Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Pascabanjir di Kecamatan Medan Polonia
Jurnalis : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan), Fotografer : Mellisa Sim, Lim Hung Jeng, Yanti Yunita (Tzu Chi Medan)
Dokter memeriksa seorang anak yang mengeluh gatal-gatal.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan meninggalkan dampak yang parah bagi masyarakat. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kecamatan Medan Polonia. Luapan air merendam permukiman warga bahkan mengakibatkan beberapa rumah hanyut. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya Bakti Sosial Kesehatan sebagai wujud kepedulian terhadap warga terdampak.
Kegiatan pun diadakan di Cetiya Tamil Anathapindika Jl. Karya Utama No.52 Medan Polonia yang dihadiri sekitar 276 orang. Dengan rincian relawan TIMA 35 orang, relawan komunitas 56 orang dan 185 pasien pada Minggu, 14 Desember 2025.
Di antara peserta terdapat warga yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat banjir. Ia hadir dengan harapan mendapat layanan kesehatan sekaligus dukungan untuk dapat bangkit dari musibah.
Sambil menunggu antrean pemeriksaan, video-video inspiratif diputar dari kegiatan tanggap darurat banjir Tzu Chi di beberapa wilayah terdampak banjir. Pasien yang menunggu antrean juga diminta untuk berbagi kesan.

Relawan membantu pasien untuk proses pendaftaran.

Relawan membantu Ibu Sulaimi untuk proses pendaftaran.
Umi Kalsum (48), menceritakan bahwa saat banjir pada 27 November 2025 lalu, rumahnya tenggelam, barang-barang habis terendam. Meski demikian beliau bersyukur masih diberi keselamatan dan merasa bahwa dibandingkan dengan saudara-saudara yang ada di Aceh dan Sibolga, keadaannya masih jauh lebih baik.
“Saya bersyukur walaupun rumah saya terendam banjir, keluarga masih diberi keselamatan, saya melihat di tayangan televisi banyak yang meninggal dan hilang tersapu banjir serta kesulitan makanan dan air bersih untuk minum ataupun untuk mandi, di sini saya walaupun mengungsi bisa dapat makan dan air bersih,” ucap Ibu Umi Kalsum.
Kegiatan ini turut dihadiri PLT Camat Medan Polonia, Rangga Karfika. “Di Kecamatan Medan Polonia, ada lima kelurahan dengan 13 lingkungan yang semuanya terdampak banjir. Terima kasih banyak atas bakti sosial kesehatan yang diadakan Yayasan Buddha Tzu Chi, ini sangat membantu warga, terutama untuk masalah kesehatan kulit dan kebutuhan kesehatan lainnya. Kegiatannya benar-benar bermanfaat,” ujar Rangga.

Budi Dharmawan menjelaskan mengenai proses kegiatan bakti sosial kepada PLT Camat dan Pengurus Cetiya.

Relawan memberi perhatian kepada pasien. Ada 185 pasien yang diobati pada layanan pengobatan kali ini.
Salah seorang peserta, Sulaimi (71) yang menderita hipertensi sejak 2015, mengaku mendapat informasi baksos kesehatan dari relawan yang datang ke rumahnya. “Saya mengucapkan terima kasih banyak dapat bantuan pengobatan. Semoga yang membantu dikasih keselamatan, dan mudah-mudahan saya makan obat ini bisa sembuh,” ucap Ibu Sulaimi.
Koordinator kegiatan, Budi Dharmawan menjelaskan, di wilayah ini banyak orang sakit khususnya mereka yang lansia. “Hampir 70% adalah usia 70 tahun ke atas yang membutuhkan pengobatan, yang berarti kegiatan bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan sudah tepat sasaran.”
Salah satu dokter TIMA (Tzu Chi Medical Association) dr. Johanes Tanaka mengungkapkan, rata-rata pasien yang berobat mengalami gatal-gatal di bagian kaki pascabanjir. Pasien mulai dari anak-anak sampai dewasa usia 70 tahunan. “Dalam baksos kali ini dari TIMA ada dokter umum, dokter kulit, dokter anak, apoteker dan mahasiswa yang kuliah dibidang kesehatan yang bersumbangsih mengikuti kegiatan baksos ini.”

Dalam bakti social ini, pasien yang diobati mulai dari anak-anak sampai dewasa usia 70 tahunan.

Relawan memberi perhatian yang begitu tulusa kepada pasien.
Dalam pelaksanaannya, bakti sosial ini memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan pasca banjir. Upaya ini diharapkan dapat mencegah munculnya penyakit yang kerap timbul setelah bencana.
Melalui kegiatan bakti sosial kesehatan ini, diharapkan masyarakat di Medan Polonia dapat merasakan kehadiran dan kepedulian berbagai pihak. Kebersamaan, empati, dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk membantu warga melewati masa sulit dan menata kembali kehidupan pasca banjir.
Editor: Khusnul Khotimah
Artikel Terkait
Solidaritas Tzu Chi Hospital untuk Korban Banjir Sumatera
02 Desember 2025Para staf, dokter, dan perawat Tzu Chi Hospital PIK turut menggalang donasi bagi korban banjir di Sumatra. Dengan penuh kepedulian, mereka berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para penyintas.
Banjir Sumatera: Layanan untuk Warga Kuala Simpang, dari Makanan Hingga Cuci Kendaraan
14 Januari 2026Posko Bantuan Tzu Chi di Kuala Simpang menjadi tempat untuk menyalurkan bantuan air bersih, dapur umum, cuci motor gratis, serta baksos kesehatan untuk warga.
Bantuan Bencana Banjir Di Sumatera: Tzu Chi Medan Ringankan Beban Warga Tanjung Pura
11 Desember 2025Banjir 11 hari merendam Tanjung Pura, membuat banyak warga sakit. Tzu Chi Medan datang kembali membawa 1.015 paket bantuan dan layanan medis bagi para pengungsi.







Sitemap