“Jadikan Cintamu Besar dan Universal”

Jurnalis : Rianto Budiman (He Qi Timur), Fotografer : Rianto Budiman (He Qi Timur)
 
 

fotoRelawan Tzu Chi tengah mengumpulkan hasil celengan bambu anak-anak Sekolah Minggu Wihara Dharma Jaya STS di Jakarta Utara yang disumbangkan ke Tzu Chi. Ini adalah ketiga kalinya kunjungan relawan ke wihara ini.

Relawan Tzu Chi kembali mengunjungi Wihara Dharma Jaya STS di Jakarta Utara pada Minggu, 28 Februari 2010.  Ini  adalah kali ketiga relawan Tzu Chi dari He Qi Utara mengunjungi Wihara Dharma Jaya STS untuk melaksanakan acara “Celengan Bambu Pulang Kampung”. Sebanyak 30 relawan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Acara dibuka dengan sosialisasi celengan bambu kepada para anak-anak Sekolah Minggu di wihara tersebut.

Anak-anak pun Tertarik
Setelah acara kebaktian yang dilakukan anak–anak Sekolah Minggu selesai, Lili salah seorang guru pembina Sekolah Minggu mempersilahkan relawan Tzu Chi untuk mengisi acara. Didi, relawan Tzu Chi yang bertindak sebagai pembawa acara hari itu berhasil memandu keseluruhan acara dengan sangat baik dan menarik. Acara dimulai dengan games (permainan) untuk mencairkan  suasana yang ternyata sangat disukai oleh anak–anak yang berjumlah lebih dari 40 orang ini.

Tim shou yu (isyarat tangan) dari relawan Tzu Chi yang membawakan beberapa lagu Tzu Chi juga tampil memukau, bahkan mereka mengajak dan mengajari para anak Sekolah Minggu untuk mengikuti gerakan isyarat. Anak-anak dengan bersemangat dan antusias mencoba untuk mengikuti setiap gerakan isyarat tangan yang dilakukan oleh para relawan Tzu Chi.

foto  foto

Ket : - Relawan Tzu Chi dengan penuh kesabaran mengajari seorang anak Sekolah Minggu gerakan isyarat             tangan (shou yu) Tzu Chi. (kiri)
       - Relawan Tzu Chi mengajak anak-anak Sekolah Minggu Wihara Dharma Jaya bermain games yang             mengandung banyak pesan-pesan moral di dalamnya. (kanan)

Makna Berdana
Sesi acara pengenalan Tzu Chi dibawakan oleh Athiong, relawan yang cukup lama bergabung di Tzu Chi.  Athiong dengan sangat lancar bercerita mengenai sejarah Tzu Chi, kisah Master Cheng Yen, hingga mengapa Master Cheng Yen mendirikan Yayasan Tzu Chi serta membangun rumah sakit di Hualien, Taiwan. Tak lupa pula dijelaskan tentang 4 misi utama Tzu Chi, yaitu Misi Amal,  Kesehatan, Pendidikan, dan Budaya Kemanusiaan.

Sebelum anak-anak Sekolah Minggu menyerahkan celengan bambu yang telah mereka bawa dari rumah, mereka terlebih dahulu mendengarkan pesan cinta kasih yang disampaikan oleh Chandra, seorang anggota  Komite Tzu Chi. Dalam pesannya, Chandra bertanya apakah anak-anak tahu maksud dari pengumpulan dana melalui celengan bambu yang mereka berikan ke Yayasan Buddha Tzu Chi. Ternyata hampir semua anak menjawab karena mereka ingin berbakti kepada orangtua, saudara, dan keluarga mereka.

foto  foto

Ket : - Untuk mencairkan suasana, relawan mengajak 40 anak Sekolah Minggu Wihara Dharma Jaya bermain             games yang menarik dan ceria. (kiri).
      - Anak-anak sekolah Minggu Wihara Dharma Jaya bersama relawan Tzu Chi seusai pengumpulan           celengan bambu. (kanan)

Semua anak ternyata sayang dan sangat mencintai orangtua, saudara, dan seluruh anggota keluarga mereka. “Itu sangat baik, tetapi masih kurang,” ujar Chandra. Chandra menjelaskan bahwa kita juga harus menunjukkan cinta kasih kepada tetangga, orang lain, dan bahkan kepada orang yang tidak kita kenal. Kita harus membantu semua orang  yang membutuhkan bantuan, tak peduli mereka siapa, tanpa membedakan suku, agama, dan bangsa. Itulah maksud dan tujuan pengumpulan dana melalui celengan bambu. “Jadikanlah cinta kasih kita menjadi cinta kasih yang besar dan universal, karena kita sesungguhnya adalah satu keluarga,” kata Chandra berpesan.

Acara diakhiri dengan bersama-sama menyanyikan dan memeragakan isyarat tangan yang berjudul “Satu Keluarga”. Sebuah lagu yang sangat tepat untuk menjalin keakraban, karena sesungguhnya kita semua adalah satu keluarga, penghuni dari bumi yang sama.

  
 
 

Artikel Terkait

Tetap Berprestasi di Masa Pandemi

Tetap Berprestasi di Masa Pandemi

10 Desember 2020

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi para siswa sekolah untuk terus berprestasi. Salah satunya adalah Vito Bakri (17), siswa SMA Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Berbagai kompetisi di masa pandemi Covid-19 baik tingkat internasional, nasional, dan lokal pun ia ikuti. Dan hasilnya, Vito berhasil merebut gelar juara dan berbagai prestasi lainnya.

Waisak 2019: Mari Menopang Bumi dengan Dua Tangan Kita

Waisak 2019: Mari Menopang Bumi dengan Dua Tangan Kita

14 Mei 2019

3.232 botol plastik tersusun dari tiga warna, merepresentasikan Bumi. Sesuai tema Perayaan Tiga Hari Besar: Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia, Pelestarian Lingkungan dan Vegetarian, bola dunia dibuat untuk menunjukkan wajah Bumi yang kian mengkhawatirkan.

Bukan “Kali Angke” Lagi

Bukan “Kali Angke” Lagi

31 Agustus 2008 Tak kurang dari 30 siswa dari SD hingga SMK Cinta Kasih Tzu Chi terlibat dalam drama "Dari Rusun Cinta Kasih untuk Indonesia". Judul yang dipilih untuk menyatakan orang dengan latar belakang apa pun, dapat bersumbangsih pada masyarakat dan bangsanya. Tahun ini Perumahan Cinta Kasih Cengkareng yang diresmikan tanggal 25 Agustus 2003 berusia 5 tahun ...
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -