyak 33 orang relawan daur ulang berlatih dengan kesungguhan hati demi menciptakan keserasian keseragaman serta kekompakkan dalam mementaskan kisah tersebut. Seperti yang dirasakan oleh Decky Smash yang memiliki dorangan semangat ketika latihan karena memahami arti dari lagu tersebut. “Latihan ini awalnya sangat sulit, tapi arti dari lagu ini membuat kerja jadi semangat. Sebab latihan ini perlu cinta kasih, kemudian disiplin. Di dalam kegiatan, dengan satu orang saja itu sangat sulit apalagi dengan 33 orang, itu menyebabkan keserasian, keseragaman, kekompakan, konsentrasi itu terjadi, dan arti lagu itu yang menyebabkan kami semangat , sampai sukses mementaskannya,” ucapnya.
Keterangan :
Selain demi menjaga kekompakan antarrelawan, pementasan kisah Mahabiksu Jian Zhen juga dimaksudkan agar para relaan lebih semangat lagi di jalan Bodhisatwa. “Dengan adanya pementasan ini, supaya para relawan lebih semangat lagi dalam Bodhisatwa,” ucap Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Biak. Perasaan semangat berjuang yang tersirat dalam pementasan tersebut juga telah menjalar ke jiwa Chandra Ferdinan selaku muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching). “Kesan dan pesan begitu melihat pementasan Xing Yuan ini adalah begitu bersemangat sehingga semangat itu masuk ke dalam diri saya, sehingga pesan saya untuk seluruh relawan di kota ini adalah terus berjuang dan teguh dijalan Bodhisatwa,”tutur relawan muda yang aktif di Jakarta ini.
Keterangan :
Di acara ini juga ada sesi berbagi cerita dengan salah satu penerima bantuan Tzu Chi bernama Bryan. Bryan mengalami cacat tubuh pada kaki kanannya karena terjatuh. Selama 7 tahun kakinya mengalami pembengkakan pada bagian paha sehingga membuat kakinya tidak tumbuh seperti orang normal. Itulah yang membuat Bryan mereasa tidak memiliki harapan untuk dapat hidup normal. Namun setelah berjodoh dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, harapan baru pun muncul, dan kasih sayang yang tulus dari insan Tzu Chi kepada Bryan telah memunculkan semangat hidup yang baru. Sebagai penutup dari acara, para tamu undangan maju satu per satu untuk menerima Angpaudari Master Cheng Yen. Diharapkan setelah berakhirnya acara pemberkahan akhir tahun ini, para insan Tzu Chi tetap semangat berjalan di jalan Bodhisatwa ini. |
| ||
Artikel Terkait
Komunikasi Harmonis dalam Keluarga
16 Maret 2015 Selain itu, dalam acara ini juga ditampilkan ilustrasi seorang anak yang tega menelantarkan orang tua mereka sendiri yang sudah tidak berdaya dimakan usia dan terjangkit berbagai penyakit. Melalui ilustrasi ini, para orang tua dan anak-anak diajak kembali mengakrabkan diri masing-masing, meluangkan waktu kebersamaan lebih erat lagi satu sama lain dalam suasana yang lebih kekeluargaan, lebih rukun, lebih harmonis.
Belajar Toleransi Melalui Film Dokumenter DAAI TV
01 Maret 2024DAAI TV dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa bekerjasama dengan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa dan BEM STAB Nalanda menggelar nonton bareng dan diskusi film dokumenter Jelajah Budaya Tionghoa Nusantara.










Sitemap