Debia Nurhidayat Salah satu siswa SMPN 39 Bandung memeriksakan kesehatan giginya. Dia mengaku senang dengan adanya pelayanan kesehatan gigi ini.
Sehat merupakan anugerah yang sangat berharga dalam kehidupan. Namun, bagi sebagian masyarakat, kesempatan untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan masih menjadi tantangan. Berangkat dari semangat cinta kasih dan kepedulian terhadap sesama, Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung kembali mengadakan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan Umum dan Gigi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 39 Bandung ini disambut antusias oleh warga. Sejak pagi, para relawan telah mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Mereka dengan sigap menyambut warga yang datang, membantu proses pendaftaran, mendampingi selama pemeriksaan, hingga memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang nyaman dan penuh perhatian.
Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, para relawan juga memberikan kehangatan melalui senyum, sapaan, dan kepedulian yang membuat warga merasa dihargai. Bagi banyak warga, perhatian yang tulus sering kali sama berharganya dengan pengobatan yang diterima.
Edi Juhendi, S.IP., MM Camat Babakan Ciparay (baju kuning) menyampaikan sangat mengapresisasi baksos ini karena bukan hanya tek kesehatan fisik tetapi edukasi kesehatan juga diperhatikan.
Baksos kesehatan Tzu Chi bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan secara fisik, tetapi memberikan perhatian pada setiap warga
Camat Babakan Ciparay, Edi Juhendi, S.IP., M.M., mengapresiasi kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung yang menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial kesehatan ini. Pemeriksaan kesehatan bukan sekadar mengetahui kondisi tubuh, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kegiatan ini benar-benar membantu warga memperoleh akses layanan kesehatan," ujar Edi Juhendi.
Edi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMPN 39 Bandung, Nia Kania Dewi, M.Pd., M.M. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama bagi anak-anak.
"Bukan hanya pemeriksaan kesehatan gigi atau kesehatan umum, tetapi juga ada edukasi tentang pola hidup sehat. Anak-anak sangat antusias mengikuti pemeriksaan gigi dan senang mendapatkan pengetahuan baru tentang cara merawat kesehatan mereka," ungkap Nia Kania yang merasa terbantu anak didiknya mendapat edukasi cara hidup sehat.
Baksos Kesehatan Umum dan Gigi ini berlangsung di Gedung SMPN 39 Bandung. Tim Medis TIMA Bandung berhasil melayani 386 warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Sementara itu, relawan Tzu Chi Bandung, Lina Florensia, menjelaskan bahwa bakti sosial kesehatan merupakan wujud nyata kepedulian Yayasan Tzu Chi Bandung terhadap masyarakat.
"Pemeriksaan kesehatan bukan hanya untuk mengetahui penyakit yang diderita seseorang. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya serta memberikan perhatian dan semangat agar mereka terus menjaga kualitas hidupnya," ungkap Lina.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Debia Nurhidayat, salah seorang anak yang mengikuti pemeriksaan gigi, mengaku senang karena tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapat edukasi mengenai cara merawat gigi dengan benar.
"Tadi gigi saya diperiksa dan dijelaskan cara merawatnya. Jadi sekarang saya tahu kalau gigi berlubang tidak boleh dibiarkan dan harus dirawat sejak dini," ujar Debia.
Nia Kania Dewi,M.Pd., M.M Kepala sekolah SMPN 39 Bandung (kerudung merah muda) didampingi relawan Tzu Chi mengatakan baksos yang begitu berdampak kepada siswanya yang sangat diperhatikan oleh Yayasan Tzu Chi Bandung
Hal serupa dirasakan Devi Wulandari, peserta pemeriksaan kesehatan umum. Setelah menjalani pemeriksaan, ia merasa lebih tenang karena mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh penjelasan dari tenaga medis.
"Saya jadi tahu kondisi kesehatan saya dan mendapat penjelasan bagaimana cara menjaganya. Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, kegiatan seperti ini sangat membantu karena kami tetap bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan," ujar Devi.
Bagi Devi, bakti sosial ini bukan sekadar memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga merasakan kepedulian dari orang-orang yang dengan tulus ingin membantu sesama.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung berharap dapat terus menjadi jembatan cinta kasih bagi masyarakat. Setiap pelayanan yang diberikan bukan hanya menghadirkan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan banyak orang.
Dengan semangat cinta kasih universal dan welas asih, para relawan terus melangkah melayani sesama. Sebab satu tindakan sederhana yang dilakukan dengan ketulusan dapat menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Editor: Anand Yahya