Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157: Hadirkan Harapan bagi Ratusan Pasien di Batam

Jurnalis : Dian Ratna Ningsih (Tzu Chi Batam), Fotografer : Candra, Hoslan, Dian Ratna Ningsih, Jenny Agusri, Supardi, Andy Tan (Tzu Chi Batam)

Tzu Chi Batam menyediakan transportasi, penginapan, dan konsumsi bagi pasien dari luar Pulau Batam selama mengikuti rangkaian bakti sosial kesehatan.

Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali mengelarkan Bakti Sosial Kesehatan di Kota Batam. Gelaran Baksos Kesehatan Tzu Chi Ke-157 ini diadakan pada tanggal 23-24 Oktober 2026 di RS. Budi Kemuliaan Kota Batam. Ini merupakan ke-11 kalinya, Tzu Chi bekerja sama dengan RS. Budi Kemuliaan untuk memberikan pelayanan operasi gratis bagi masyarakat prasejahtera di Kota Batam dan pulau sekitarnya.

Pada baksos kesehatan di Batam tahun ini, berfokus pada operasi katarak karena banyak masyarakat yang membutuhkan penanganan. Hal tersebut menyebabkan antrian operasi katarak lewat BPJS terus memanjang.

Melihat kondisi tersebut, jajaran pengurus Tzu Chi Batam mengambil langkah strategis dengan memfokuskan sumber daya pada kegiatan sosialisasi dan penjangkauan pasien katarak di pulau-pulau kecil. Upaya ini dilakukan dengan menghadirkan dokter spesialis mata untuk melaksanakan pemeriksaan awal (skrining) di sejumlah pulau pada 26 September hingga 11 Oktober 2026. Pasien yang telah menjalani skrining dan memenuhi kriteria untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut kemudian akan dibawa ke Kota Batam.

Sebanyak 13 pasien walk-in, 169 pasien luar Pulau Batam, dan 246 pasien dari 20 puskesmas Kota Batam menjalani skrining kesehatan yang diadakan di Aula Jing Si Batam pada tanggal 17-18 Oktober 2026. Khusus untuk pasien dari luar pulau seperti Dabo Singkep, Selatpanjang, Moro, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Anambas, Tanjung Uban, dan Tanjung Pinang, Tzu Chi Batam menyediakan antar jemput, penginapan dan konsumsi selama pasien berada di Kota Batam.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., secara resmi membuka Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157 di Aula Jing Si Batam.

Pada hari pertama skrining, acara pembukaan Bakti Sosial Kesehatan diikuti perwakilan dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, Pemerintah Kota Batam dan Kepri, Dewan Perkumpulan Budi Kemuliaan, serta berbagai organisasi lainnya. Kata sambutan dibawakan oleh Ketua Tzu Chi Cabang Batam, Rudi Tan; Pembina RS. Budi Kemuliaan, Ibu Sri Soedarsono; dan Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si. menyampaikan. “Ini sangat berharga, biasa bakti sosial berikan santunan dan lain-lain. Ini bakti sosial kesehatan. Kesehatan ada denyut nadi kita kalau tidak sehat buat apa juga. Kata orang bijak, ‘berikanlah hati yang ikhlas bukan harga yang tidak bermanfaat,” kata Wagub Dr. Nyanyang.

Tiga ketukan nyaring menandai dibukanya Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157 secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang. Didampingi Ketua Tzu Chi Batam, Rudi Tan, ia kemudian meninjau langsung proses pemeriksaan awal calon pasien, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga area dapur yang disiapkan untuk mendukung kegiatan bakti sosial.

Dalam tahap pemeriksaan awal ini, calon pasien menjalani serangkaian pemeriksaan, meliputi pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, tes visus atau ketajaman penglihatan, serta konsultasi dengan dokter untuk menentukan kesiapan menjalani operasi.

Untuk pertama kalinya menyaksikan secara langsung kegiatan bakti sosial Tzu Chi, Dr. Nyanyang mengaku terkesan dengan keterlibatan para relawan dari berbagai generasi. Menurutnya, kebersamaan antara relawan muda, relawan senior, dan tim medis menjadi salah satu hal yang istimewa dalam kegiatan tersebut.

“Yang sangat luar biasa, relawan mudanya, yang sudah senior dan para dokter menyatu hati,” kata Wagub Dr. Nyanyang dengan apresiasi.

Calon pasien menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di Aula Jing Si Batam pada 17–18 Oktober 2026 untuk menentukan kesiapan menjalani operasi.

Bakti sosial tahun ini melibatkan sekitar 300 relawan, termasuk relawan dari luar Batam yang turut membantu pelayanan serta memenuhi berbagai kebutuhan pasien. Kegiatan ini juga didukung oleh tim medis dari Batam dan Jakarta yang bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepedulian para relawan tidak hanya terlihat dalam pendampingan pasien, tetapi juga melalui berbagai tugas yang mendukung kelancaran kegiatan. Sebagian relawan menyiapkan konsumsi bagi pasien dan sesama relawan, sementara yang lainnya bertugas menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemilahan sampah.

Kebiasaan memilah sampah yang diterapkan dalam kegiatan ini turut menarik perhatian Suster Weni, salah satu tim medis TIMA dari Jakarta. Ia mengapresiasi kesadaran para relawan dalam menjaga kebersihan lingkungan di tengah kesibukan melayani pasien.

“Kita masih sibuk di belakang, mereka sudah memilah-milah sampah dan membersihkan botol-botol. Menurut saya, ini luar biasa,” ucap Suster Weni.

Dari Cinta Kasih Relawan, Hadir Harapan untuk Melihat Kembali
Pada hari pelaksanaan operasi, para relawan telah bersiap sejak awal untuk mendampingi pasien melalui setiap tahapan pelayanan. Mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, pemberian penjelasan dan persetujuan tindakan medis (informed consent), hingga persiapan sebelum memasuki ruang operasi.

Para pasien juga mengikuti arahan tim medis, termasuk menjalani prosedur persiapan dan sterilisasi sesuai ketentuan. Seluruh tahapan dilakukan secara tertib untuk mendukung kelancaran dan keamanan tindakan operasi.

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157 diselenggarakan di RS Budi Kemuliaan, Kota Batam, dengan pelayanan operasi katarak dan pterigium gratis bagi masyarakat prasejahtera.

Setelah menyelesaikan persiapan, pasien diarahkan menuju ruang tunggu sebelum dipanggil untuk menjalani operasi. Selama proses tersebut, para relawan senantiasa mendampingi, memberikan arahan, dan membantu pasien agar merasa lebih tenang serta nyaman.

Melalui kegiatan operasi yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026, sebanyak 252 pasien katarak dan 47 pasien pterigium (benjolan kecil) telah menjalani tindakan operasi. Di balik jumlah tersebut, tersimpan harapan para pasien untuk kembali melihat dengan lebih jelas dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Salah satu pasien yang merasakan manfaat kegiatan ini adalah Pitah (40), warga Dabo Singkep yang sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan lontong di sebuah kedai kopi. Ia pertama kali mendapatkan informasi mengenai bakti sosial kesehatan Tzu Chi ketika sedang berjualan. Kesempatan tersebut segera dimanfaatkannya untuk kembali mendapatkan pengobatan bagi matanya.

Pitah, warga Dabo Singkep yang telah dua kali mengikuti bakti sosial kesehatan Tzu Chi, merasa terbantu oleh perhatian para relawan dan berencana mengajak saudaranya mengikuti kegiatan serupa.

Bagi Pitah, kegiatan bakti sosial Tzu Chi bukanlah pengalaman pertama. Sebelumnya, ia pernah menjalani operasi pterigium melalui kegiatan serupa. Pengalaman tersebut membuatnya kembali menaruh harapan pada pelayanan kesehatan yang diberikan Tzu Chi.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Pitah merasakan perhatian para relawan yang senantiasa mendampingi dan membantu memenuhi kebutuhannya. Baginya, keramahan dan kepedulian para relawan menjadi pengalaman yang berkesan.

“Pokoknya sangat baguslah. Orang-orang baik semua relawan. Relawan sangat perhatian sama kita, pokoknya sangat menyenangkan,” ungkap Pitah dengan penuh rasa syukur.

Selama menjalani rangkaian pengobatan, Pitah tinggal di Asrama Haji selama kurang lebih satu minggu. Ia merasa terbantu karena kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan fasilitas pendukung lainnya telah disiapkan. Perhatian yang diterimanya membuat ia semakin bersyukur atas kesempatan menjalani pengobatan tersebut.

Pengalaman ini juga mendorong Pitah untuk mengajak anggota keluarganya mengikuti kegiatan serupa apabila kembali diselenggarakan pada tahun mendatang.

“Insyaallah Kalau ada tahun kedepan lagi, saya akan bawa saudara saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ketua Tzu Chi Cabang Batam, Rudi Tan, berharap bakti sosial kesehatan membawa manfaat bagi pasien maupun relawan serta menumbuhkan kepedulian yang terus mereka bagikan di tengah masyarakat.

Bagi Tzu Chi, bakti sosial kesehatan bukan hanya tentang memberikan tindakan pengobatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Melalui interaksi antara pasien, relawan, dan tim medis, semangat saling membantu diharapkan dapat terus berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semua yang menjalani operasi dan juga relawan yang terlibat sama-sama menerima manfaat. Itu harapan Tzu Chi mengadakan baksos operasi. Lalu mereka dapat kembali ke masyarakat menjadi cahaya yang terang,” tutur Ketua Tzu Chi Cabang Batam, Rudi Tan.

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157 menjadi salah satu wujud nyata cinta kasih yang diwujudkan melalui tindakan. Para pasien mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengobatan dan perhatian, sementara para relawan merasakan kebahagiaan dengan bersumbangsih bagi sesama. Dari pertemuan dan kebersamaan inilah, kepedulian diharapkan terus tumbuh dan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157: Hadirkan Harapan bagi Ratusan Pasien di Batam

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-157: Hadirkan Harapan bagi Ratusan Pasien di Batam

28 Oktober 2026

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-157 di RS Budi Kemuliaan Batam memberikan operasi gratis bagi 252 pasien katarak dan 47 pasien pterigium bagi masyarakat prasejahtera di Batam dan pulau sekitar.

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke - 157: Hampir Empat Tahun Pandangan Kabur, Pak Benny Tetap Berjuang demi Keluarga

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke - 157: Hampir Empat Tahun Pandangan Kabur, Pak Benny Tetap Berjuang demi Keluarga

27 Oktober 2026

Hampir empat tahun mengalami katarak, Pak Benny tetap berjuang mencari nafkah. Melalui bakti sosial kesehatan yang diadakan Tzu Chi bersama RSBK Batam, ia mendapat kesempatan operasi katarak.

Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -