Banjir Sumatera: Tzu Chi Fokus Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang

Jurnalis : Khairiah Lubis (DAAI TV Medan), Fotografer : Khairiah Lubis (DAAI TV Medan)

Dengan penuh kehangatan, para kepala sekolah dan guru di Aceh Tamiang menyambut bantuan paket alat kebersihan yang diserahkan relawan Tzu Chi Medan.

Tahun sudah berganti, namun wajah 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang dihuni mayoritas masyarakat melayu masih belum banyak berubah. Lumpur dan aroma tidak sedap yang menguap dari sampah banjir masih menyelimuti di beberapa titik lokasi. Lebih dari sebulan sisa-sisa banjir ini belum diangkat.

Di Posko Tzu Chi, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, sejumlah pria terlihat sibuk memilih sekop, cangkul, sapu, alat pel, dan kereta sorong. Mereka adalah kepala sekolah dan pengurus masjid di Aceh Tamiang yang mendapatkan bantuan alat kebersihan dari Yayasan Buddha Tzu Chi pada Minggu, 4 Januari 2026. Sejak banjir bandang akhir November 2025, proses belajar mengajar di sekolah-sekolah Aceh Tamiang lumpuh total.

Lumpur setinggi 50 cm hingga satu meter menutup jalan masuk ke sekolah, sementara tanggal masuk sekolah sudah dekat. Di tengah kesibukan mengurusi rumah yang hancur dan tenggelam lumpur, para guru pergi ke sekolah untuk membersihkan ruang-ruang kelas dengan peralatan seadanya. Kekurangan peralatan kebersihan untuk sekolah-sekolah di Aceh Tamiang inilah yang menjadi alasan Yayasan Buddha Tzu Chi menyediakan bantuan paket alat kebersihan.

Pieter Chang, relawan Tzu Chi Medan, membantu warga yang akan mengangkut kereta sorong dengan becak. Kereta sorong ini akan dibawa untuk membersihkan desanya dari lumpur pascabencana banjir bandang.

Pieter Chang, salah satu relawan Tzu Chi, berharap dengan adanya bantuan paket alat kebersiahan yang diberikan dapat memulihkan kondisi sekolah yang ada di Aceh Tamiang, serta anak-anak dapat bersekolah lagi dengan kondisi ruangan yang aman dan nyaman.

“Hari ini kita membagikan kepada sekolah-sekolah SD dan SMP berupa kereta sorong dan alat-alat kebersihan lainnya, kita memberikan bantuan ini untuk daerah Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya. Karena kondisi Aceh Tamiang yang sangat parah kena banjirnya.  Karena kita tahu ya, semua sekolah di Aceh Tamiang itu lumpurnya tingginya sampai   setengah meter. Semoga bisa membantu meringankan beban mereka dengan alat yang kita berikan, dan anak-anak dapat sekolah kembali seperti biasa,” kata Pieter Chang.

Mulyadi, Kepala Sekolah SMPN 3 Kejuruan Muda mengungkapkan, banjir bandang telah menenggelamkan sekolahnya, sehingga membuat 15 ruang belajar, laboratorium, perpustakaan dan seluruh peralatan sekolah mulai dari komputer, peralatan administrasi dalam kondisi rusak. Bantuan peralatan kebersihan dari Yayasan Buddha Tzu Chi adalah bantuan pertama yang mereka dapatkan, tak lupa Mulyadi memberikan apresiasi atas bantuan yang ia terima.

“Anak-anak kita sudah lama tidak belajar. Waktu kami masuk, lumpurnya masih tebal di atas lutut, untuk saat ini kami belum mendapat bantuan dari mana-mana, baru hari ini kami mendapat bantuan berupa alat kebersihan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Kami sangat berterima kasih, mungkin ini sangat bermanfaat bagi kami, supaya anak-anak sekolah bisa belajar seperti sedia kala. Bantuan peralatan kebersihan dan lain-lainnya ini sangat berharga bagi kami di sini,” ungkap Mulyadi dengan rasa haru.

Selain bantuan alat kebersihan, kesempatan itu juga dimanfaatkan Tzu Chi untuk menyalurkan bantuan sembako ke beberapa desa yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Salah satunya adalah Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda.

Serah terima bantuan paket alat kebersihan ini dilakukan di Posko Tzu Chi, Kuala Simpang kepada para kepala sekolah dan guru.

Agustina Sari, Datuk Penghulu Desa Pangkalan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada relawan Tzu Chi Indonesia yang terus mendampingi mereka hinggi saat ini. “Alhamdulillah hari ini kami menerima logistik beras sebanyak 170 karung dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Saya ucapkan terima kasih, karena ini sangat bermanfaat untuk warga saya desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Agustina Sari.

Alat Berat dari Tzu Chi Bersihkan Desa Sukajadi
Gerakan yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk melakukan pembersihan desa-desa di Aceh Tamiang dari sisa banjir bandang, juga dilaksanakan di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru. Sukajadi merupakan salah satu desa terdampak parah banjir bandang. Hampir seratus persen rumah di bantaran Sungai Tamiang ini luluh lantah dihantam ribuan kayu yang terbawa arus deras. Selain balok-balok kayu besar, lumpur dan sisa puing rumah yang hancur menghalangi akses masyarakat masuk ke kawasan ini.

Sudah sebulan terakhir Desa Sukajadi sudah bisa dilalui, alat berat dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah beroperasi selama satu bulan telah membuka akses masuk ke desa ini kembali pulih. Fakhrurrazi Syamsuyar, Camat Karang Baru, mengungkapkan hampir 31 desa yang ada di Karang Baru luluh lantak termasuk Desa Sukajadi.

“Jadi pertamanya Yayasan Buddha Tzu Chi turun bersihkan jalan ini, yang hari ini kita sudah bisa sampai ke titik ini berkat bantuan alat berat dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Jadi hari ini masih ada di belakang kita nih alat ini untuk meratakan lokasi, membuang kayu-kayu, supaya masyarakat bisa bangun tenda sementara di Kampung Sukajadi ini,” kata Fakhrurrazi.

Shu Tjeng, relawan Tzu Chi Medan, bersama Fakhrurrazi, Camat Karang Baru, meninjau langsung bantuan alat berat dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Relawan Tzu Chi Medan, Shu Tjeng mengungkapkan saat ini fokus relawan Tzu Chi di Aceh Tamiang adalah membersihkan area dari sisa-sisa banjir bandang yang masih menutup desa, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Shu Tjeng juga berharap agar pemulihan bisa lebih cepat dan warga dapat beraktivitas kembali seperti biasanya.

“Tzu Chi sekarang fokus untuk membantu pemerintah memasang tenda-tenda, jadi alat berat kita ini disini membersihkan dan meratakan, sehingga tanah-tanahnya ini bisa jadi tempat pasang tenda. Awalnya mereka tinggal di atas jembatan jadi pemerintah minta bantuan ke Tzu Chi. Di tempat itu kan merupakan jalan lintas ya sehingga terjadi kemacetan, jadi di sini perlu di ratakan tanahnya dan dibersihkan lingkungannya juga, agar bisa dibangun tenda untuk warga pengungsi di sini,” jelas Shu Tjeng.

Sebagian besar warga Desa Sukajadi sudah kembali ke desa meskipun rumah-rumah mereka sudah hilang terbawa arus banjir bandang. Mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian dan masih membutuhkan bantuan untuk pemulihan. Untuk saat ini, warga Aceh Tamiang masih butuh uluran tangan dalam masa rekonstruksi dan rehabilitasi.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Kabupaten Nagan Raya, Aceh Terima Bantuan dari Tzu Chi

Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Kabupaten Nagan Raya, Aceh Terima Bantuan dari Tzu Chi

11 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Aceh membagikan bahan makanan dan keperluan sandang untuk korban bencana banjir yang terdampak di Nagan Raya pada Minggu, 7 Desember 2025..

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Sembako dan Layanan Medis untuk Warga Tapanuli Tengah

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Sembako dan Layanan Medis untuk Warga Tapanuli Tengah

04 Desember 2025

Relawan Tzu Chi membawa bantuan berupa paket sembako dan obat-obatan menuju posko pengungsian warga Desa Garoga, Hutagodang, dan Batang Toru, Kecamatan Batang Toru.

Pulihkan Kesehatan Warga Pascabanjir, Tzu Chi Gelar Baksos di Medan Marelan

Pulihkan Kesehatan Warga Pascabanjir, Tzu Chi Gelar Baksos di Medan Marelan

18 Desember 2025

Tzu Chi Medan bersama tim medis TIMA menggelar bakti sosial kesehatan untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan serta meringankan beban masyarakat pasca bencana.

Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -