Baksos Tzu Chi ke-95: Bersungguh Hati Memberikan Pelayanan

Jurnalis : Yuliati, Fotografer : Yuliati
 
 

foto
Sikap lemah lembut Enisari dan anggapan satu keluarga kepada pasien mampu meyakinkan salah satu pasien yang sempat mengalami gejolak batin untuk mengundurkan diri melakukan operasi Katarak yang dialaminya.

Setibanya di RS. Dr. Reksodiwiryo Padang, saya bersama 27 tim medis Tzu Chi yang terdiri dari dokter mata dan perawat segera mempercepat langkah kaki menuju lantai 2. Pandangan sayapun langsung tertuju pada kursi-kursi di ruang pre-operasi yang kian penuh dengan datangnya para pasien yang hendak mengantri untuk operasi mata. Hari itu, Jumat 29 November 2013 merupakan hari pertama baksos pengobatan ke-95 Yayasan Buddha Tzu Chi yang bekerja sama dengan KOREM 032/WBR dalam melayani kesehatan masyarakat Minang. Sebanyak 66 pasien yang terdiri dari 62 pasien Katarak dan 4 pasien Ptrygium berhasil dioperasi.

Satu per satu pasien yang telah mengantri lengkap dengan seragam operasi memasuki ruang OK Mata. Tak jarang pasien yang mengalami ketegangan sebelum menghadapi pembedahan yang dirasa baru pertama kali. Beberapa relawan Tzu Chi Padang pun mendekati pasien-pasien yang terlihat tegang dan takut. Salah satunya, Enisari Wijaya yang segera mendatangi pasien dan mengajak mereka untuk berinteraksi agar lupa akan ketegangan yang dirasakan. Mereka pun bercakap-cakap layaknya seorang ibu dan anak, bagai keluarga sendiri. Dengan penuh kasih, Eni menghibur pasien. Pasien dengan antrian nomor 52 ini dengan gemetar mengatakan bahwa dia merasa takut untuk operasi. Bahkan ia ingin mengundurkan diri dari kegiatan baksos ini.

Dengan tegas namun lembut, Eni melarangnya mengundurkan diri. Ia berusaha meyakinkan pasien wanita ini agar tetap meneruskan usaha yang telah dilakukan selama ini. “Harus bisa, ibu harus di operasi ya. Ibu ingat rasanya sakit katarak yang sudah diderita selama ini kan?” ucap Eni. “Kalau ibu sembuh, bisa menikmati hari-hari bersama keluarga dengan bahagia,” tuturnya kembali meyakinkan. Pasien wanita berambut putih ini pun menganggukkan kepala sambil tersenyum lega. Ia pun dengan mantap hati memasuki ruang operasi.

foto   foto

Keterangan :

  • Tim medis pun segera mengambil tindakan operasi setelah banyaknya pasien yang mengantri pada baksos hari pertama ini orang (kiri).
  • Dengan sifat ringan tangan yang dimilikinya, Engky (kiri) menata kembali kursi antrian pasien setelah usai baksos hari pertama (kanan).

Tidak jauh beda yang dilakukan Eni, Engky Yuliandri dengan antusias melayani pasien yang mengantri. Melalui gayanya yang supel, ia dengan mudah berinteraksi dan bercanda dengan pasien. Ia juga menuntun satu per satu pasien yang telah berhasil melakukan operasi menuju ruang ganti pakaian dengan sabar dan ramah. Salah satu karyawan Bank Syariah Mandiri ini ijin setengah hari kerja bukan hanya melayani pasien saja, dengan sifat ringan tangannya, ia menata kembali kursi-kursi sebagai tempat antrian pasien usai operasi. Ia mengaku melakukan semua pekerjaan ini dengan hati gembira. “Tzu Chi itu tidak membeda-bedakan agama, budaya, latar belakang orang yang dibantu. Ini yang membuat saya terharu dan mau bergabung menjadi relawan baksos ini,” ungkap Engky.

Melayani dengan sepenuh hati memang tidak gampang dilakukan pada setiap orang. Namun, mereka yang memiliki hati welas asih ternyata bisa menerapkan cinta kasihnya kepada semua orang tanpa pandang latar belakang orang tersebut. Bahkan memandang mereka seperti keluarga sendiri. Inilah benih-benih keBuddhaan yang terus dikembangkan pada diri setiap relawan dalam melayani masyarakat yang kurang beruntung.

 

 
 

Artikel Terkait

Gathering Relawan 3 in 1

Gathering Relawan 3 in 1

18 Juli 2011
Divisi 3 in 1 termasuk dalam salah satu misi Tzu Chi, yaitu misi budaya kemanusiaan, oleh karena itu kegiatan ini mengangkat tema Budaya Humanis yang Benar, Bajik, Indah, Menyucikan Hati Manusia.
“Indahnya Berbagi dalam Kemilau Sinar Dharma”

“Indahnya Berbagi dalam Kemilau Sinar Dharma”

24 Mei 2013
Tujuannya adalah selain untuk memperkenalkan produk Jing Si itu sendiri tetapi, lebih dari pada itu memanfaatkan kesempatan kali ini insan Tzu Chi juga mengajak untuk memulai pola hidup sehat dengan bervegetarian dan melakukan pelestarian lingkungan.
Dialog Lintas Iman: Islam dan Kebinekaan

Dialog Lintas Iman: Islam dan Kebinekaan

09 Maret 2026

DAAI TV Indonesia menggelar Dialog Lintas Iman: Islam dan Kebinekaan untuk memperkuat nilai-nilai yang bersifat universal tentang kebaikan, kepedulian, dan tentang kasih kepada sesama manusia.

Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -