Banjir 2020: Seribu Makanan Hangat untuk Warga Ciledug, Tangerang

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah


Seribu porsi makan siang dan makan malam disiapkan oleh para relawan Tzu Chi dari He Qi Tangerang bagi warga di Perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 Tangerang. 

Kesibukan tampak di rumah Eddyana, relawan Tzu Chi dari He Qi Tangerang sejak pukul 7.30 WIB. Hari ini, Senin 6 Januari 2020, rumahnya disulap menjadi dapur umum. Relawan Tzu Chi memasak 500 porsi makan siang dan 500 porsi makan malam bagi warga Perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 yang kondisinya masih susah karena banjir beberapa hari lalu.

Warga di perumahan ini masih berjibaku dengan bersih-bersih rumah. Sementara alat masak mereka kebanyakan rusak akibat banjir. Rumah Eddyana sendiri yang berada di Perumahan Ciledug Indah 1, sudah dibersihkan sehingga bisa digunakan relawan untuk memasak seribu porsi makanan.


Menu yang dimasak adalah nasi dengan telur balado, tumis tempe kacang panjang, juga kentang kecap.

Adapun menu makanan yang dimasak relawan adalah nasi dengan telur balado, tumis tempe kacang panjang, juga kentang kecap. Untuk mempersingkat waktu, masing-masing relawan memasak nasi dari rumah dan membawa ke rumah Eddyana beserta penanak nasinya. Ada 30 lebih penanak nasi lengkap dengan nasi matang yang terkumpul.

Untuk sayur dan lauk, malam sebelumnya relawan berbelanja di Pasar Lembang, Ciledug. Karena sudah malam, relawan bahkan sempat kesulitan menemukan depo telur karena sudah banyak yang tutup. Namun niat baik memang selalu dimudahkan. Relawan pun berhasil membawa pulang barang belanjaan yang siap diolah keesokan harinya.


Relawan tampak begitu kompak satu sama lain.

Sambutan Hangat Warga
Pagi itu secara berangsur-angsur, relawan Tzu Chi tiba di rumah Eddyana. Ada 43 relawan yang bergotong royong dan berbagi tugas dari mengupas kentang, merebus telur, menggoreng, membungkus hingga membagikan makanan yang sudah matang ke rumah-rumah warga yakni para tetangga Eddyana.

Pada pukul 12.00 WIB, makan siang pun siap dibagikan. Beberapa Ketua RT juga datang ke posko dapur relawan untuk mengambilkan jatah bagi warganya.


Muda-mudi Tzu Chi atau Tzu Ching juga berpartisipasi dalam rangka meringankan beban masyarakat pascabanjir ini.


Eddyana (berjilbab) membagikan nasi hangat dari rumah ke rumah.

Emawani (53) mendapatkan dua bungkus nasi dari relawan. “Saya terima nasinya dengan perasaan senang. Biaya buat bersih-bersih rumah kan masih banyak, jadi dapat nasi gratis ya saya senang sekali. Sejak banjir saya belum bisa masak lagi, harus beli. Kompor rusak, mesin cuci rusak, kulkas rusak, terendam rumah saya setinggi pagar rumah, tinggi sekali,” katanya.

Usaha konveksi milik anak Emawani yang menjadi sumber penghasilan keluarganya hingga kini belum bisa beroperasi kembali. Menurutnya diperkirakan baru dua pekan lagi keluarganya baru bisa bangkit lagi karena semua barang terkena banjir.


Dengan kondisi rumahnya yang belum dibersihkan pascabanjir, Emawani sangat berterima kasih kepada relawan Tzu Chi atas nasi hangat yang diterimanya. 

Tak hanya warga, makan siang yang lezat ini juga dinikmati para petugas kebersihan yang bekerja keras pascabanjir. Di Perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 ini, barang-barang yang hancur dan rusak milik warga berjejer di depan rumah mereka. Para petugas kebersihan bekerja ekstra keras untuk menangani problem baru pascabanjir ini.

Melihat relawan Tzu Chi datang membawakan makan siang, para petugas kebersihan ini sangat antusias.

“Terima kasih bapak dan ibu untuk makan siang kami,” ujar salah seorang dan diiyakan oleh anggukan para petugas kebersihan lainnya.


Kebahagiaan dirasakan para petugas kebersihan yang juga dapat menikmati nasi hangat yang dimasak oleh relawan Tzu Chi dengan tulus dan penuh cinta kasih. 

Edi Sheen, koordinator pembagian nasi hangat ini berharap sumbangsih relawan dari He Qi Tangerang ini dapat meringankan kesusahan warga di sini akibat banjir.

“Kami lihat kondisi di sini memang jalanan sudah surut, tidak ada genangan lagi, tapi dalam rumah, keadaannya sangat pilu. Perabotan berantakan, dan kita lihat wajah warga ini banyak yang kebingungan. Jadi kami pikir apa yang masih bisa kita perbuat untuk membantu. Setelah kami rundingkan, ya kami putuskan untuk bagikan nasi hangat yang tetap bisa menghangatkan hati, sehingga mereka tidak putus asa,” pungkas Edi Sheen.

Editor: Metta Wulandari


Artikel Terkait

Banjir 2020: Seribu Makanan Hangat untuk Warga Ciledug, Tangerang

Banjir 2020: Seribu Makanan Hangat untuk Warga Ciledug, Tangerang

06 Januari 2020

Kesibukan tampak di rumah Eddyana, relawan Tzu Chi dari He Qi Tangerang sejak pukul 7.30 WIB. Hari ini, Senin 6 Januari 2020, rumahnya disulap menjadi dapur umum. Relawan Tzu Chi memasak 500 porsi makan siang dan 500 porsi makan malam bagi warga Perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 yang kondisinya masih susah karena banjir beberapa hari lalu.

Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -