Baksos Kesehatan Manula Untuk Warga Desa Binaan

Jurnalis : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Bong Bui Kim (Tzu Chi Singkawang)

doc tzu chi

Pemeriksaan kesehatan dimulai dari mengukur tekanan darah (tensi). Sejumlah relawan Tzu Chi di  Desa Binaan yang berprofesi sebagai perawat/bidan ikut serta dalam baksos.

Sebanyak 414 warga lanjut usia mendapat pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dalam Bakti Sosial Kesehatan khusus lansia yang digelar oleh Tzu Chi Singkawang. Kegiatan pada Sabtu, 17 Desember 2016 ini bertempat di Sekolah Dasar Negeri 32 Desa Salumang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Warga yang diperiksa dan diobati ini berasal dari Desa Salumang, Desa Caokng dan Desa Bilayuk yang merupakan Desa Binaan Tzu Chi Singkawang. Sementara dokter yang bersumbangsih, tujuh di antaranya berasal dari Singkawang, empat dokter dari Puskesmas Karangan, Kabupaten Landak, dan dua dari Bengkayang. Kegiatan ini juga dibantu tenaga perawat, 10 orang dari Karangan, Kabupaten Landak, enam orang  dari Singkawang, dua apoteker dan empat asisten apoteker dari Singkawang. Sedangkan jumlah Relawan Tzu Chi dari Singkawang sebanyak 53 orang dan relawan Desa Binaan 35 orang.

Di samping mengobati, baksos ini memberikan pendidikan kepada warga bagaimana menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat.

Selain obat terbaik yang diberikan, relawan dan tim dokter memberikan perhatian yang tulus serta welas asih.

Wakil Ketua Tzu Chi Singkawang, Tjhang Tjin Djung mengatakan baksos kesehatan di Desa Salumang ini merupakan bagian dari Misi Kesehatan Tzu Chi untuk Desa Binaan. Di luar Baksos Kesehatan seperti ini, Tzu Chi Singkawang juga mendampingi proses penyembuhan beberapa pasien kasus dengan fasilitas BPJS.

“Inilah gambaran pelaksanaan Misi Kesehatan Tzu Chi yang dilandasi cinta kasih universal, tanpa membedakan ras, suku, agama dan bangsa. Bahkan semua kegiatan Tzu Chi sesungguhnya merupakan ajang pelatihan diri bagi dokter, tim medis maupun paramedis, termasuk kita semua relawan ini. Pelatihan diri tentang banyak hal, bagaimana bersabar, melayani dengan sepenuh hati, bersumbangsih tanpa pamrih sehingga selalu menampakkan wajah penuh sukacita. Pendek kata kita ‘berguru’ kepada pasien atau siapapun mereka yang kita bantu,” tutur Tjhang Tjin Djung.

Sebelumnya pada 14 Desember 2014 juga dilaksanakan Baksos Kesehatan Umum di Desa Caokng. Sementara pada 14 Juni 2015, digelar Baksos Kesehatan Balita dan Anak di Desa Salumang. Selain itu, pada Baksos Kesehatan Mata (Katarak & Pterygium) di Singkawang, 5-6 Agustus 2016 lalu, sebanyak 22 pasien dari Desa Binaan yang dioperasi, sekarang sudah sembuh. Bahkan ada beberapa yang lalu aktif sebagai relawan.

Dokter Kristin (kanan) melakukan penanganan khusus pada seorang pasien.

Dokter Lim Fong Cung selaku koordinator tim medis dan paramedis berharap baksos ini menambah kesadaran warga agar lebih menjaga lagi kondisi kesehatannya. “Hal terpenting dalam baksos ini adalah memberi edukasi kepada masyarakat. Yaitu agar masyarakat peduli pada kesehatan, menjaga dan menjalankan hidup sehat,” ujar Dokter Lim Fong Cung.

Senada dengan dr. Lim Fong Cung, dr. Dani asal Jakarta yang sedang intensif di RSUD Bengkayang menilai baksos seperti ini sangat penting untuk digelar. “Karena yang menjadi problem utama kesehatan masyarakat di sini berawal ketika ada keluhan sakit sedikit ditahan-tahan. Ini mungkin karena jarak Puskesmas dan rumah sakit yang jauh.  Nah setelah parah baru dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Ini biasanya, mohon maaf, tidak tertolong. Jadi baksos seperti ini penting untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kesehatan,” jelas dr. Dani.

Johanes Anes, warga desa binaan yang operasi katarak pada Baksos Kesehatan Mata di Singkawang (5-6 Agustus 2016), setelah sembuh turut bersumbangsih dengan dana dan tenaga sebagai relawan.

Dokter Musa Julianto mengungkapkan keprihatinannya terkait fasilitas kesehatan yang hanya satu Polindes untuk setiap desa. Ditambah lagi dengan akses jalan ke Puskemas yang cukup jauh, serta kondisi jalan yang rusak. “Ini semakin membuat masyarakat jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Maka, bakti sosial kesehatan semacam ini sangat penting dan perlu diadakan lebih sering,” ungkapnya.

Tak hanya mendapat layanan kesehatan, warga Desa Salumang yang umumnya penganut Katolik juga diberikan bingkisan. Bingkisan berupa bahan makanan dan minuman untuk merayakan Natal.


Artikel Terkait

Saat Terbebas dari Katarak

Saat Terbebas dari Katarak

20 Mei 2016

Kedua mata Dono (65) telah sembuh dari katarak. Setelah tahun lalu (Agustus 2015) mata kirinya dioperasi, kini giliran mata kanannya dioperasi kataraknya dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi pada 15 Mei 2016.

Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Menjaga Kesehatan Sejak Dini

25 Januari 2018
Mengawali kegiatan misi kesehatan di awal tahun 2018 ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Biak mengadakan Bakti Sosial Anak dengan memberikan obat cacing kepada 80 anak yang hadir bertempat di Sekolah Dasar Inpres Desa Dofyo Wafor Biak Utara pada tanggal 12 Januari 2018.
Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Manokwari, Papua

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Manokwari, Papua

05 Agustus 2019

Untuk memberantas penyakit mata di wilayah Papua, Tzu Chi mengadakan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-127 di Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan, Papua Barat. Baksos yang diadakan pada 19-21 Juli 2019 ini ada 259 orang yang berhasil dioperasi. Pasien katarak 204 orang, dan pterygium sebanyak 55 orang pasien.

Menghadapi kata-kata buruk yang ditujukan pada diri kita, juga merupakan pelatihan diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -