Waisak 2556: Doa dan Ketulusan
Jurnalis : Moralis (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Mie Li (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)|
|
| ||
Bertempat di SD Maha Bodhi, tahun ini adalah untuk pertama kalinya kantor penghubung Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan perayaan hari Waisak di luar ruangan. Satu minggu sebelum hari perayaan relawan Tzu Chi mulai mengundang masyarakat umum untuk menghadiri perayaan Waisak yang khidmat. Para relawan juga dengan sepenuh hati mendekorasi tempat dan panggung perayaan. Relawan yang diundang untuk mengikuti gladi bersih tanpa mengenal lelah berjuang langkah demi langkah, dengan harapan dapat mempersembahkan perayaan waisak dengan tertib dan khidmat, kesungguhan dan tekad hati dari relawan telah menginspirasi relawan lainnya, membuat keluhan hati mencair menjadi rasa bahagia. Malam sebelum hari raya tempat perayaan diguyur oleh hujan deras begitu pula ketika hari perayaan terjadi hujan gerimis, hal ini membuat relawan merasa cemas akan pelaksaan hari Waisak ini. Akan tetapi, yang patut disyukuri adalah beberapa saat sebelum perayaan hujan akhirnya berhenti, cuaca pun perlahan-lahan menjadi cerah. Tepat pukul 9 pagi, 79 relawan membuka babak pertama perayaan Waisak. Dengan ketulusan hati “bersujud di kaki Buddha dan menerima harumnya bunga”, dengan harapan ajaran dan jiwa Buddha dapat terserap di dalam hati, demi membentuk jiwa yang dipenuh dengan rasa cinta dan rasa syukur. Babak pertama perayaan Waisak telah usai, para relawan mulai memegang kartu bodhi, serta menulis harapan mereka di kartu tersebut, kemudian menggantung kartu tersebut ke atas batang pohon. Hal ini telah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengungkapkan harapannya, karena dengan adanya harapan maka timbullah kekuatan.
Keterangan :
Kemudian setelah itu 71 orang tamu mulai berdatangan satu persatu. Orang tua yang umurnya sudah lewat dari setengah abad, ataupun Bodhisatwa tua yang beragama Kristen, serta balita yang masih digendong dalam pelukan ibunya juga hadir di perayaan ini, untuk merasakan kebijaksanaan Buddha yang bagai laut luas. Babak kedua perayaan Waisak dibuka dengan sempurna melalui alunan musik yang indah. Cai Ai-ling salah satu relawan Tzu Chi yang diwawancara pada saat itu menyatakan tidak menyangka perayaan Waisak kali ini dapat tertib dan teratur seperti ini, karena di malam sebelum perayaan dia sempat mencemaskan meditasi pradaksina akan berantakan, namun tidak seperti yang dibayangkan olehnya, hari ini semua relawan sangat rapi saat berjalan, hal ini membuatnya merasa sangat terkejut. Salah satu relawan yang baru pertama kali menghadiri acara perayaan Waisak Mai Yi-xian mengatakan sangat senang dapat menghadiri perayaan Waisak ini, dia berharap tahun depan akan ada lebih banyak relawan yang hadir dalam kegiatan yang sangat bermakna ini, karena dia ingin membagikan rasa senang dalam hatinya untuk semua orang. Setelah perayaan Waisak berakhir, para relawan mempersembahkan sebuah lagu “Tangan Ibu” kepada seluruh Ibu yang hadir, sebagai ungkapan rasa terima kasih atas pengorbanan Ibu selama ini. kemudian diadakan upacara pemberian teh, anak-anak dengan tertib berlutut dihadapan Ibu, kemudian mempersembahkan segelas teh untuk ibunya, terakhir ditambah dengan sebuah pelukan hangat, mata para ibu yang sedang duduk pun memerah karena peristiwa ini. karena rasa haru ini, sehingga merasa pengorbanannya selama ini layak dilakukan. Setelah peristiwa mengharukan ini, perayaan acara Waisak telah mendekati akhir. Semoga perayaan Waisak yang khidmat dan tertib ini, doa serta harapan tulus dari semua orang dapat terdengar oleh Tuhan, hati manusia menjadi bersih, masyarakat tentram, dunia damai tanpa ada bencana. | |||
Artikel Terkait
Mengembuskan Semangat Warga Penyintas Kebakaran di Kemayoran Melalui Paket Bantuan Tzu Chi
17 Desember 2024Sebanyak 302 paket bantuan kebakaran dari Tzu Chi mengukir seutas senyum di wajah warga Kebon Kosong Kemayoran, Jakarta Pusat. Perhatian para relawan membuat mereka yakin bahwa kesedihan mereka akan segera berlalu karena merasa tak sendirian.
Berkah Perayaan Hari Bacang di Panti Sahabat Baru
21 Juni 2017Bagi opa dan oma di Panti Sahabat Baru, waktu sepertinya sudah terhenti. Sehari-hari mereka hanya menunggu kedatangan sanak saudaranya yang berkunjung. Namun kedatangan relawan Tzu Chi dari komunitas Kebon Jeruk hari itu membangkitkan ingatan mereka pada perayaan Pe-Cun atau perayaan hari Bacang.
Penuh Berkah, Juga Penuh Syukur
15 Desember 2023Para relawan Tzu Chi Bandung mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma yang berada di Jalan Taman Kopo Indah II, Kabupaten Bandung. Kunjungan kasih ini sekaligus dalam rangka menyambut Natal 2023.








Sitemap