Bantuan Darurat Letusan Gunung Sinabung

Jurnalis : Leo Samuel Salim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Leo Samuel Salim (Tzu Chi Medan)
 
 

fotoTengah malam, Gunung Sinabung yang telah nonaktif selama 400 tahun tiba-tiba memuntahkan lahar. Warga segera mengungsi.

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Tanah Karo sudah tertidur selama 400 tahun. Tetapi pada tanggal 29 Agustus 2010 sekitar pukul 00.10 WIB, Gunung Sinabung yang tertidur akhirnya terbangun juga.

Satu jam sebelumnya, warga di sekitar kaki gunung ikut terbangun karena guncangan gempa yang cukup kuat. Masyarakat berbondong-bondong keluar dari rumah mereka. Tak lama berselang, di tengah malam yang gelap, tiba-tiba terjadi letusan dan terlihat semburan lava keluar dari Gunung Sinabung. “Tiba-tiba keluar api, meledak keras. Mirip kompor gas yang meledak!” terang Sapa, salah satu pengungsi sewaktu ditanya bagaimana kronologisnya meletusnya Gunung Sinabung.

foto  foto

Ket : - Pada hari yang sama, relawan Tzu Chi Medan yang baru menyelesaikan pembagian beras di 6 titik              segera berkoordinasi dan menuju lokasi bencana. (kiri)
         - Warga yang tinggal di sekitar puncak gunung segera mengungsi ke 16 titik tempat penampungan              sementara. Mereka hanya memakai apa yang melekat di badan. (kanan)

Sapa dan keluarganya adalah sebagian dari pengungsi yang berlindung di Jambur Lige, salah satu titik penampungan pengungsi. Sewaktu terjadi letusan tersebut, Sapa dan keluarganya tidak berpikir panjang, langsung mengambil keputusan keluar dari Desa Kinayan. Mereka pun akhirnya harus menempuh perjalanan sepanjang 18 km agar dapat tiba di Jambur Lige dengan hanya memakai apa yang melekat di badan.

Pada hari yang sama, di pagi harinya, Tzu Chi Medan mengadakan pembagian sembako di 5 titik di kawasan Medan dan 1 titik di Tebing Tinggi. Setelah pembagian sembako selesai, beberapa relawan langsung mengadakan rapat darurat untuk menanggulangi bencana letusan Gunung Sinabung ini.

foto  foto

Ket: - Relawan Tzu Chi Medan berkoordinasi dengan petugas setempat serta melakukan survei untuk              mempelajari barang bantuan yang dibutuhkan warga. (kiri).
         - Sebagian bantuan telah dibawa serta dan diserahkan pada para pengungsi untuk meringankan              penderitaan mereka. (kanan)

Setelah dibentuk tim tanggap darurat, pada hari itu juga, sejumlah 16 relawan langsung menuju ke lokasi-lokasi penampungan pengungsi untuk melakukan survei. Perjalanan selama kurang lebih 3 jam pun harus ditempuh para relawan. Sembari melakukan survei, Tzu Chi Medan juga membawa beras, gula, minyak makan, selimut, masker, dan  biskuit yang langsung dibagikan kepada para pengungsi. Para pengungsi ditempatkan di 16 titik yang berbeda dan Tzu Chi Medan nantinya akan kembali memberi bantuan susulan.

  
 
 

Artikel Terkait

Internasional : Ulang Tahun ke-13 Da Ai TV

Internasional : Ulang Tahun ke-13 Da Ai TV

08 Februari 2011 Tiga belas tahun sudah terlampaui. Da Ai TV sudah mencatat banyak cerita mengenai relawan Tzu Chi dan menampilkan budaya humanis Tzu Chi, juga sudah menjadi saksi empat misi utama Tzu Chi untuk menjernihkan pikiran manusia.
Membulatkan Tekad dan Memupuk Kebijaksanaan

Membulatkan Tekad dan Memupuk Kebijaksanaan

13 November 2014 Dalam sharingnya, Ji Shou juga mengingatkan relawan bahwa Tzu Chi bukan hanya sekedar organisasi sosial, namun juga untuk kebahagiaan dan menjadi ladang pelatihan diri. Oleh karena itu, apabila kita yakin terhadap Master, kita harus membulatkan tekad mengikuti dan menjalankan ajarannya.
Berbagi Kasih Lewat 5.000 Paket Sembako

Berbagi Kasih Lewat 5.000 Paket Sembako

27 September 2022

Tzu Chi Padang bekerja sama dengan Polda Sumatera Barat membagikan 5.000 paket sembako cinta kasih kepada pengemudi ojek online, ojek pangkalan, becak motor (Bentor) serta sopir angkot.                        

Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -