Kamis, 15 November 2018
Indonesia | English

Sebutir Benih Bagi Dunia yang Bersih

06 November 2018 Jurnalis : Ami Haryatmi (He Qi Barat 2)
Fotografer : Mega Wati (He Qi Barat 2)


Insan Tzu Chi bersama warga Taman Aries melakukan doa bersama agar dunia terhindar dari bencana.

Sejatinya, setiap manusia mampu menjadi penyelamat dunia bila mau belajar dan berusaha. Benarkah demikian? Mari kita renungkan Kata Perenungan Master Cheng Yen bahwa, Jika hendak menyelamatkan dunia, hendaknya setiap orang harus menjalankan Pelestarian Lingkungan batin, masyarakat dan bumi.”

Oleh karenanya relawan Tzu Chi di seluruh dunia terus menerus menggalang hati setiap insan baru untuk turut serta dalam kegiatan Tzu Chi. Salah satunya, yang secara berkesinambungan dilakukan di Taman Aries Jakarta Barat. Tidak hanya melakukan pelestarian lingkungan untuk bumi namun juga menggalang hati masyarakat sekitar untuk berperan serta.

Hari Minggu 4 November 2018, sejumlah 22 insan Tzu Chi dan warga sekitar mengadakan kegiatan rutin pelestarian lingkungan di RW 06 Blok D Taman Aries, Jakarta Barat. Kegiatan yang dimulai pada pukul 7.30 sampai dengan pukul 11.30 WIB ini diselingi dengan doa bersama, doa bagi keselamatan dunia.

Di tempat ini telah bertahun-tahun insan Tzu Chi dengan didukung pejabat setempat, menggalang hati masyarakat dengan mengajak serta insan baru untuk mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan.

Insan baru yang hadir salah satunya adalah Lily. Lily. wanita paruh baya tersebut meskipun telah sering bersumbangsih barang daur ulang namun baru kali ini berkesempatan hadir di Blok D dan mendengarkan tentang Misi Tzu Chi yang dijelaskan oleh Lo Li Fang, relawan Tzu Chi.

“Saya tidak hanya bersumbangsih barang yang tidak terpakai. Tapi terus belajar dan berusaha untuk berbuat kebaikan lainnya, sesuai ajaran agama yang saya anut. Hari ini saya senang bisa bertemu dengan relawan dan warga lainnya,” ungkap Lily.


Yovita (berbaju merah muda), relawan baru sejak bulan Mei 2018 dan telah turut ikut sosialisasi.

Kegiatan Pelestarian Lingkungan ini juga dihadiri oleh Yovita (Kho Lian Hoen), relawan dari Bojong, Jakarta Barat yang bergabung di Tzu Chi sejak bulan Mei 2018. Yovita tertarik dengan Tzu Chi ketika tanpa sengaja melihat spanduk kegiatan yang dipasang di rumah seorang relawan. Kemudian Yovita mengikuti sosialisasi untuk menjadi relawan, dan mulai mengikuti beberapa kegiatan lainnya.

Bagi Yovita, melestarikan lingkungan adalah memang hasratnya untuk terus berkontribusi menyelamatkan dunia dari hal yang paling sederhana. Semisal, Yovita berpantang keras untk menggunakan plastik. Setiap berbelanja dia menggunakan tas dari kain, mengurangi pemakaian barang-barang yang merusak lingkungan, dan turut serta mendaur ulang barang yang telah dibuang. Hal ini diajarkan pada keluarga dan orang sekitarnya.

“Sejak lama saya simpatisan di Green Peace Indonesia, komunitas yang peduli terhadap keselamatan dunia beserta isinya. Tidak hanya bumi tapi juga alam, langit dan hewan serta tumbuhannya. Dengan mengasihinya, kita akan mengasah kepekaan batin terhadap welas asih, cinta kasih dan kepedulian terhadap apapun di sekitar kita.” Ungkapan Yovita senada dengan niatan Lily dan sesuai dengan ajaran Master Cheng Yen.


Lily (calon relawan Tzu Chi) nampak sedang memilah barang daur ulang, sambil mengungkapkan niatnya untuk terus bersumbangsih demi keselamatan lingkungan.

Lily yang diketuk hatinya untuk segera bergabung menjadi relawan Tzu Chi dan Yovita sebagai relawan yang telah mengikuti sosialisasi, merupakan benih-benih yang diharapkan akan terus bertumbuh kembang bersama Tzu Chi yang memiliki misi cinta kasih yang mendunia.

Benih-benih kecil yang akan terus berkembang menjadi tak terhingga. Mereka adalah sebutir benih bagi dunia yang bersih yang akan menularkan virus kebajikan, welas asih. dan kepedulian terhadap bathin sendiri, terhadap masyarakat sekitar dan terhadap lingkungan. Mereka adalah benih-benih yang akan mengikuti jejak relawan pendahulunya untuk mengemban Misi Tzu Chi dan menjadi penyelamat dunia dimulai dari hal sederhana, dari masyarakat sekitarnya, dalam skala yang terjangkau mereka.

Editor: Khusnul Khotimah 

Artikel dibaca sebanyak : 200 kali


Berita Terkait


Sosialisasi Pelestarian Lingkungan Perdana Di Cikarang

31 Oktober 2018

Kegiatan Pelestarian Lingkungan di SD Desa Sandul

26 Oktober 2018

Geliat Pelestarian Lingkungan di Lokasi Pemilahan Baru

21 September 2018

Sampah Botol yang Menjadi Bernilai

12 September 2018

Tujuh Tahun Konsisten Membangun Tekad Pelestarian Lingkungan

10 Agustus 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat