Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143: Harapan Hidup yang Telah Lama Hilang Kini Sudah Kembali

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah, Rafli Noval Diansyah (He Qi Cikarang)

Ketua He Qi Cikarang, Veriyanto saat pembukaan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143, pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Semangat dan harapan hidup Yopi Rustandi (41) sudah kembali. Katarak yang mengikis penglihatan mata kanannya selama tujuh tahun rupanya turut mengikis semangat hidupnya. Kepercayaan dirinya sempat luntur, ia sangat minder.

“Setelah ini mau apa?” selidik Suster Weni.

“Cari kerja lah Bu..” jawab Yopi antusias.

“Cuma agak cenut-cenut ya Suster.”

“Oh itu biasa, karena abis disayat. Saya saja punya jerawat di sini saya pencet sampai sakit kepala.”

“Oh iya ya..” tawa Yopi.

“Ini saking bagus hasilnya, enggak dapat obat. Obat yang sebelumnya saja yang dilanjutkan,” jelas Suster Weni.

Saat screening atau pemeriksaan awal, perawat mata dari tim medis Tzu Chi atau TIMA Indonesia mencatat penglihatan Yopi hanya 1/300. Artinya, jika orang dengan penglihatan normal bisa melihat hingga jarak pandang 300 meter, Yopi cuma bisa melihat satu meter, itu pun hanya sinar saja.

Saat perban matanya dibuka, yakni sehari setelah operasi, Yopi dapat melihat jelas dengan jarak pandang 3 meter. Sebuah awal yang mengagumkan.

“Jangan kena air, satu tetespun jangan. Nanti saya sentil kalau kena air ya, sudah bagus-bagus..” pesan Suster Weni.

“Iya Suster,” sahut Yopi yang siap mengikuti semua instruksi agar hasil operasi matanya maksimal.

Yopi yang di hari screening (22 Juni 2024) maupun di hari operasi katarak (29 Juni 2024) terlihat lesu, namun saat pembukaan perban pada 30 Juni 2024, wajahnya berseri-seri. Ia kembali menjadi sosok Yopi yang ceria.

Yopi, warga Karang Sentosa Kabupaten Bekasi ini sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik di Cikarang. Setelah katarak, ia tak bisa bekerja lagi. Meski mata kiri masih jelas, pandangan gelap di mata kanan kerap membuatnya merasakan pusing.

“Benar-benar tidak ada biaya untuk berobat jadi ya sabar saja. Cuma efeknya jadi malas bekerja atau ngapa-ngapain, pengennya rebahan saja. Duduk saja enggak kuat lama-lama, rasanya pusing,” tuturnya.

Hingga suatu hari temannya mengabari jika akan ada pengobatan katarak gratis di RS Sentra Medika Cikarang pada Sabtu 29 Juni 2024. Ini merupakan kolaborasi RS Sentra Medika bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta Polres Metro Bekasi, yang juga dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78.

Yopi pun mendaftar, kemudian mengikuti screening, lolos, dan akhirnya menjalani operasi. Di ruangan operasi, Yopi akhirnya tahu penyebab kataraknya. Dulu sewaktu SD kelas 5, pelipisnya pernah terbentur ujung meja.

“Teman saya bercanda, terus saya kedorong kena meja, lalu dijahit pelipis saya karena sobek. Cuma efeknya baru muncul pas saya kerja itu. Makanya kemarin waktu operasi ditanya sama dokter, ‘mas pernah kena benturan ini?’ Saya ingat-ingat oh iya dulu waktu SD,” ceritanya. 

Siap Menyongsong Hari yang Penuh Harapan

Suster Weni turut bahagia melihat hasil operasi mata Yopi.

Kesabaran Yopi kini berbuah manis. Ia siap untuk bekerja lagi. Jika sudah bisa menabung, ia pun siap membina rumah tangga. 

“Pengen punya usaha trus cari istri, he he..  soalnya kan enggak pede juga kemarin lihat keadaan begini. Alhamdulillah banget bisa melihat lagi. Saya ucapkan banyak terima kasih semoga Yayasan Buddha Tzu Chi selalu barokah, selalu lancar menolong orang lain. Ini tugas yang mulia,” tutur Yopi.  Supriatna, sang ayah yang menemaninya juga sangat bersyukur.

Tak cuma Yopi yang hari itu akhirnya terbebas dari belenggu katarak. Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-143 ini berhasil mengobati 87 pasien yang terdiri dari 83 pasien katarak dan 4 pasien pterygium.

Para pasien mendengarkan edukasi yang diberikan Suster Weni terkait perawatan mata pascaoperasi.

Dokter Ety, salah satu dokter mata dari TIMA Indonesia mengecek kondisi mata pasien usai buka perban.

Pada pengobatan katarak ini tim medis Tzu Chi atau TIMA Indonesia mengerahkan 6 dokter mata, 11 perawat mata, 1 refraksionis, 5 analis lab, 2 apoteker, 2 asisten apoteker, 24 perawat, serta 7 dokter umum. Tim medis Tzu Chi ini merupakan tim medis utama pada pengobatan katarak ini. Namun banyak pihak yang turut membantu pelaksanaannya seperti tim kesehatan dari Polri serta dari SMK Kesehatan Sentra Medika Cikarang.

Sebanyak 54 relawan Tzu Chi dari Cikarang juga saling bergotong royong dan dengan sepenuh hati menyukseskan pengobatan katarak ini mulai dari screening, hari operasi, hingga pembukaan perban. Ini adalah baksos kesehatan skala besar kedua yang digelar He Qi Cikarang setelah tahun 2017 yang lalu. Lokasinya pun sama, di RS Sentra Medika Cikarang.

“Kami relawan Tzu Chi di Cikarang sangat bahagia bisa adakan baksos sebesar ini kembali. Jadi kami bisa berusaha membantu masyarakat membukakan mata mereka, meringankan beban pasien katarak khususnya,” tutur Veriyanto, Ketua He Qi Cikarang.

Presiden Direktur Sentra Medika Group, Eddy Suharso (dua dari kanan) serta Kombes Hery Wijatmoko (ketiga dari kanan) merasa bangga dengan pelaksanaan Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143.

Merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa bagi Presiden Direktur Sentra Medika Group, Eddy Suharso dapat kembali bekerja sama dengan Tzu Chi Indonesia menggelar pengobatan katarak. “Baksos dengan Tzu Chi ini adalah baksos kemanusiaan. Kami sangat berharap bahwa ini tidak terputus karena memang masih banyak masyarakat yang memerlukan,” ujarnya.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Hery Wijatmoko angkat jempol dengan pengobatan katarak ini yang memang memberi manfaat besar dalam kehidupan seseorang.

“Operasi katarak ini adalah jembatan dunia. Bagaimana orang yang pandangannya kabur, tidak bisa melihat, dia bisa melihat lagi. Itu mereka sangat bersyukur kepada Tuhan karena punya kesempatan untuk bisa melihat lagi,” pungkas Kombes Hery Wijatmoko.

Editor: Arimami S.A

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143: Harapan Hidup yang Telah Lama Hilang Kini Sudah Kembali

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143: Harapan Hidup yang Telah Lama Hilang Kini Sudah Kembali

02 Juli 2024

Tak cuma Yopi yang akhirnya terbebas dari belenggu katarak. Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-143 ini berhasil mengobati 87 pasien yang terdiri dari 83 pasien katarak dan 4 pasien pterygium.

Melayani yang Terbaik di Screening Katarak untuk Masyarakat Cikarang

Melayani yang Terbaik di Screening Katarak untuk Masyarakat Cikarang

25 Juni 2024

Sebelum Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-143 di Cikarang dilaksanakan, Tim Medis Tzu Chi mengadakan screening untuk operasi katarak dan pterygium. Ada 180 calon pasien mengikuti screening di RS Sentra Medika Cikarang.

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-143: Hari yang Ditunggu-tunggu

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-143: Hari yang Ditunggu-tunggu

09 Juli 2024

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-143 menghadirkan beragam kebahagiaan bagi para pasiennya. Rupanya beberapa pasien yang pernah mengikuti pengobatan katarak Tzu Chi tahun 2017 lalu sudah menantikannya.

Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -