Asah Kebijaksanaan dengan Ceria

Jurnalis : Sherly Tania, Mariany Heriko (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru)
Keceriaan terpancar saat siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas.

Seperti biasa, setiap bulan hari Minggu kedua Tim Pendidikan Tzu Chi Pekanbaru mengadakan Pertemuan Kelas Budi Pekerti Tzu Shao (SMP - SMA). Kali ini Minggu, 10 Agustus 2025, sebanyak 80 siswa yang hadir didampingi oleh 16 Duifu Mama dan relawan Pendidikan.

Pertemuan diawali dengan memberi penghormatan kepada Master Cheng Yen sebagai pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi oleh Relawan Ratna Juwita Heriko sebagai MC. Dilanjutkan dengan doa bersama dan pembacaan ikrar siswa atau Huo Ban Men.

Semangat belajar pun diawali dengan lagu mars "Bie Pa Qu Meng Xiang" (Jangan Takut Bermimpi) oleh Huo Ban Men yang juga mengikuti Kelas Ceria.

Gerakan lagu “Jangan Takut Bermimpi” yang cukup menghibur dan penuh makna membawa keceriaan

Dokter Saverin Julia, anggota TIMA Pekanbaru memberi edukasi tentang keamanan pangan.

Sebelum mengawali materi yang baru, selalu diadakan review untuk materi bulan sebelumnya. Tujuannya untuk mengingatkan kembali apa yang telah Huo Ban Men pelajari di bulan sebelumnya. Tema bulan ini adalah "Bersikap Bijaksana" yang didukung Kata Perenungan Master Cheng Yen "Melakukan apa yang seharusnya dilakukan adalah kebijaksanaan, melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan adalah kebodohan."

Dilanjutkan video Master Cheng Yen Bercerita yang dijelaskan oleh Ace, relawan Tzu Chi. Kemudian dr Saverin Julia, dokter TIMA Pekanbaru memberi edukasi tentang keamanan pangan bertujuan agar Huo Ban Men dapat bijak memilih makanan yang sehat dan bergizi juga menghindari makanan yang dapat menimbulkan penyakit di dalam tubuh.

Sesi games pun dimulai yang dibawakan oleh Linda, relawan Tzu Chi yang mana Huo Ban Men diminta menyambung lagu dengan kata yang relevan antar dua tim. Yang menang mendapatkan 1 butir telur yang harus dibungkus sesuai dengan keputusan terbaik yang telah didiskusikan dahulu dalam tim agar telur terjaga dengan baik dan tidak pecah saat ditaruh dalam keranjang yang sudah ditentukan.

Makna dari games ini adalah untuk melatih Huo Ban Men bersikap bijaksana dalam berbicara, melakukan dan memilih maupun memutuskan suatu hal. Agar memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Sesi games dibawakan Linda, para Huo Ban Men diminta menyambung lagu dengan kata yang relevan antar dua tim.

Kaleo Nathan berbagi kesan bahwa materi tentang kebijaksanaan mudah dipahami dan mengajarkan untuk membedakan mana yang baik dan tidak baik.

Terdapat sesi sharing dari Huo Ban Men, diawali oleh Kaleo Nathan. "Materi hari ini bisa dipahami. Materi tentang Kebijaksanaan di mana kita belajar harus bisa membedakan yang baik dan yang tidak baik."

Valerie, juga memberi sharing tentang games kali ini. "Games yang dimainkan untuk melatih kecepatan berpikir dan melatih kebijaksanaan dalam memutuskan suatu hal. Seperti di games hari ini harus cepat dan bijaksana dalam memilih pembungkus telur agar telurnya tidak pecah.

Setelah games selesai, kelas pun berakhir dengan sukacita. Lalu Huo Ban Men sesuai grup masing-masing turun ke lantai satu untuk makan bersama diawali dengan doa sebelum makan. Setelah itu semua menikmati makanan yang telah disediakan oleh tim relawan. Sampai jumpa di kelas berikutnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Belajar untuk Berpuas Diri dan Selalu Bersyukur

Belajar untuk Berpuas Diri dan Selalu Bersyukur

21 Oktober 2022

Kelas Budi Pekerti di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kali ini membahas tentang “Puas Diri dan Bersyukur”. Berpuas diri dapat diartikan sebagai suatu rasa bersyukur atas apa yang kita miliki, menghargai segala sesuatu yang ada di sekitar kita, dan juga tidak iri terhadap milik orang lain.

Tergerak untuk Membantu

Tergerak untuk Membantu

15 September 2015 Berawal dari anaknya yang mengikuti kelas budi pekerti Tzu Chi(Qin Zi Ban), Jok Khian mulai mengenal Tzu Chi. Dia kemudian menceritakan pengalamannya sebagai relawan Tzu Chi dalam kelas budi pekerti pada 30 Agustus 2015 di Jing Si Books & Café Pluit.
Menanamkan Sikap Jujur

Menanamkan Sikap Jujur

28 Agustus 2014

Untuk itu, pentingnya pendidikan diajarkan sejak dini baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Seperti halnya kelas budi pekerti yang diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, setiap bulan memberikan pelajaran baru tentang budi pekerti baik. 

Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -