Baksos dalam Rangka Ulang Tahun DAAI TV Ke-10 di Ponpes Nurul Iman

Jurnalis : Andy Setioharto (Tzu Chi Tangerang), Fotografer : Lim Eng Nie,Yuliawati (Tzu Chi Tangerang)

doc tzu chi

Para santri Pondok Pesantren Nurul Iman kembali mendapatkan pengobatan dari Tzu Chi, Minggu 5 Maret 2017.

Pagi itu, seribu lebih santri Pondok Pesantren Nurul Iman berduyun-duyun memasuki lapangan pondok. Tampak tenda-tenda Tzu Chi telah terpasang rapi. Puluhan relawan Tzu Chi Tangerang, anggota TIMA Indonesia juga tengah bersiap menyambut para santri.

Tzu Chi Tangerang kembali menggelar bakti sosial pengobatan di pesantren ini. Kali ini, Minggu 5 Maret 2017, pengobatan yang diberikan adalah pengobatan secara umum dan pengobatan gigi. Meski kegiatan ini rutin digelar dua kali dalam setahun, namun ada pemandangan yang berbeda. Sebanyak 50 karyawan DAAI TV Indonesia juga turut serta melayani para santri. 

“Ikut sertanya para karyawan DAAI TV kali ini juga dalam rangka serangkaian kegiatan ulang Tahun DAAI TV yang ke-10,” kata Hong Tjhin, relawan yang juga CEO DAAI TV Indonesia.

Kali ini, pengobatan yang diberikan adalah pengobatan secara umum dan pengobatan gigi.

Baksos yang digelar Tzu Chi di pesantren ini sudah menjadi kegiatan tahunan.

Dengan tambahan tenaga dari karyawan DAAI TV Indonesia ini, acara baksos berjalan sukses hingga selesai. Sebanyak 1007 santri berobat ke poli umum, dan sebanyak 200 santri berobat ke poli gigi.

 


Artikel Terkait

Pentingnya Kesehatan di Usia Senja

Pentingnya Kesehatan di Usia Senja

07 Juni 2016

Menyadari pentingnya kesehatan di usia senja, insan Tzu Chi komunitas Pusat Grosir Cililitan (PGC) kembali mengundang para pasien lanjut usia dari Dusun 01, 02, dan 03, Karang Baru, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi untuk datang memeriksa kesehatan mereka pada kegiatan follow up kedua penyakit degeneratif.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-149: Kacamata Hilang, Terganti Dengan Mata Kanan yang Terang

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-149: Kacamata Hilang, Terganti Dengan Mata Kanan yang Terang

24 Juli 2025

Bahagianya Suparlan bisa terbebas dan melihat lagi dengan terang setelah 3 tahun menderita katarak. Kini ia bisa beraktivitas kembali dengan leluasa tanpa hambatan.

Membangkitkan Kepercayaan Diri

Membangkitkan Kepercayaan Diri

16 Desember 2014 Keseharian pria berusia 26 tahun ini dihabiskan hanya di dalam rumah saja dengan duduk-duduk, berbicara bersama keluarga dan tidur. Tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukannya semenjak kedua matanya terkena katarak
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -