Bantuan Lahir dan Batin

Jurnalis : Natalina Thomas (Tzu Chi Medan), Fotografer : Aswin Halim, Lukman (Tzu Chi Medan)
 
foto

Kebakaran terjadi sore hari dan baru padam malamnya. Api melalap hampir seluruh harta warga. Para korban terduduk, merenungkan musibah yang menimpa.

Sebanyak 112 unit rumah di Jalan S. Parman Lingkungan VII, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, habis terbakar pada Kamis sore, tanggal 4 September 2008. Kebakaran bermula pukul 15.00 WIB dan menjalar dengan cepat pada perumahan padat penduduk yang berada di bantaran Sungai Babura itu. Kondisi rumah warga yang kebanyakan berupa bangunan semipermanen berdinding papan dan berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas pemadam kebakaran, membuat api sulit dipadamkan. Pemadaman baru berhasil malam hari sekira pukul 20.00 WIB dengan bantuan 16 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Medan.

Malam harinya, insan Tzu Chi langsung mencari informasi di lokasi kebakaran dan mendapatkan data sementara dari Kepala Lingkungan VII Suryati, bahwa korban kebakaran diperkirakan berjumlah 200 KK. Setelah dilanjutkan dengan survey lokasi kebakaran pada keesokan harinya dan dilakukan pengambilan data akhir jumlah korban, baru diketahui bahwa sejumlah 172 kepala keluarga (KK) tertimpa musibah.

Baginda P. Siregar AP M.Si, Lurah Petisah Hulu menyebutkan penyebab dari kebakaran belum diketahui secara jelas dan masih diselidiki oleh kepolisian. Tidak ada korban jiwa, tetapi terdapat korban luka-luka ringan. Pada saat terjadi kebakaran, para warga sangat panik dan kelimpungan menyelamatkan jiwa dan barang-barang mereka. Ada yang ketakutan bercampur sedih, menangis dan menjerit. Sebagian besar tidak sempat menyelamatkan harta milik mereka, hanya bisa menyelamatkan diri mereka sendiri dari kobaran api.

Sehari berselang, tanggal 5 September 2008, sejak pagi Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Medan mulai dipenuhi relawan. Mereka sibuk mempersiapkan paket bahan bantuan yang akan dibagikan kepada korban. Ada biskuit, tikar, sarung, handuk, sandal, sikat gigi, pasta gigi, sabun, cangkir plastik, ember dan gayung, semuanya dimasukkan ke dalam sebuah container plastik. Sedangkan relawan bagian konsumsi bekerja keras di dapur untuk mempersiapkan makanan hangat yang akan dibagikan kepada korban.

foto  foto

Ket : - Keesokan pagi, relawan Tzu Chi Medan menyurvei lokasi kebakaran untuk mendapatkan data jumlah dan
           kebutuhan korban. (kiri)
         - Sementara, para korban ditampung di Sekolah Nasrani 1 yang terletak di seberang lokasi kebakaran.
           (kanan)

Sore harinya, 58 relawan Tzu Chi tiba pada posko kebakaran di halaman Perguruan Nasrani 1, tepat di seberang lokasi kebakaran. Sebagian relawan langsung mempersiapkan lokasi pembagian bantuan, dan sebagian lainnya masuk ke tempat penampungan sementara untuk memberi penghiburan dan pendampingan bagi warga korban yang masih trauma atas musibah tersebut.

Sekitar jam 18.30 WIB, relawan mulai membagikan makanan hangat. Dalam setengah jam, 400 kotak makanan hangat habis dibagikan. Selanjutnya dilakukan pembagian paket bantuan kepada warga korban, dengan disaksikan oleh Camat Medan Baru, Joni Halim Tarigan, Lurah Petisah Hulu, Baginda P. Siregar dan Kepala Lingkungan VII, Suryati.

Dalam sambutannya, Su Pun-wui yang mewakili Tzu Chi mengucapkan turut prihatin atas musibah kebakaran yang telah menimpa para korban, “Dengan seikhlas hati, kami bermaksud menyerahkan sekadar bantuan untuk dapat turut meringankan beban penderitaan, terdiri atas paket kebutuhan sehari-hari dan dana santunan bagi setiap KK.”

Warga antri dengan tertib, satu persatu nama kepala keluarga dipanggil untuk menerima paket bantuan. Pembagian bantuan berakhir pada jam 21.00 WIB. Sejumlah 134 KK yang menjadi korban datang mengambil bantuan.

foto  foto

Ket : - Relawan berusaha menghibur para korban, menenangkan hati mereka yang galau. (kiri)
          - Relawan menyerahkan paket bantuan kebakaran kepada 134 kepala keluarga yang kehilangan tempat
           tinggal mereka. (kanan)

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tzu Chi, karena sudah membantu warga korban kebakaran. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih dikembangkan lagi, tidak hanya pada waktu kejadian sedih saja, tetapi juga dapat menjadi program selanjutnya dalam menghibur mereka para korban,” disampaikan Lurah Petisah Hulu, Baginda P. Siregar AP MSi.

Yusnani (30 tahun), salah seorang korban menyatakan harapannya agar setiap bantuan dapat secara langsung diberikan kepada tiap keluarga, seperti yang dilakukan Tzu Chi. “Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang, hanya dapat menyelamatkan jualan suami saya dan baju yang melekat di badan saya. Terpenting adalah keluarga selamat dari kobaran api,” katanya. Sementara Wanti (61 tahun), korban lainnya menyatakan sangat berterima kasih karena Tzu Chi mau menolong selagi mereka tertimpa musibah, “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, baik secara fisik maupun batin.”

Purnawati (22 tahun), salah seorang relawan baru mengungkapkan kesannya pertama kali ikut dalam kegiatan sosial Tzu Chi, “Kegiatan ini sangat bagus, memiliki makna tersendiri tanpa membeda-bedakan agama, kita bisa berbuat kebaikan dan sosial terhadap sesama manusia serta mengurangi karma buruk kita.”

 

Artikel Terkait

Menggarap Ladang Berkah

Menggarap Ladang Berkah

24 Maret 2011 Pada tanggal 12 Maret 2011 mulai pukul 08.00 WIB, sampai selesai di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Cinta Kasih Tzu Chi dihadiri hampir 500 calon pasien dibantu sekitar 50 orang relawan Tzu Chi dari 3 He Qi: Utara, Barat, dan Selatan.
Saatnya untuk Action

Saatnya untuk Action

22 November 2019

Demi mensosialisasikan program WAVES (We Are Vegetarians and Earth Saviors), Tzu Ching kembali berkumpul di Aula Jing Si Batam pada Minggu siang, tanggal 17 November 2019. Ada sebanyak 25 orang peserta yang menghadiri sosialisasi kali ini.

Dimulainya Program Bebenah Kampung Renovasi 500 Rumah di Banyumas

Dimulainya Program Bebenah Kampung Renovasi 500 Rumah di Banyumas

23 Juni 2025

Tzu Chi Indonesia memulai Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni tahap ke-1 di Banyumas, Jawa Tengah dengan target perbaikan 500 rumah yang tidak layak huni.

Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -