Awal Tahun, Tzu Chi Medan Tanamkan Nilai Positif bagi Generasi Muda

Jurnalis : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan), Fotografer : Aristo (Tzu Chi Medan)

Suasana saat anak-anak penerima beasiswa dan para penerima bantuan Tzu Chi diberikan edukasi bahayanya narkoba.

Mengawali tahun baru, Yayasan Buddha Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan kepulangan bagi anak-anak penerima beasiswa serta penerima bantuan Tzu Chi, Minggu, 4 Januari 2026. Meskipun masih dalam suasana libur Tahun Baru, para relawan Tzu Chi Medan komunitas Petisah tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut kehadiran mereka. Suasana hangat dan penuh keakraban pun tercipta, layaknya sebuah keluarga besar yang kembali berkumpul.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak penerima beasiswa dan para penerima bantuan Tzu Chi diajak untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam kesehatan fisik maupun mental. Edukasi ini disampaikan oleh Siswanto Tam selaku pemateri, yang menekankan bahwa narkoba merupakan zat yang dapat memengaruhi fungsi otak dan tubuh.

Melalui pemaparan yang mudah dipahami, dijelaskan bahwa narkoba kerap menawarkan rasa senang atau euforia sesaat. Namun, di balik itu, narkoba dapat menyebabkan ketergantungan, merusak organ tubuh, mengganggu kesehatan mental, serta menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Proses kecanduan pun sering kali berawal dari rasa penasaran dan coba-coba, hingga akhirnya otak menuntut dosis yang semakin besar untuk memperoleh rasa “senang” yang sama.

Anak-anak juga diajak untuk menyadari bahwa dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat memutus pendidikan, merusak hubungan keluarga dan pertemanan, serta menghancurkan mimpi dan masa depan. Oleh karena itu, para peserta diingatkan untuk berani mengatakan “tidak” terhadap narkoba, menjauhi lingkungan yang berisiko, serta mengisi kehidupan dengan berbagai kegiatan positif, seperti belajar, berorganisasi, dan mengembangkan hobi.

Sebelum masuk keruangan anak-anak penerima beasiswa dan para penerima bantuan Tzu Chi melakukan pendaftaran ulang

Gibson Immmanuel Pakpahan berbagi apa yang ia dapatkan setelah mengikuti kegiatan kali ini.

Setelah sesi edukasi, anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi diajak untuk berkreasi dengan membuat karya tulis berdasarkan Kata Perenungan Master Cheng Yen yang mereka sukai dan memiliki makna sesuai dengan diri mereka masing-masing. Karya-karya tersebut akan dinilai, dan desain terbaik akan diumumkan sebagai pemenang pada kegiatan kepulangan di bulan berikutnya.

Sementara itu, para orang tua anak penerima beasiswa serta penerima bantuan Tzu Chi mengikuti kegiatan daur ulang bersama di Depo Pelestarian Lingkungan Cemara Asri, Kota Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antar keluarga penerima bantuan.

Vincent Horison selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa saat ini masih banyak generasi muda yang terjerumus ke dalam lingkungan pergaulan yang tidak sehat serta penyalahgunaan narkoba, yang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan. Melalui kegiatan ini, ia berharap generasi muda dapat belajar berkarya melalui kreativitas, melakukan perenungan diri melalui kata-kata yang dipilih, serta memahami berbagai dampak negatif dan bahaya narkoba. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu memilih lingkungan pergaulan yang baik dan menghindari pergaulan yang berpotensi menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Para penerima bantuan Tzu Chi diajak untuk melakukan daur ulang bersama relawan Tzu Chi.

Suasana saat anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi membuat karya tulisan dari Kata Perenungan Master Cheng Yen.

Salah satu penerima manfaat, Gibson Immmanuel Pakpahan (19), yang saat ini memperoleh bantuan pembayaran uang kuliah di salah satu universitas di Kota Medan, turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Gibson yang tengah menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Hukum mengungkapkan bahwa ia memperoleh banyak pelajaran berharga, khususnya terkait pemahaman mengenai bahaya narkoba.

Gibson menyampaikan bahwa narkoba kerap hadir dengan berbagai godaan yang seolah-olah menawarkan kebaikan dan kesenangan. Namun, pada kenyataannya, dampak narkoba sangat merugikan, tidak hanya terhadap kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, kesalahan dalam memilih pergaulan dan mengambil keputusan hidup dapat menjadi kekeliruan besar yang berdampak jangka panjang.

Selain itu, Gibson juga membagikan perenungannya dari ajaran Master Cheng Yen yang tertulis dalam buku perenungan poin ke-16, yaitu, “Dengan tidak melekat pada suatu kondisi, barulah kita dapat memperoleh kebijaksanaan.” Dari kalimat tersebut, ia memaknai bahwa kehidupan selalu diwarnai suka dan duka. Namun demikian, manusia perlu belajar melihat sisi baik dari setiap keadaan dan tidak terpaku pada sisi buruk semata, karena setiap tindakan yang dilakukan memiliki sebab dan akibat.

Kegiatan kepulangan ini menjadi wujud komitmen Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mendampingi generasi muda serta keluarga penerima bantuan, tidak hanya melalui dukungan di bidang pendidikan, tetapi juga melalui pembinaan karakter, peningkatan kesadaran sosial, dan penanaman kepedulian terhadap lingkungan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Sukacita Imlek bersama Gan En Hu dan Anak Teratai

Sukacita Imlek bersama Gan En Hu dan Anak Teratai

14 Februari 2023

Tzu Chi Pekanbaru berbagi sukacita Tahun Baru Imlek bersama para Gan En Hu dan juga anak-anak Teratai (penerima bantuan pendidikan dari Tzu Chi) pada Minggu, 5 Februari 2023.

Menyambut Kepulangan Gan En Hu Pematang Siantar

Menyambut Kepulangan Gan En Hu Pematang Siantar

26 Januari 2024

Minggu pagi itu para relawan sudah berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, di Jalan Ahmad Yani, Pematang Siantar. Mereka bersiap menyambut kedatangan para penerima bantuan Tzu Chi. 

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

16 Desember 2016

Selain membagikan bantuan biaya hidup dan pendidikan kepada penerima bantuan, relawan juga merayakan Hari Natal dengan membagikan bingkisan Natal kepada umat Nasrani dalam kegiatan gathering Gan En Hu pada 11 Desember 2016.

Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -