Akhir Tahun yang Bermakna, Sebarkan Kasih untuk Para Lansia

Jurnalis : Hani Juwita Sari (Tzu Chi Cabang Sinar Mas) , Fotografer : Hani Juwita Sari, Ridlo Zulhan (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Relawan membawa paket sembako saat kunjungan kasih lansia di wilayah Kecamatan Kongbeng.


Lakukan perbuatan baik yang pantas dilakukan dengan sepenuh hati, tidak perlu menghitung berapa banyak perbuatan yang telah dilakukan.
(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Hari terakhir di tahun 2025, 31 Desember 2025 dimanfaatkan relawan Xie Li Kalimantan Timur 1 untuk melakukan kunjungan kasih bagi para lansia penerima bantuan operasi katarak di Desa Sri Pantun dan Desa Marga Mulia, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian yang berkelanjutan, sekaligus peneguhan nilai cinta kasih di penghujung tahun.

Dalam pelaksanaannya, relawan didampingi oleh dr. Monalisa Sirait, relawan TIMA, yang melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatan dan penglihatan para lansia tetap terpantau dengan baik. Kegiatan ini menyasar tiga lansia, yaitu Pairah (73), Semi (61), dan Sudiman (71). Sebagai bentuk kepedulian tambahan, relawan juga menyerahkan paket sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari mereka.

Pada kunjungan ini, dr. Monalisa memeriksa kesehatan Ibu Pairah dan mengajaknya berbincang ringan.

Salah satu kisah yang menyentuh datang dari Semi, penerima bantuan operasi katarak. Operasi yang telah ia jalani membuahkan hasil baik. Namun dari pemeriksaan lanjutan dan kontrol dengan dr. Siti Chadijah, Sp.M di RS Medika Sangatta, ia dianjurkan untuk menggunakan kacamata guna menunjang kenyamanan penglihatannya. Hal ini dipicu kondisi kornea matanya yang memang menbutuhkan bantuan kacamata.

Di balik perjuangannya memulihkan penglihatan, Semi juga menghadapi gangguan pendengaran. Ini ia alami selama dua tahun terakhir. Gangguan ini bermula saat Semi terserang malaria dan harus mengonsumsi obat dengan dosis tinggi, yang berdampak pada indra pendengarannya. Sejak saat itu, ia menggunakan alat bantu dengar untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Dengan suara lirih namun penuh rasa syukur, Semi berkata, “Alhamdulillah, sekarang sih lihatnya jauh lebih terang. Cuma kadang masih suka meremang karena memang disuruh pakai kacamata,” ucapnya.

Dokter Monalisa saat memeriksa kesehatan mata Bapak Semi usai menerima bantuan operasi katarak.

Dokter Monalisa Sirait menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar pemeriksaan medis semata, melainkan bentuk perhatian yang berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa para penerima bantuan benar-benar merasakan dampak dari bantuan yang telah diberikan. Lebih dari itu, kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Melalui kunjungan kasih ini, relawan kembali meneguhkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, merawat harapan, dan menjaga kebajikan agar tetap hidup. Menutup tahun dengan berbagi bukan hanya tentang memberi, namun memastikan bahwa cinta kasih terus berlanjut, bahkan setelah bantuan selesai diberikan.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Kunjungan Kasih ke Rumah Lansia Desa Rantau Panjang

Kunjungan Kasih ke Rumah Lansia Desa Rantau Panjang

07 November 2024

Memperingati Hari Lansia Internasional yang jatuh pada 1 Oktober 2024, relawan Tzu Chi Sinar Mas komunitas Xie Li Kalimantan Timur 2 dari Unit Rantau Panjang Mill melakukan kunjungan kasih ke rumah Lansia di Desa Rantau Panjang.

Akhir Tahun yang Bermakna, Sebarkan Kasih untuk Para Lansia

Akhir Tahun yang Bermakna, Sebarkan Kasih untuk Para Lansia

09 Januari 2026

Kunjungan kasih untuk para lansia penerima bantuan operasi katarak dilakukan relawan Xie Li Kalimantan Timur 1 tepat di hari terakhir tahun 2025. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian yang berkelanjutan.

Perempuan Tangguh di Usia Lanjut

Perempuan Tangguh di Usia Lanjut

07 Februari 2025

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Indragiri) melakukan kunjungan kasih ke 6 orang Lansia yang tinggal di 6 Dusun Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau pada Kamis (28/11/24).

Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -