Rabu, 26 Juni 2019
Indonesia | English

Tzu Ching Makassar Bagikan Takjil, Ojek Online Pun Tersanjung

10 Juni 2019 Jurnalis : Sutriani (Tzu Chi Makassar)
Fotografer : Nabila (Tzu Chi Makassar)


Para pengemudi ojek online menerima takjil dari muda-mudi Tzu Chi atau Tzu Ching Makassar, Minggu 26 Mei 2019. 

Yayasan Buddha Tzu Chi Makassar bagi-bagi takjil untuk umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa di Bulan ramadhan yang penuh berkah, Minggu (26/5/2019). Bagi-bagi takjil ini dilakukan di tiga titik yakni, di Taman Segitiga, di Jalan Ince dg Ngoyo, dan di Kwarcab. Ketiga lokasi ini, berada tidak jauh dari lokasi Kantor Tzu Chi Makassar.

Ketua Tzu Ching Makassar, Andika mengatakan kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang akan selalu dilaksanakan oleh anak Tzu Ching ketika bulan Ramadhan. “Tahun lalu (2018) adalah awal kami melakukan hal seperti ini. Kami harap ini bisa menjadi agenda tahunan, karena sebagai insan Tzu Chi kami tahu berbagi itu sangat perlu, ada keindahan di dalamnya,” katanya.

Andika bersama 25 relawan tak tanggung-tanggung untuk turun ke jalan, meski macet yang berkepanjangan menghiasi kota Makassar. Seperti biasa, Makassar memang terkenal dengan kemacetan. Apalagi ketika bulan puasa, masyarakat memadati jalan untuk mencari lokasi yang nyaman saat berbuka puasa bersama.


Anggota Tzu Ching Makassar dengan rasa hormat memberikan takjil kepada salah seorang tukang becak.


Bagi-bagi takjil ini dilakukan di tiga titik yakni, di Taman Segitiga, di Jalan Ince dg Ngoyo, dan di Kwarcab.

Sejak pagi, pukul 9.00 Wita, anak-anak Tzu Ching sudah hadir di Kantor Tzu Chi Makassar untuk membuat menu takjil yang akan dibagikan. Menu utama yang dibuat adalah es buah 150 gelas, snack yang berisi kue sebanyak 150 pcs, serta bingkisan lebaran sebanyak 150 juga.

"Mungkin ini terkesan sederhana, tapi kami memiliki doa yang amat mulia bagi mereka yang menerima,” harap Andika.

Bagi-bagi takjil dimulai pukul 17.00 Wita. Tak sembarang pula orang yang diberikan, tetap memilah-milah. Seperti diprioritaskan untuk tukang becak, pengemudi ojek online (ojol), penyapu jalan, tukang parkir, dan sopir pete-pete (angkot).

 

Bagi-bagi takjil ini sudah menjadi agenda rutin Tzu Ching Makassar tiap tahunnya.


Sejak pagi anak-anak Tzu Ching sudah berkumpul untuk menyiapkan menu takjil.

Utamanya bagi tukang becak dan penyapu jalan, kerap kali mereka hanya berbuka dengan segelas air putih. Sementara mengapa ojol menjadi salah satu sasaran Tzu Ching tahun ini, karena pengemudi ojol saat mendekati waktu berbuka puasa, teramat sibuk mengantarkan pesanan menu buka kepada pelanggan, sehingga kerap kali lupa untuk memikirkan menu buka puasa bagi diri sendiri.

"Terimakasih untuk adik-adik Tzu Ching, saya tentu menikmati takjil yang diberikan. Saya merasa tersanjung karena ada yang memahami posisi saya. Jujur jika sudah mau buka puasa, jalan macet, yang mau pesan makan buka puasa biasanya banyak, jadinya kami biasa lupa beli untuk diri sendiri, terlalu memikirkan pesanan pelanggan,” tutur Agus, salah satu pengemudi ojek online.

Koordinator Bagi-bagi Takjil, Aulia, menambahkan dirinya mengajak sejumlah temannya dari Akademi Kebidanan Pelamonia untuk ikut bergabung bersama.

 

Menu utama yang dibuat adalah es buah 150 gelas, snack yang berisi kue sebanyak 150 pcs, serta bingkisan lebaran sebanyak 150 juga.

"Selain mengajak mereka berbuat kebijakan, sekaligus saya ingin memperkenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi, agar nantinya hati mereka bisa tergerak untuk bergabung bersama kami di Tzu Ching hanya dengan melihat kegiatan kami," kata Aulia.

Kegiatan ini pun selesai pukul 18.00 Wita dengan menghabiskan semua menu takjil yang dibuat termasuk bingkisan.

“Kami sangat senang bisa ikut berbagi. Semoga kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman di Tzu Chi ini, bisa menjadi contoh bagi mereka yang memiliki kehidupan lebih agar ingin berbagi kepada sesama," tutur Syifa, mahasiswa Akademi Kebidanan Pelamonia. 

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 133 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat