Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Sebersit Niat untuk Bersumbangsih Melalui Donor Darah

08 Oktober 2019 Jurnalis : Soit (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Julius, Soit (Tzu Chi Medan)


Suasana briefing sebelum donor darah dimulai. Briefing dilakukan oleh dr. Juskitar, Sp. KJ (seragam putih hitam) dan Joni Shixiong (di samping dr. Juskitar, Sp. KJ) sebagai koordinator kegiatan.

Minggu 22 September 2019, sejak Pukul 07.30 sebanyak 36 relawan Tzu Chi, 3 dokter TIMA, 2 relawan dokter Binjai, dan 10 relawan rompi yang berasal dari Binjai, Brahrang, Tandem, Stabat, Tanjung Pura, Pangkalan Brandan, dan Medan sudah berdatangan ke lokasi yang akan diadakan donor darah. Kali ini donor darah dilakukan di Binjai Supermall. Ini merupakan ketiga kalinya Donor Darah diadakan berkerja sama dengan Pihak Binjai Supermall. Binjai Supermall dinilai cocok sebagai tempat untuk dilaksanakannya Donor Darah karena mall atau pusat keramaian satu-satunya yang ada di Kota Binjai. Tempat ini juga bersifat umum atau universal sesuai dengan visi Tzu Chi yang bersifat universal tanpa membeda-bedakan.

Relawan yang bertugas di bagian logistik sudah mulai menyusun dan menata tempat donor darah sejak Sabtu 21 September 2019, pukul 22.00 sampai 24.00. Keesokan harinya, tepat pada pukul 08.30 setelah melakukan doa bersama, Joni Shixiong sebagai koordinator kegiatan dan dr. Juskitar Sp. KJ., memberikan pengarahan kepada relawan tentang tugas masing-masing bagian.


Antusias masyarakat untuk bersumbangsih melalui donor darah terlihat dari banyaknya antrean.


Noni Shijie relawan pemerhati di ruangan donor memberikan perhatian kepada para donor sehingga mereka merasa nyaman.

Tepat pukul 09.00 pendaftaran mulai dibuka, para calon pendonor yang sudah menunggu akhirnya mulai mengisi form pendaftaran, kemudian diarahkan untuk menimbang, serta melakukan cek tensi darah dan hemogoblin. Pendonor yang berhasil memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya kemudian diarahkan ke ruangan donor, di sana anggota PMI Kota Binjai sudah bersiap untuk melakukan pengambilan darah. Kehadiran relawan pemerhati di ruangan donor sangat dirasakan oleh para donor. Walaupun banyak donor yang baru pertama kali mendonorkan darah dan merasa takut melihat jarum ataupun darah, tapi dengan adanya relawan pemerhati yang mengajak mereka mengobrol, menceritakan sekilas tentang visi dan misi Tzu Chi membuat suasana donor darah yang awalnya tegang menjadi nyaman dan penuh kehangatan.

Baksos Donor Darah kali ini juga diikuti oleh tiga dokter TIMA (Tzu Chi International Medical Association). Mereka merupakan dokter yang telah bergabung ke barisan relawan Tzu Chi dan juga dua orang dokter setempat yaitu dr. Hadi Susanto dan dr. Leo Hartono. Dengan dr. Linda Chiuman, MKM., sebagai PIC tim TIMA yang membuka Pojok Kesehatan TIMA bagi para donor yang berhasil ataupun gagal donor. Pojok Kesehatan TIMA ini juga diperuntukkan bagi pengunjung mall yang ingin berkonsultasi dan memeriksakan kesehatan mereka. Tujuan diadakannya Pojok Kesehatan TIMA menurut dr. Enie, MKT, AIFO-K., adalah untuk mengenalkan masyarakat salah satu misi Tzu Chi yaitu misi kesehatan dengan memberikan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gratis, serta juga untuk menggalang hati masyarakat yang berjodoh dan berminat menjadi relawan.


Suasana Pojok Kesehatan TIMA, dokter TIMA memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para donor yang berhasil ataupun gagal, serta bagi pengunjung mall.

Dari sekian banyaknya pendonor ada salah seorang pendonor yang berhasil memenuhi persayaratan untuk donor darah. Sambil menenteng jaket ojek online, Bapak Robin Alex Manik yang berusia 39 tahun berbaring mendonorkan darahnya. Ia mengetahui kegiatan donor darah ini sewaktu ada pemesanan makanan vegetaris di rumah makan vegetaris di Jalan Dewi Sartika Binjai dan rumah makan vegetaris di Jalan Bangkatan Binjai. Di sana ia melihat brosur donor darah yang ditempelkan. Sebersit niat pun muncul untuk ikut mendonorkan darahnya nanti. Ia sudah mengenal Tzu Chi dari tayangan DAAI TV, yang membuanya yakin untuk mendonorkan darahnya.

Bapak Robin Alex Manik menceritakan beberapa tahun yang lalu pernah melakukan pemeriksaan darah dan dianjurkan untuk mendonorkan darahnya. Kakaknya yang merupakan seorang perawat di rumah sakit swasta di Binjai juga selalu mendorong dirinya untuk ikut mendonorkan darah. Akhirnya Minggu ini, ketika ada pemesanan makanan di salah satu kounter di Binjai Supermall dan melihat kegiatan donor darah yang sedang berlangsung, ia kembali teringat akan sebersit niatnya. Setelah menyelesaikan pengantaran makanan, ia bergegas datang untuk berdonor. Ini merupakan donor darah pertamanya dan selanjutnya beliau akan rutin mendonorkan darahnya.


Ida Shijie memperkenalkan salah satu misi di Tzu Chi, yaitu misi amal melalui celengan bambu kepada para donor di ruangan konsumsi.

Koordinator kegiatan ini Joni Shixiong mengatakan Baksos Donor Darah ini bertujuan untuk memberikan kesempatam bagi masyarakat luas di sekitar Kota Binjai untuk bersumbangsih, sekaligus memperkenalkan visi dan misi Tzu Chi ke masyarakat, merekrut calon relawan dan donator Tzu Chi, serta membantu penggalangan kantong darah yang dibutuhkan oleh rumah sakit melalui PMI Kota Binjai. Dalam kegitan donor darah ini berhasil terkumpul 98 kantong darah.

Sementara itu ada sebanyak 56 donor yang berniat untuk lebih mengenal Tzu Chi dan menjadi calon relawan kemudian mengisi formulir relawan, sebanyak 36 celengan juga berhasil dibagikan bagi para donor yang ingin menjadi donatur.

Mengutip Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Seandainya kita dibutuhkan dan dapat menyumbangkan sesuatu bagi orang lain adalah kehidupan yang paling berbahagia”, ini sesuai dari wajah bahagia yang terpancar dari wajah para donor maupun relawan yang mengikuti kegiatan donor darah ini.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 324 kali


Berita Terkait


Setetes Darah Cinta Kasih

12 Desember 2018

Menolong Orang Sekaligus Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

07 Desember 2018

Baksos Donor Darah

03 Juni 2013


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dengan kasih sayang kita menghibur batin manusia yang terluka, dengan kasih sayang pula kita memulihkan luka yang dialami bumi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat