Baksos Biak: Baksos Kedua di Biak
Jurnalis : Apriyanto, Fotografer : Apriyanto|
|
| ||
Melalui baksos kesehatan ini banyak pasien yang menderita katarak seolah menemukan kembali harapannya. Baksos yang telah dua kali diadakan di Biak ini telah memiliki kepercayaan dari sejumlah pasien baksos tahun lalu. Hal inilah yang menyebabkan peserta pasien katarak semakin bertambah di tahun ini. Seperti yang dituturkan oleh Alek Aleb (43), pria yang bekerja sebagai petani ini mengaku sangat tertolong dengan adanya baksos pengobatan Tzu Chi.
Keterangan :
Pada tahun lalu Alek telah mengikuti operasi katarak pada mata sebelah kanannya. Dan tahun ini ia kembali menjalani operasi katarak untuk mata sebelah kiri. Karena itulah ia merasa sangat bersyukur dengan hadirnya Tzu Chi di Biak. Menurutnya selama ini di Biak tidak pernah ada baksos dalam skala besar yang seperti Tzu Chi adakan. “Ini adalah baksos yang terbesar di Biak. Saya harap setiap tahunnya Tzu Chi bisa mengadakan hal seperti ini di Biak,” katanya. | |||
Artikel Terkait
Peresmian FSEC Kebon Jeruk, Hadirkan Pendidikan Interaktif Sejak Usia Dini
21 Juli 2025Peresmian Fun and Smart Education Center (FSEC) Kebon Jeruk oleh Ketua Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, menjadi momen penting dalam mendukung pendidikan anak-anak sejak dini.
Derita dan Harapan
19 Februari 2009 Bila dilihat dari latar belakangnya, memang tidaklah mudah hidup dengan satu anak tanpa memiliki pekerjaan dan suami. Terlebih Horiyah menderita tumor perut yang sudah membesar bagai orang hamil 9 bulan. Derita ini ia alami selama 12 tahun lamanya, hingga menyulitkannya untuk bersosialisasi dan beraktivitas. Wajar bila semangat hidupnya menjadi redup. Bagaikan bara yang tersiram air dingin. Beku meredupkan semangat dan harapan.








Sitemap