Bantuan Tzu Chi untuk Korban Kebakaran di Medan Johor

Jurnalis : Liani (Tzu Chi Medan), Fotografer : Liani (Tzu Chi Medan)

Hariatno Widjaja, Ketua Tanggap Darurat Komunitas Hu Ai Titikuning Medan, bersama relawan melakukan survei ke lokasi kebakaran untuk memeriksa keadaan warga yang tertimpa musibah dan menyalurkan bantuan, didampingi oleh Kepala Lingkungan Ahmad Yusuf Saragih.

Awal tahun 2025 dimulai dengan musibah kebakaran yang menimpa empat unit rumah permanen di Jalan Brigjen Zein Hamid Gang Family, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor. Kebakaran yang terjadi pada Jumat malam, 10 Januari 2025, pukul 23.05. Api diduga berasal dari lilin yang dinyalakan di salah satu rumah. Tiba-tiba, api membesar dan dengan cepat membakar rumah-rumah warga sekitar.

Warga setempat berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air, namun upaya mereka tidak cukup untuk memadamkan api sebelum mobil pemadam kebakaran tiba. Setelah sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Mendengar kabar tentang kebakaran tersebut, Hariatno Widjaja, Ketua Tim Tanggap Darurat Komunitas Hu Ai Titikuning Medan, bersama dengan relawan Tzu Chi segera melakukan survei ke lokasi kejadian. Mereka mencari informasi terkait kondisi para korban dan memastikan bahwa mereka mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Meskipun tidak ada korban jiwa, para korban kebakaran masih dilanda trauma akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Mereka sementara waktu harus menumpang tinggal di rumah kerabatnya.

Kebakaran yang disebabkan oleh lilin yang jatuh telah menghanguskan empat unit rumah warga setempat di Jalan Brigjen Zein Hamid, Gg Family, Kelurahan Titikuning, Medan Johor.

Sebelum bantuan disalurkan, Hariatno Widjaja membacakan berita acara kegiatan sebagai bentuk perhatian untuk mereka.

Pada 13 Januari 2025, relawan Tzu Chi Medan yang tergabung dalam Komunitas Hu Ai Titikuning memberikan bantuan kepada empat kepala keluarga yang terdampak kebakaran. Bantuan yang diberikan berupa dana santunan, tikar, ember, sarung, handuk, alas kaki, perlengkapan mandi, dan barang-barang kebutuhan lainnya.

Selama survei dan penyaluran bantuan, relawan Tzu Chi didampingi oleh Ahmad Yusuf Saragih, Kepala Lingkungan 1 Titikuning Medan Johor, yang menjelaskan kronologi kebakaran tersebut. Ia menceritakan bahwa kebakaran terjadi pada pukul 23.05 WIB, dimulai dari rumah warga yang kemudian menyebar dengan cepat. Setelah api terlihat, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lingkungan dan pihak berwenang. Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari enam unit mobil, personel P2K, BPBD Kota Medan, Polsek Delitua, TNI/Babinsa, dan masyarakat akhirnya berhasil memadamkan api.

"Berkat bantuan dari berbagai pihak, api dapat dipadamkan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi sangat besar dan warga mengalami trauma akibat bencana ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Buddha Tzu Chi yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materi kepada warga kami yang tertimpa musibah. Semoga Buddha Tzu Chi semakin sukses dan terus membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran atau bencana lainnya," ungkap Ahmad Yusuf Saragih.

Asiong, salah satu korban kebakaran, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan bantuan, dan berharap amal kebajikan ini mendapat balasan dari Tuhan.

Salah satu warga yang rumahnya terbakar, Asiong, mengungkapkan perasaannya saat menerima bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Asiong yang sehari-hari berjualan minuman di dekat rumahnya kini terpaksa menumpang tinggal di rumah mertuanya setelah kebakaran meluluhlantakkan rumah dan seluruh harta bendanya.

"Saat kebakaran, saya, istri, dan kedua anak saya sudah tidur. Api berasal dari rumah tetangga dan dengan cepat membakar rumah kami. Kami terbangun karena tetangga memanggil kami untuk segera keluar. Semua barang di rumah, termasuk pakaian dan perabot, terbakar habis. Kami sangat sedih dan trauma melihat rumah kami terbakar begitu cepat. Hari ini kami mendapat bantuan dari Tzu Chi, baik dalam bentuk materi maupun pendampingan. Saya merasa sangat bersyukur dan terbantu. Semoga Tzu Chi selalu sukses dan terus memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan," tutur Asiong.

Relawan Tzu Chi memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Brigjen Zein Hamid, Gg Family, Kelurahan Titikuning, Medan Johor.

Selain menyalurkan bantuan materi, relawan Tzu Chi juga memberikan perhatian dan pendampingan kepada warga korban kebakaran. Dengan sikap yang penuh empati, bahasa yang berbudaya, dan keramahan, relawan berusaha memberikan kenyamanan dan rasa kekeluargaan kepada para korban. Momen ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga tentang memberikan dukungan moral dan semangat untuk bangkit dari musibah yang menimpa mereka.

Relawan Tzu Chi menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya berupa barang, tetapi juga perhatian, yang merupakan bentuk cinta kasih universal yang dapat dirasakan oleh semua pihak. Dengan memberikan bantuan pada saat-saat sulit, relawan Tzu Chi menunjukkan bahwa mereka adalah keluarga bagi sesama, siap membantu tanpa memandang latar belakang, sebagai wujud dari cinta kasih yang tulus.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Dukungan Bagi Korban Kebakaran di Desa Batu Timbau

Dukungan Bagi Korban Kebakaran di Desa Batu Timbau

07 Februari 2025

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Kalimantan Timur 2 Rantau Panjang dan Xie Li Kalimantan Timur 2 Jakluay) memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Desa Batu Timbau.

Bantu Korban Kebakaran di Los Angeles, Tzu Chi Indonesia Gelar Doa Bersama dan Galang Dana

Bantu Korban Kebakaran di Los Angeles, Tzu Chi Indonesia Gelar Doa Bersama dan Galang Dana

22 Januari 2025

Dalam semangat kepedulian, Tzu Chi Indonesia menggerakkan doa bersama dan penggalangan dana untuk membantu para penyintas kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Paket Bantuan Musibah Kebakaran di TPA Rawa Kucing

Paket Bantuan Musibah Kebakaran di TPA Rawa Kucing

22 Oktober 2015
Tanggal 3 Oktober 2015 telah terjadi kebakaran di TPA Rawa Kucing.  Sebanyak 106 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal mereka. Karena musibah itu TPA Rawa Kucing ditutup untuk waktu yang belum dapat ditentukan. Dengan demikian mereka yang bermata-pencaharian sebagai pemulung kehilangan sumber penghasilannya.
Lebih mudah sadar dari kesalahan yang besar; sangat sulit menghilangkan kebiasaan kecil yang buruk.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -