Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke VIII Di Desa Sumber Gede, Wringin Anom Gresik

Jurnalis : Ronny Suyoto (Tzu Chi Surabaya), Fotografer : Ronny Suyoto (Tzu Chi Surabaya)
 
foto

Mengawali tahun 2006, Tzu chi Surabaya mengadakan kembali Baksos Kesehatan yang ke VIII yang diadakan di Desa Sumber Gede, Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik. Lokasi ini dipilih oleh Tzu Chi karena setelah diadakan survey ternyata desa ini merupakan salah satu lokasi paling minus di Gresik dan sebelumnya belum pernah ada satu instistusipun yang mengadakan pengobatan gratis di tempat ini. Dengan persiapan yang tidak terlalu lama, ketua panitia Baksos Kesehatan kali ini yaitu Su Fei mengkoordinir seluruh relawan Tzu Chi untuk mendukung acara ini.

Pada hari pelaksanaan Baksos Kesehatan, relawan Tzu Chi sudah berkumpul sejak pagi untuk mempersiapkan acara ini. Dengan dukungan 19 tenaga medis yang terdiri dari 8 dokter umum, 1 dokter anak dan 10 dokter gigi, baksos kesehatan ini dimulai pada jam 8 pagi ditandai dengan beberapa sambutan yang disampaikan oleh kepala desa Sumber Gede dan ibu Ketua Yayasan Tzu Chi Surabaya Chen Jing Mei. Setelah pembacaan doa yang disampaikan oleh ulama desa setempat, secara resmi baksos kesehatan mulai dibuka.

Dari baksos berhasil dijaring sebanyak 531 pasien umum, 128 pasien gigi dan 120 pasien anak-anak. Dikarenakan musim penghujan yang sedang berlansung maka penyakit yang umum diderita oleh warga di desa ini adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan batuk pilek. Meskipun cuaca cukup mendung dan sempat diwarnai rintik hujan, para peserta baksos cukup bersabar menunggu giliran masing-masing untuk diperiksa di klinik yang mereka pilih. Untuk menghibur para peserta baksos, para relawan Tzu Chi yang terdiri atas ibu Vivian Fan dan Pei Ling mengajak mereka untuk berdialog dan bernyanyi bersama serta bertepuk tangan. Para relawan pun dengan penuh suka cita melayani para peserta baksos yang membutuhkan bantuan dalam pemeriksaan. Didukung oleh 100 lebih relawan Tzu Chi acara ini berjalan cukup sukses. Banyak pihak terutama aparat desa setempat berharap agar di lain waktu Tzu Chi Surabaya berkenan untuk mengunjungi desa mereka kembali dan mengadakan pelayanan kesehatan gratis. Pada tahun ini baksos direncanakan akan diadakan secara rutin di lokasi yang dirasa sangat membutuhkan pelayanan kesehatan gratis.

 

Artikel Terkait

Gempa Palu: Semangat Tak Boleh Terkubur Bersama Gempa

Gempa Palu: Semangat Tak Boleh Terkubur Bersama Gempa

02 November 2018

“Nah… di sana, di dekat rumah walet itu,” kata Sofian menunjuk satu-satunya bangunan yang ia ingat dan masih tersisa. “Dulu rumah saya ada di samping rumah walet itu. Tapi sudah tak ada itu sisanya,” ucapnya ringan dengan wajah tersenyum. Rumah Sofian dulu ada di Perumnas Balaroa yang terdampak likuifaksi, yang kata warga Palu, tanah di perumahan itu sudah lebur seperti diblender. Namun berbeda dengan semangat Sofian yang tetap kuat dan tak goyah.

Membuat Hand Sanitizer Secara Mandiri

Membuat Hand Sanitizer Secara Mandiri

26 Maret 2020

Kelangkaan hand sanitizer mendorong inisiatif Staf Tzu Chi Hospital dan TIMA Indonesia untuk membuat hand sanitizer untuk kalangan sendiri. Hand sanitizer ini hanya akan digunakan dilingkungan Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara.

Bersama-sama Menciptakan Kerukunan

Bersama-sama Menciptakan Kerukunan

19 Maret 2013 Acara yang rutin dilaksanakan setiap setahun sekali ini merupakan laporan kepada seluruh tamu undangan mengenai kegiatan Tzu Chi selama tahun 2012. Berkat dukungan dari masyarakat, keberadaan Tzu Chi dapat terus bertahan untuk bersama-sama menanamkan benih-benih kebajikan.
The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -