Senin, 17 Juni 2019
Indonesia | English

Pemberkahan Akhir Tahun di Biak

29 Januari 2013 Jurnalis : Shela Amelia (DAAI TV)
Fotografer : Nining Tanuria (Tzu Chi Biak

 

 

foto
Pada tanggal 26 Januari 2013, relawan Tzu Chi Biak mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun 2012 yang pertama kalinya.

Cuaca yang kurang bersahabat kala itu tidak menyurutkan semangat para insan Tzu Chi untuk  berkumpul demi menyatukan tekad pada acara pemberkahan akhir tahun. Acara ini diselenggarakan di aula gedung Vihara Buddha Dharma Biak pada tanggal 26 Januari 2013 dan dihadiri oleh 3 orang anggota Sangha, 90 orang relawan dan 110 orang donatur. Tujuan diadakannya acara pemberkahan akhir tahun ini adalah sebagai ungkapan syukur karena nikmat yang telah diberkan Tuhan pada satu tahun kemarin serta berdoa bersama demi terciptanya dunia yang bebas bencana.

 

Sekitar pukul 3 sore para insan Tzu Chi telah berkumpul untuk memulai acara pemberkahan Akhir tahun. Semua tamu undangan yang hadir begitu bersemangat untuk menghadiri acara tersebut. selain untuk yang pertama kalinya diselenggarakan, relawan juga menampilkan kisah Mahabiksu Jian Zhen.  

Selama kurang lebih 3 minggu, sebanyak 33 orang relawan daur ulang berlatih dengan kesungguhan hati demi menciptakan keserasian keseragaman serta kekompakkan dalam mementaskan kisah tersebut. Seperti yang dirasakan oleh Decky Smash yang memiliki dorangan semangat ketika latihan karena memahami arti dari lagu tersebut. “Latihan ini awalnya sangat sulit, tapi arti dari lagu ini membuat kerja jadi semangat. Sebab latihan ini perlu cinta kasih, kemudian disiplin. Di dalam kegiatan, dengan satu orang saja itu sangat sulit apalagi dengan 33 orang, itu menyebabkan keserasian, keseragaman, kekompakan, konsentrasi itu terjadi, dan arti lagu itu yang menyebabkan kami semangat , sampai sukses mementaskannya,” ucapnya.

foto  foto

Keterangan :

  • Pada acara pertama kali ini pula, relawan Biak menampilkan kisah Mahabiksu Jian Zhen melalui pementasan “Xing Yuan” (kiri).
  • Selama kurang lebih 3 minggu, sebanyak 33 orang relawan daur ulang berlatih dengan kesungguhan hati (kanan) .

Selain demi menjaga kekompakan antarrelawan, pementasan kisah Mahabiksu Jian Zhen juga dimaksudkan agar para relaan lebih semangat lagi di jalan Bodhisatwa. “Dengan adanya pementasan ini, supaya para relawan lebih semangat lagi dalam Bodhisatwa,” ucap Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Biak. Perasaan semangat berjuang yang tersirat dalam pementasan tersebut juga telah menjalar ke jiwa Chandra Ferdinan selaku muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching). “Kesan dan pesan begitu melihat pementasan Xing Yuan ini adalah begitu bersemangat sehingga semangat itu masuk ke dalam diri saya, sehingga pesan saya untuk seluruh relawan di kota ini adalah terus berjuang dan teguh dijalan Bodhisatwa,”tutur relawan muda yang aktif di Jakarta ini.

foto  foto

Keterangan :

  • Di acara ini juga diadakan sesi berbagi cerita dengan salah satu penerima bantuan Tzu Chi yang bernama Bryan. Ia mengalami cacat tubuh pada kaki kanannya karena terjatuh (kiri) .
  • Diharapkan setelah berakhirnya acara pemberkahan akhir tahun ini, para insan Tzu Chi tetap semangat berjalan di jalan Bodhisatwa ini (kanan) .

Di acara ini juga ada sesi berbagi cerita dengan salah satu penerima bantuan Tzu Chi bernama Bryan. Bryan mengalami cacat tubuh pada kaki kanannya karena terjatuh. Selama 7 tahun kakinya mengalami pembengkakan pada bagian paha sehingga membuat kakinya tidak tumbuh seperti orang normal. Itulah yang membuat Bryan mereasa tidak memiliki harapan untuk dapat hidup normal. Namun setelah berjodoh dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, harapan baru pun muncul, dan kasih sayang yang tulus dari insan Tzu Chi kepada Bryan telah memunculkan semangat hidup yang baru.

Sebagai penutup dari acara, para tamu undangan maju satu per satu untuk menerima Angpaudari Master Cheng Yen. Diharapkan setelah berakhirnya acara pemberkahan akhir tahun ini, para insan Tzu Chi tetap semangat berjalan di jalan Bodhisatwa ini.

 

 
 

Artikel dibaca sebanyak : 1081 kali


Berita Terkait


Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan

29 Mei 2019

Waisak 2019: Bersatu Hati Berdoa Bersama

20 Mei 2019

Menyebarkan Cinta Kasih di Tanah Papua

04 April 2019

Banjir Sentani: Merajut Berkah di Danau Sentani

02 April 2019

Banjir Sentani: Perhatian Bagi Keluarga Korban Banjir Bandang

01 April 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat