Bantuan Bagi Korban Bencana di Pulau Seribu

Jurnalis : Metta Wulandari, Fotografer : Anand Yahya
 
 

fotoPembagian kupon bantuan dilakukan dengan mengunjungi satu per satu warga untuk mengetahui bagaimana kondisi bangunan yang mereka tinggali dan seperti apakah kerusakan yang diderita.

Lima belas hari telah berlalu terhitung setelah survei (7/2/12)yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi di kawasan Kelurahan Kepulauan Kelapa dan Kelurahan Kepulauan Harapan, Pulau Seribu yang beberapa waktu lalu terkena terjangan angin puting beliung. Menindaklanjuti kegiatan survei tersebut tim kembali mendatangi lokasi bencana dengan tujuan untuk memberikan kupon dan bantuan bagi para korban di lokasi tersebut.

 

Pembagian kupon berlangsung Selasa, 21 Februari dan berakhir hingga Rabu, 22 Februari 2012. Dengan berbekal data-data korban, para relawan dengan sigap mendatangi satu demi satu rumah warga dan melihat sendiri bagaimana kondisi bangunan yang mereka tinggali.

Bangunan rusak tercatat berjumlah 555 buah bangunan dengan perincian 275 bangunan berasal dari Pulau Harapan dan 280 bangunan berasal dari Pulau Kelapa, dengan tiga kategori kerusakan: rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Sementara korban luka-luka terdiri dari 31 korban  dari Pulau Kelapa dan 11 korban dari Pulau Harapan.

 

foto  foto

Keterangan :

  • Bantuan yang diberikan berupa semen sebanyak 1.500 sak dan asbes sebanyak 7.000 lembar. Semen tidak begitu banyak dibutuhkan oleh warga karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu (kiri).
  • Cuaca yang terik tidak menghalangi para relawan dalam melakukan pembagian kupon dan bantuan pada tanggal 21-22 Februari 2012 lalu (kanan).

 

Bantuan yang diberikan berupa semen sebanyak 1.500 sak dan asbes sebanyak 7.000 lembar. Bantuan ini didasarkan pada kondisi lingkungan dan juga memerhatikan apa yang sekiranya dibutuhkan warga. “Saat survei kami melihat atap bangunan yang hilang dan juga banyak bangunan yang terbuat dari kayu, sehingga kami memberi apa yang dibutuhkan oleh warga,” ujar Joe Riadi, Ketua Tim Tanggap Darurat Tzu Chi yang juga koordinator lapangan pemberian bantuan ini. “Karena bangunannya banyak dari kayu maka kami tidak banyak membagikan semen, takutnya nanti tidak terpakai. Semen yang kami bagikan kebanyakan hanya dipakai oleh warga untuk membuat karkus (sambungan antara asbes-red),” jelasnya.

 

foto  foto

Keterangan :

  • Sejumlah 555 rumah warga mendapatkan bantuan dengan rincian 275 rumah bertempat di Pulau Harapan dan 280 rumah di Pulau Kelapa (kiri).
  • Penyerahan secara simbolis bahan bantuan berupa semen dan asbes oleh relawan Tzu Chi kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kanan).

 

Bertepatan dengan kegiatan pemberian bantuan dari Tzu Chi tersebut, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang juga datang dengan tujuan untuk memberikan bantuan berupa rehabilitasi bangunan kepada korban di 2 kelurahan tersebut. “Dari Pemda memberikan bantuan berupa rehabilitasi yang  nantinya akan disesuaikan dengan jenis kerusakan yang telah dikategorikan sebagai rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat,” kata Fauzi Bowo. Gubernur juga mengaku gembira saat mengetahui relawan Tzu Chi juga memberikan bantuan yang tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warganya. “Saya gembira karena teman-teman dari Yayasan Buddha Tzu Chi juga turut memberikan bantuan kepada korban dengan memberi apa yang mereka butuhkan, yaitu berupa asbes dan semen. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi kita,” ucapan gubernur tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para warga. “Amin….,” jawab warga bersamaan.

 

 

  
 

Artikel Terkait

Belajar Merawat Bumi Sejak Dini

Belajar Merawat Bumi Sejak Dini

25 Maret 2015
Untuk menanamkan sikap peduli pada lingkungan, maka harus kita mulai sejak dini. Dari sinilah kita dapat belajar bagaimana cara merawat, menjaganya agar bumi dapat memberikan pengaruh yang baik bagi kehidupan manusia. Untuk menanmkan sikap peduli terhadap lingkungan, Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengajak orang untuk menjaga bumi kepada anak-anak Kelas Budi Pekerti yang dilaksankan pada hari Minggu, 15 Maret 2015.
Suara Kasih : Ajaran Kebijaksanaan

Suara Kasih : Ajaran Kebijaksanaan

30 Juni 2010
Kita sungguh berterima kasih. Segala hal baik yang telah dipelajari harus kita simpan dalam hati selamanya. Kita harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan tidak membiarkan pikiran buruk masuk dan berkembang dalam hati kita.
Tantangan Yang Membuahkan Kebahagiaan

Tantangan Yang Membuahkan Kebahagiaan

27 April 2012 Minggu, 15 April 2012, siswa-siswa dari dua Kelas Budi Pekerti yang berbeda berkumpul untuk melaksanakan satu tujuan, yakni membabarkan Dharma Master Cheng Yen melalui penempelan Jing Si Yu (kata perenungan) ke komplek Riau Business Center dan Komplek Perumahan Jondul.
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -