“Inilah Sofyan Apa Adanyaâ€
Jurnalis : Juliana Santy, Fotografer : Juliana Santy , Dok. Pribadi|
|
| ||
| Saat memasuki pintu, sebuah senyum dan sambutan yang hangat kurasakan ketika sang anak muncul dari kamarnya. Ini adalah kali pertama aku bertemu dengannya, karena selama ini aku mengetahui dirinya melalui media Tzu Chi (Buletin, Majalah dan DAAI TV). Mengingat Kembali Kisah Sofyan Jodoh pun bertaut saat Sofyan dan ibunya datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mencari informasi tentang bantuan pengobatan yang ada dirumah sakit tersebut. Di sanalah Sofyan bertemu dengan relawan Tzu Chi yang sering datang ke rumah sakit tersebut untuk mengurus pasien-pasien bantuan pengobatan khusus Tzu Chi. Setelah itu Sofyan pun datang ke baksos kesehatan Tzu Chi pada tanggal 27 Maret 2004. Setelah diperiksa oleh seorang dokter yang berasal dari Taiwan, ia pun dirujuk untuk berobat ke Taiwan. Saat itu relawan Tzu Chi mengurus segala kebutuhannya untuk berobat ke Taiwan.
Keterangan :
Saat ini Sofyan sudah berusia 22 tahun dan tumbuh semakin dewasa. Walaupun Sofyan tidak dapat melihat dengan jelas, terutama saat membaca, menulis, dan berjalan, namun ia membuktikan bahwa ia mampu seperti anak-anak normal lainnya. Ia telah menamatkan pendidikannya di SMA PGRI 3 sejak tahun 2009 dan tetap aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dan kursus-kursus yang ada di Yayasan Mitra Netra, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Perjalanan yang cukup jauh harus ia tempuh dari rumahnya untuk pergi menuju sekolah dan yayasan tersebut. Ia pun pergi seorang diri menggunakan kendaraan umum. Karena keterbatasan penglihatan, sang ibu, Rosmilah, selalu merasa khawatir saat Sofyan pergi seorang diri. Ia selalu menghubungi Sofyan untuk menanyakan kabar apakah sofyan sudah sampai atau belum. Dahulu ia dapat ikut serta mengantarkan sofyan, namun sejak sang ayah meninggal dunia, ia pun tak dapat lagi mengantarkan sofyan karena ia harus bekerja mencari nafkah bagi ketiga orang anaknya. Hingga saat ini Rosmilah bekerja di Depo Pelestarian lingkungan Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat.
Keterangan :
Yayasan Mitra Netra adalah organisasi nirlaba yang memusatkan programnya pada upaya meningkatkan kualitas dan partisipasi tunanetra dibidang pendidikan dan lapangan kerja. Dari tempat ini Sofyan mulai belajar mengenal huruf Braille, belajar bahasa Jepang hingga mengikuti kursus komputer berbicara. Saat itu aku sempat bingung apa yang dimaksud dengan komputer berbicara, lalu Sofyan pun mengambil laptopnya untuk menunjukkan kepadaku apa itu komputer berbicara. Dengan mahir ia mengoperasikan perangkat komputernya tersebut, ia tak dapat melihat dengan jelas layar monitor, tetapi ia dapat mendengar dengan jelas suara dari komputer tersebut. Sofyan mendapatkan banyak pelajaran yang berguna baginya. Jalinan Kasih yang Terus Berlanjut Sofyan bercita-cita menjadi seorang konselor, yaitu seseorang yang mempunyai keahlian di bidang konseling. Oleh karena itu ia pun memutuskan menempuh pendidikan lebih lanjut di perguruan tinggi dan mengambil jurusan bimbingan konseling. Minat belajarnya yang besar dan nilai pelajarannya yang baik membuatnya mendapatkan beasiswa dari Yayasan Buddha Tzu Chi untuk biaya pendidikannya di Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta. “Inilah Sofyan apa adanya. Sofyan ingin sukses, ingin membahagiakan orangtua. Sofyan ingin bisa cari uang sendiri, bisa mandiri,” kata Sofyan dengan penuh keyakinan. | |||
Artikel Terkait
Turut Menjadi Relawan Pelestari Lingkungan
21 Maret 2019Pelantikan relawan pelestarian lingkungan diadakan bersamaan dengan pelantikan relawan Calon Komite Tzu Chi Tahun 2019. Sebanyak 15 relawan pelestarian lingkungan dilantik, ditandai dengan penyematan nametag dan pemberian topi berlogo pelestarian lingkungan Tzu Chi oleh Ketua dan Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia.
Sabar Dan Ulet Demi Sebuah Misi
12 Oktober 2016Yuan-yuan merupakan salah satu agenda yang diadakan relawan Tzu Chi selepas mengadakan sebuah kegiatan, salah satunya pada acara kamp kelas budi pekerti Er Tong Ban pada tanggal 1-2 Oktober 2016.
Pemuda! Mari Keluar Dari Comfort Zone
13 Desember 2019Setelah melakukan Sosialisasi tentang We Are Vegetarians and Earth Saviors (WAVES) pada 17 November 2019 lalu, relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) didukung murid-murid Kelas Budi Pekerti Tzu Chi (Tzu Shao) Batam mulai menunjukkan aksi nyata mereka dalam melestarikan lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 relawan, 11 Tzu Ching, 12 Tzu Shao, dan 5 Sukarelawan.










Sitemap