Semangat Pelestarian Lingkungan di Clean-Up Day Waduk Pluit
Jurnalis : Kshantica, Moses (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Yu Yong Chia, Lisa, Laode Rizal (Tzu Chi Sinar Mas)Dengan penuh keceriaan, pada hari Sabtu itu para
relawan bahu-membahu membersihkan waduk Pluit.
Hari Sabtu 23 Maret 2019 merupakan hari yang sedikit berbeda dari hari Sabtu yang biasanya para peserta ini lalui. Setelah Senin hingga Jumat dilalui dengan rutinitas kantor, biasanya hari Sabtu dinanti-nantikan karena merupakan hari libur. Namun, beberapa peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kerelawanan Tzu Chi dengan antusias berkumpul untuk melaksanakan kegiatan Clean-Up Day pada Sabtu itu.
Pedy Harianto bersama relawan lainnya sedang mengumpulkan sampah di sekitar sisi waduk.
“Saya tertarik mengikuti kegiatan ini karena sebenarnya saya sudah dari lama ingin ikut kegiatan sosial atau kemanusiaan tapi karena kerja terus dan sebelumnya belum tahu bisa ikut kegiatan seperti ini lewat wadah mana jadi belum pernah terlaksana,” ungkap Rendy yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kerelawanan.
Relawan dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bergotong-royong mulai dari mengambil dan memilah sampah yang mereka temukan di sisi waduk.
Para relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Xie Li Thamrin yang merupakan relawan yang berasal dari area perkantoran Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Jakarta Pusat dan MSIG Tower, Jakarta Selatan mengajak karyawan beserta keluarganya bahu membahu membersihkan Taman Wisata Waduk Pluit di daerah Penjaringan, Jakarta Utara. Dengan semangat untuk berbagi cinta kasih, selain relawan Xie Li Thamrin, para relawan dari Xie Li Downstream Marunda dan unit usaha Sinar Mas lainnya yaitu Bina Sinar Amiti (Bizzy Logistics) juga turut serta dalam kegiatan.
Sebelum relawan menyisiri sisi waduk, terlebih dahulu diberi penjelasan seputar penggunaan alat-alat dan teknis pengumpulan dan pemilahan sampah.
Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Jakarta Pusat menjadi titik berkumpul pada hari itu. Setelah berkumpul, pukul delapan pagi relawan pun bergerak menujuk Waduk Pluit. Setibanya di lokasi kegiatan, sebanyak 17 relawan dan 52 peserta yang hadir kemudian dibagi ke dalam 4 kelompok untuk menyisir sisi waduk di taman seluas 10 hektar tersebut.
Dengan penuh ceria dan canda tawa, relawan memilah sampah yang dapat didaur ulang dan tidak dapat didaur ulang. Berpuluh-puluh kantong sampah terkumpul dengan cepat, setiap wajah menyuntingkan senyuman walaupun dipenuhi peluh. Setelah mengambil dan memilah sampah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penulisan Pledge Card atau kartu janji.
Semangat para relawan pada hari itu berhasil
mengumpulkan berpuluh-puluh kantong sampah.
Setelah ditulis, tulisan dalam kartu janji kemudian dibacakan oleh masing-masing di setiap kelompok. Melalui penulisan dan pembacaan komitmen dalam kartu janji, diharapkan pemahaman dan tekad dalam menjaga lingkungan dapat semakin dikuatkan. Sesi ini pun semakin menambah antusiasme para peserta dan relawan pada siang yang terik hari itu.
“Dengan kegiatan ini diharapkan kita di sini semakin terpanggil untuk masing masing memulai dari diri kita sendiri dan kemudian mengajak keluarga kita kemudian lingkungan sekitar kita untuk turut serta menjaga lingkungan,” jelas Pedy Harianto Ketua Xie Li Thamrin.
Sesi penulisan kartu janji menambah keceriaan suasana. Dengan semangat para relawan menuliskan komitmen dan tekadnya dalam menjaga lingkungan.
Dalam Kata Perenungannya, Master Cheng Yen berkata, “Jika hendak menyelamatkan dunia, setiap orang harus menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan batin, masyarakat dan bumi”. Walaupun sumbangsih yang dilakukan tidaklah besar, namun diharapkan dapat memberikan dampak yang positif. Selain bagi lingkungan itu sendiri, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan lebih banyak lagi pribadi-pribadi yang lebih peduli dengan lingkungan.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Tantangan 21 Hari Wholefood Vegan Diet Tzu Chi Medan
11 Oktober 2021Tzu Chi Medan menggelar Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh (Wholefood Vegan Diet) periode 3-23 Oktober 2021. Program ini diikuti oleh 40 peserta yang dibimbing dan diawasi oleh Dr. Susianto, seorang doktor gizi.
Stop Buang-buang Makanan!
06 September 2019Siapa yang tidak happy kalau makan siang saja disambut dua maskot relawan Tzu Chi. Tampilan dan tingkahnya lucu. Belum lagi teman-teman si maskot berkostum sayur dan buah yang sangat ramah. Karyawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, karyawan DAAI TV, juga orang tua siswa Sekolah Tzu Chi Indonesia pun bersemu merah saat memasuki Kantin Tzu Chi Indonesia. Ada apa?







Sitemap