Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Perayaan Hari Ibu di Tzu Chi Batam

18 Mei 2018 Jurnalis : Rina Dewi(Tzu Chi Batam)
Fotografer : Andie Young, Smaily, Nopianto (Tzu Chi Batam)


Tidak hanya murid dari kelas Budi Pekerti saja, banyak relawan Tzu Chi juga memanfaatkan momentum berharga ini. Salah satunya Irwan relawan Abu Putih Tzu Chi Batam. Setelah menyuguhkan teh dan membasuh kaki ibu, Irwan pun memberikan pelukan hangat kepada sang ibu.

Salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan di dunia yaitu membalas budi orang tua. Oleh sebab itu, Master tidak jenuh-jenuhnya mengingatkan kita bahwa terdapat dua hal yang tidak boleh ditunggu di dunia ini, yaitu berbuat kebajikan dan berbakti kepada orang tua. Agar para murid kelas Budi Pekerti dapat menyadari betapa besar jasa orang tua mereka, setiap tahun Tzu Chi Batam selalu mengadakan acara perayaan Hari Ibu dan Hari Ayah.

Perayaan Hari Ibu Tzu Chi Batam tahun ini diadakan pada Minggu 13 Mei 2018 di Aula Jing Si Batam, Komplek Tzu Chi, Jln. Taman Indah Blok III. Sebelum perayaan dimulai, para peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran. Anak dan ibu yang akan mengikuti sesi suguh teh dan basuh kaki diberikan stiker tanda pengenal oleh panitia pendaftaran. Setelah itu, para peserta dipersilahkan untuk memasuki ruang acara di mana 400 kursi telah tersusun dengan rapi. Pada pukul 11.00 WIB, 419 peserta dan 30 relawan Tzu Chi memenuhi ruang acara. Dan pada pukul 11.15 WIB acara pun dimulai.


Puncak acara dari kegiatan Hari Ibu tidak lain ialah sesi suguh teh dan basuh kaki.

Serangkaian acara telah dipersiapkan oleh panitia untuk dipersembahkan kepada setiap peserta yang hadir. Pertunjukan pertama ialah peragaan isyarat tangan oleh murid dari kelas Qing Zhi Ban dan Xiao Tai Yang. Video ceramah Master Chen Yen mengenai berbakti pada orang tua pun kemudian diputarkan. Selanjutkan para peserta dihibur dengan nyanyian dari murid kelas Tzu Shao yang berjudul “You Raise Me Up”. Semua persembahan dari murid ini merupakan wujud terima kasih mereka kepada orang tua yang telah bersusah payah tanpa pamrih membesarkan mereka. Orang tua murid sangat terharu melihat anak mereka tampil di atas panggung.

Perayaan Hari Ibu kemudian mencapai puncak pada sesi suguh teh dan basuh kaki ibu. Saat anak-anak menyuguhkan teh kepada ibunya, tidak sedikit dari para ibu yang air matanya berlinang, apalagi saat sang anak membasuh kaki mereka. Bahkan Felicia, Wakil Koordiantor Pendidikan Tzu Chi Batam, pun tidak bisa menahan diri dan menangis saat memimpin sesi suguh teh dan basuh kaki. Hatinya sangat tersentuh saat melihat suasana yang begitu mengharukan dan memikirkan seandainya ibunya juga bisa turut hadir dalam acara dan berkesempatan untuk membasuh kaki ibunya.


Suwati mencium anaknya yang datang menghampirinya untuk mengucapkan 'Mommy, Mu Qin Jie Kuai Le’ yang berarti Mama, Selamat Hari Ibu.

"Setiap tahun saat Hari Ibu, mama saya selalu tidak di sini (Batam). Hari ini juga tidak bisa bersama merayakan Hari Ibu dengan dia karena saya ingin mengadakan kegiatan Hari Ibu Tzu Chi. Oleh sebab itu, saat mengatakan hal tersebut di panggung, dalam hati saya juga timbul keinginan untuk membasuh kaki mama,” jawab Felicia sambil meneteskan air mata.

Maia, ibu dari 2 orang anak, merupakan salah satu peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti perayaan Hari Ibu Tzu Chi. Ia sangat terharu saat sesi suguh teh dan basuh kaki. Tahun ini merupakan tahun pertama kedua anaknya bergabung dalam kelas budi pekerti Tzu Chi Batam. Baginya karena adanya jodoh dengan Tzu Chi baru dapat mengikuti acara ini.

"Ini tahun pertama saya ikut. Dengan ada acara ini, anak-anak jadi tahu ternyata mama itu perlu dihormati dan harus disayangi. Kita sendiri belum tentu lakukan yang sama ke orang tua kita,” seru Maia.


Para murid dari kelas Budi Pekerti Qing Zhi Ban, Xiao Tai Yang, dan Tzu Shao dengan isyarat tangan dan nyanyian menyampaikan kasih sayang dan terima kasih mereka kepada orang tua.

Tidak hanya murid dari kelas Budi Pekerti saja, banyak relawan Tzu Chi juga memanfaatkan momentum berharga ini untuk mengutarakan kata-kata yang di hari biasa tidak bisa mereka sampaikan ke orang tua mereka. Salah satunya Irwan relawan Abu Putih Tzu Chi Batam.

"Dulu saya memang sangat bandel tidak pernah mendengarkan orang tua jadi selalu melawan. Saya berterima kasih kepada orang tua saya yang mungkin dulu sering disakitin oleh saya,” ucap Irwan.

"Sangat berterima kasih kepada Tzu Chi karena mengadakan acara seperti ini bahwa saya berkesempatan untuk berbakti kepada orang tua, mencuci kaki orang tua. Saya  merasa sangat bahagia karena selama 40 tahun sekian tidak pernah ada acara seperti itu. Jadi saya sangat senang dan sangat berterima kasih,” Irwan menambahkan.


Kegiatan Hari Ibu Tzu Chi Batam yang diadakan pada 13 Mei 2018 ini dihadiri oleh 419 peserta dan 30 orang relawan.

Suwati sebagai panitia koordinator persiapan suvenir mengatakan persiapan acara ini membutuhkan waktu lebih kurang 3 minggu. Ia mengaku menemukan kesulitan dalam pelaksanaan tanggung jawab yang diberikan. Namun karena hatinya yang tulus untuk membantu dan kesabarannya membuat segalanya menjadi mudah. Pada saat acara berlangsung dan di tengah kesibukannya, anaknya Beryl yang merupakan murid dari Xiao Tai Yang tiba-tiba berjalan menhampirinya. Sambil memeluknya, sang anak tiba-tiba membisikan “Mommy, Mu Qin Jie Kuai Le (Mama, Selamat Hari Ibu)”. Ia sangat kanget melihat aksi spontan dari anaknya tersebut. Hal ini membuatnya sadar bahwa walau masih kecil anaknya bisa mengerti posisi ibunya.

Kegiatan perayaan Hari Ibu Tzu Chi yang berlangsung selama 90 menit, tepatnya dari pukul 11.15 hingga 12.45 WIB, dapat dikatakan sangat singkat. Namun, momen ini mungkin akan terus terukir di hati setiap ibu yang hadir. Kegiatan ini kembali menyadarkan kita bahwa kasih sayang dan cinta kasih seorang ibu kepada anaknya tiada batas. Walaupun telah berkali-kali disakiti dan diabaikan perkataannya, seorang ibu tetap akan tersenyum memaafkan perbuatan anaknya tersebut kapanpun. Hanya dengan tindakan yang begitu sederhana seperti memeluk ibu, mengucapkan kasih sayang kepada ibu, menyuguhkan teh dan membasuh kaki ibu sudah membuat seorang ibu sangat terharu dan merasakan bahagia.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 1050 kali


Berita Terkait


Berbakti pada Orang Tua adalah Akar dari Segala Kebajikan

14 Mei 2020

Waisak 2019: Peringatan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia

20 Mei 2019

Kasih Ibu Sepanjang Masa

17 Mei 2019

Berbakti Sebagai Balas Jasa

16 Mei 2019

Cinta Kasih untuk Ibu

10 Mei 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat