Setetes Darah, Sejuta Harapan di Lotte Mart Taman Surya

Jurnalis : Yennie (He Qi Jakarta Barat 1), Fotografer : Jenny Tandika, Yenny Chansa, Rachmat Sudarmanto (He Qi Jakarta Barat 1)

Reza Anisa, pendonor pemula, berhasil melewati kecemasan donor pertamanya dan merasakan kebahagiaan setelah mendonorkan darah. Ia bertekad menjadikan donor darah sebagai kebiasaan berbagi kehidupan. Kegiatan donor darah ini hasil kolaborasi relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, PMI,  dan Lotte Mart Taman Surya.

Sabtu pagi, 24 Januari 2026, Lotte Mart Taman Surya, Jakarta Barat, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan donor darah yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. Cuaca cerah seolah menyambut semangat para pendonor yang datang untuk berbagi kehidupan melalui setetes darah.

Sebanyak 94 orang tercatat hadir sebagai calon pendonor. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak 72 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya.

Kegiatan donor darah ini terlaksana berkat kolaborasi relawan Yayasan Buddha Tzu Chi dari komunitas He Qi Jakarta Barat 1 bersama PMI. Sebanyak 25 relawan Tzu Chi terlibat aktif, didukung oleh delapan petugas PMI yang melayani para pendonor dengan tertib, ramah, dan penuh kehangatan.

Gwendi (20) bersama sang ibu mengikuti donor darah untuk pertama kalinya. Mahasiswa asal Chiayi, Taiwan, ini terinspirasi dari kedua orang tuanya serta teman-teman kampusnya yang rutin berdonor. Kegiatan donor darah digelar di Lotte Mart Taman Surya, Jakarta Barat.

Para calon pendonor mengisi data diri dan riwayat kesehatan di meja pendaftaran. Dari sinilah niat baik dimulai, menjadi langkah awal mengalirkan harapan bagi sesama. Kegiatan donor darah ini diikuti oleh 94 calon pendonor.

Area donor darah ditata dengan rapi agar proses berjalan nyaman tanpa mengganggu aktivitas pengunjung pusat perbelanjaan. Salah satu pendonor yang hadir adalah Gwendi (20), yang datang bersama kedua orang tuanya. Mahasiswa asal Chiayi, Taiwan, ini termotivasi mendonorkan darah untuk pertama kalinya berkat teladan dari orang tua serta teman-teman kampusnya yang rutin berdonor.

“Saya baru pertama kali donor. Saya terinspirasi dari kedua orang tua dan teman-teman kampus saya yang rutin mendonorkan darah,” ungkap Gwendi yang tengah menjalani masa libur kuliah.

Meski sempat diliputi rasa khawatir, Gwendi memberanikan diri mengikuti donor darah untuk pertama kalinya. Pengalaman tersebut justru menumbuhkan keyakinan baru. Sejak lahir, Gwendi telah menjalani pola makan vegetarian dan ingin membuktikan bahwa hidup sehat dapat berjalan seiring dengan berbagi kepada sesama. Langkah pertamanya mendonorkan darah menjadi awal niatnya untuk terus menebar manfaat di kesempatan mendatang.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pemeriksaan kesehatan kepada setiap calon pendonor, mulai dari pengukuran berat badan, tekanan darah, hingga kadar hemoglobin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pendonor dan kualitas darah bagi penerima.

Berbeda dengan Gwendi, Charles (63) merupakan pendonor rutin. Ia mulai mendonorkan darah sejak usia 50 tahun sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus membantu sesama. Kini, Charles merasakan tubuh yang lebih bugar dan hati yang lebih lapang. Didampingi sang istri, Herly, pasangan ini setia hadir dalam berbagai kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

Semangat berbagi juga tampak dari Reza Anisa (27). Sebagai pendonor pemula, Reza sempat merasa cemas sebelum mendonorkan darahnya. Namun setelah berhasil melewati donor pertamanya, ia merasakan kebahagiaan tersendiri. Pengalaman ini menumbuhkan ketertarikannya untuk mengenal lebih dekat kegiatan relawan Tzu Chi dan berpartisipasi kembali pada kegiatan donor darah berikutnya.

Charles (63), pendonor rutin yang mulai mendonorkan darah sejak usia 50 tahun, menjadikan donor darah sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat dan berbagi kehidupan. Ia setia mengikuti kegiatan donor darah yang digelar relawan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Di akhir kegiatan, Hangga dan Evi Rahel selaku koordinator donor darah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Melalui kegiatan ini, cinta kasih para pendonor dihimpun dan dilayani dengan sepenuh hati.

“Semoga setiap kantong darah yang terkumpul dapat membawa harapan dan kesembuhan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” harap Hangga.

Kegiatan donor darah di Lotte Mart Taman Surya ini menjadi bukti bahwa welas asih dapat dimulai dari tindakan sederhana. Baik langkah pertama seorang pendonor baru maupun ketekunan para pendonor rutin, semuanya menyatu dalam satu tujuan mulia: menyambung kehidupan dan menyalakan harapan bagi sesama.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Setetes Darah Untuk Kehidupan

Setetes Darah Untuk Kehidupan

22 Agustus 2022

Sebanyak 65 pendonor berhasil mendonorkan darahnya pada kegiatan yang digelar Tzu Chi Palembang di Kelenteng Tridharma Ciu Pek Keng Jl. Sungai Itam, Kec. Ilir Barat. I, pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Donor Darah yang Mulia

Donor Darah yang Mulia

06 Desember 2012 Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada orang yang membutuhkan sangatlah berarti bagi diri sendiri dan terutama bagi penerima.
Donor Darah, Donor Kebajikan

Donor Darah, Donor Kebajikan

21 September 2015 Kegiatan rutin tiga bulan, donor darah yang diadakan oleh Tzu Chi bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bali kali ini diadakan pada tanggal 6 September 2015. Yang diikuti sebanyak 25 peserta dan 9 relawan yang dengan sepenuh hati melayani pendonor di kantor penghubung Tzu Chi lantai 1, Tuban-Kuta, Bali.
Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -