Banjir Sumatera: Tzu Chi dan Meratus Foundation Hadirkan Senyum di Kecamatan Sekerak

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi Medan menyerahkan bantuan paket sembako untuk warga yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak.

Pada Minggu, 11 Januari 2026, menjadi hari penuh makna bagi warga Kecamatan Sekerak yang masih berjuang bangkit pascabanjir. Meski air telah surut, luka yang ditinggalkan bencana belum sepenuhnya pulih. Lumpur yang mengeras masih menyelimuti rumah-rumah, sementara sebagian warga terpaksa bertahan di posko pengungsian karena hunian mereka belum layak ditempati.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran tujuh relawan Tzu Chi Medan bersama lima relawan Meratus Foundation membawa kehangatan dan harapan baru. Kolaborasi kemanusiaan ini menjadi jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan dalam sunyi oleh warga yang telah menjalani kehidupan sulit selama 48 hari pascabanjir, termasuk masa isolasi selama 17 hari akibat akses yang terputus.

Penyaluran bantuan difokuskan pada tiga lokasi yang terdampak paling parah:

  1. Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, relawan Tzu Chi Medan menyalurkan 120 paket sembako. Di desa ini, banjir menghanyutkan 15 rumah hingga rata dengan tanah dan menyebabkan 121 rumah lainnya rusak berat.
  2. Kantor Camat Sekerak, bantuan yang disalurkan berupa 11 kitab suci Al-Qur’an dan 100 buku Iqro, sebagai dukungan bagi kegiatan ibadah dan pendidikan keagamaan masyarakat.
  3. Masjid Nurussalam, Desa Lubuk Sidup, bantuan meliputi 161 kitab suci Al-Quran, 160 paket sembako, serta 8 terpal goni untuk membantu warga yang rumahnya belum dapat ditempati.

Kondisi Masjid Nurussalam, Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak pascabencana banjir bandang yang melanda. Relawan Tzu Chi menyalurkan bantuan untuk warga dan jemaah Masjid Nurussalam berupa perlengkapan ibadah dan terpal goni.

Nini, relawan Tzu Chi Medan memberikan perhatian kepada Diana, salah satu warga yang mengungsi di posko. Perhatian dan dorongan semangat sangat berarti untuk mereka yang masih trauma akan bencana yang terjadi.

Dengan tersalurkannya bantuan perlengkapan ibadah untuk jemaah masjid, Yenny Waty salah satu relawan Tzu Chi Medan, berharap hal ini bisa menjadi toleransi antar umat beragama yang akan terus terhubung, dan menjadi manfaat untuk masyarakat. “Bantuan Al-Quran ini sangat dibutuhkan karena banyak perlengkapan ibadah warga hanyut terbawa banjir. Ini adalah wujud kepedulian dan toleransi kami, tanpa memandang suku, agama, dan ras,” ujar Yenny Waty.

Harapan yang Terus Menyala
Di antara para pengungsi, sosok Diana (39), warga Desa Lubuk Sidup, menjadi potret keteguhan hati di tengah bencana. Sejak 2010, ia mengandalkan usaha kecil berdagang sembako untuk menghidupi keluarganya. Namun banjir besar membuat rumahnya tertimbun lumpur tebal yang kini mengeras, sementara sebagian besar barang dagangannya rusak dan tak dapat diselamatkan.

Trauma masih membekas di dalam dirinya. Setiap hujan turun, rasa cemas kembali menghantui, terlebih dengan posisi sungai yang kini semakin dekat ke permukiman. Namun di tengah keterbatasan, Ibu Diana menunjukkan ketulusan luar biasa. Saat mengungsi, ia berhasil menyelamatkan lima karung beras, satu kotak mi instan, dan telur, yang kemudian ia sumbangkan ke dapur umum untuk memberi makan sekitar 70 warga selama tiga hari tanpa menerima bayaran sedikit pun.

Shu Tjeng, relawan Tzu Chi pembina Aceh, memberikan kata sambutan kepada warga sebelum bantuan disalurkan. Shu Tjeng menyampaikan harapan agar warga setempat dapat dilibatkan sebagai relawan lokal agar terus terhubung dalam kebaikan.

"Saya tidak tega melihat anak-anak kecil kelaparan. Hari ini relawan Tzu Chi berkunjung ke posko kami, lalu memberikan perhatian dan bantuan kepada kami. Kita yang menghuni posko sangat terhibur dengan kunjungan dan bantuannya, semoga terus diberkati. Saya berharap adanya hunian layak untuk memulai hidup baru,” ucap Diana.

Kepala Desa Sekerak, Bapak Ibrahim, mengungkapkan rasa haru atas kehadiran para relawan. Ia bercerita bahwa desanya sempat luput dari perhatian karena tidak “viral”.

"Saya sering berpikir, kapan ya Tzu Chi masuk ke kampung saya? Saya lihat aktivitas Yayasan Buddha Tzu Chi ini dari pascabanjir memang konsisten tetap menyalurkan kedermawaannya untuk masyarakat. Alhamdulillah, hari ini tuhan memberi rezeki dengan hadirnya Tzu Chi di Kecamatan Sekerak. Yang pasti kami sangat bahagia dan mohon doanya agar masyarakat kami bisa pulih kembali,” ujar Ibrahim.

Dengan semangat bergotong-royong, relawan Tzu Chi medan bersama relawan Meratus Foundation, dan warga setempat melangsir bantuan yang nantinya akan dibagikan untuk warga.

Shu Tjeng, relawan Tzu Chi pembina wilayah Aceh, menyampaikan harapan agar warga setempat dapat dilibatkan sebagai relawan lokal. “Kami berharap ada warga yang bisa bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Ke depan, kami merencanakan pelatihan relawan lokal agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan mandiri menghadapi bencana,” ujarnya kepada Efi Ananda, Datuk Desa Pantai Tinjau.

Senada dengan itu, Adam Risman Adimarif dari Meratus Foundation Surabaya menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi yang sama.

“Kami dan Tzu Chi memiliki satu tujuan, yaitu membantu saudara-saudara yang sedang kesulitan. Terima kasih atas sinergi ini, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran di Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Banjir mungkin telah menghanyutkan harta benda, namun tidak dengan nilai kemanusiaan. Kehadiran relawan Tzu Chi Indonesia dan Meratus Foundation di Aceh Tamiang menjadi pengingat bahwa di balik setiap penderitaan, selalu ada tangan yang terulur dan harapan yang terus tumbuh.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Tzu Chi Medan Hadir Bantu Warga Klumpang Kebun, Deli Serdang

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Tzu Chi Medan Hadir Bantu Warga Klumpang Kebun, Deli Serdang

01 Desember 2025

Saat warga Klumpang Kebun masih berjuang memenuhi kebutuhan pascabanjir, relawan Tzu Chi Medan hadir lebih dulu membawa bantuan untuk mereka.

Bantuan Bencana Banjir Di Sumatera: Relawan Tzu Chi Terus Dampingi Warga

Bantuan Bencana Banjir Di Sumatera: Relawan Tzu Chi Terus Dampingi Warga

05 Desember 2025

Warga Kota Medan yang masih terdampak banjir menerima bantuan darurat dari relawan Tzu Chi. Beras, air, biskuit, dan perlengkapan kebersihan dibagikan dengan gotong royong.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Kemanusiaan Tzu Chi Menembus Banjir Aceh Tamiang

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Kemanusiaan Tzu Chi Menembus Banjir Aceh Tamiang

10 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Medan menyalurkan bantuan ke daerah Aceh Tamiang yang sulit dijangkau. Sudah tiga kali relawan Tzu Chi Medan membawa bantuan ke kabupaten Aceh Tamiang.

Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -