Bazar Vegetarian: Kekuatan Bersama

Jurnalis : Stephen Ang (He Qi Utara), Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara)
 
 

foto
Pembukaan acara Vegetarian Food Festival pada hari Minggu, 30 Juni 2013 di Basement Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk Jakarta, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Masalah di dunia tidak mampu diselesaikan oleh seorang saja. Dibutuhkan uluran tangan dan kekuatan banyak orang yang bekerja sama untuk dapat menyelesaikan masalah di dunia.” (Kata Perenungan Master Cheng Yen).

 

Saat ini, masalah pemanasan global dan berkurangnya sumber alam sudah menjadi topik pembicaraan yang cukup serius di seluruh dunia. Berbagai penelitian dan pencegahan telah dilakukan oleh para ilmuwan. Hasil riset dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) membuktikan bahwa meningkatnya sektor peternakan seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, dan unggas membawa dampak yang sangat besar. Efek gas yang dihasilkan dari peternakan yaitu metana, karbondioksida, dan nitrogen oksida berpotensi terhadap pemanasan global.

Cara yang paling sederhana adalah dengan bervegetarian, dimana cara ini mengurangi jumlah permintaan terhadap konsumsi daging. Hidup bervegetarian tidak lagi hanya demi menjalankan ajaran salah satu agama, tetapi mereka melakukannya demi alasan kesehatan. Seiring berjalannya waktu, pemikiran ini pun berkembang dengan semakin meluasnya bencana yang terjadi di seluruh dunia. Master Cheng Yen sering berkata, “Tiada waktu lagi.” Ketika salah satu dari 4 unsur alam tidak berjalan selaras, maka akan timbul bencana silih berganti. Oleh karena itu, kita semua hendaknya dapat berdoa dengan tulus, menjalankan pola hidup vegetarian dan saling bekerja sama untuk menyelamatkan bumi ini.

Berbagai sosialisasi vegetarian dan pelestarian lingkungan terus dilakukan beberapa tahun ini. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali mengadakan Vegetarian Food Festival pada hari Minggu, 30 Juni 2013 di Basement Aula Jing Si, Pantai Indah Kapuk Jakarta. Persiapan bazar dari para relawan telah dilakukan selama kurang lebih sebulan lalu. Sebanyak 139 stan mulai dari jajanan khas daerah, makanan dan minuman, kerajinan tangan yang unik, sampai barang kebutuhan sehari-hari pun memadati seluruh area bazar.

foto   foto

Keterangan :

  • Tata cara penyajian makanan yang menarik dan pelayanan yang ramah menggugah selera dari para pengunjung yang sudah bervegetarian maupun yang baru mencobanya (kiri).
  • Lusi, salah satu pengunjung yang antusias dan sangat terharu dalam kegiatan ini sedang membeli produk-produk Jing Si seperti tas dan buku karya Master Cheng Yen (kanan).

Sejak pukul 08.30 - 15.00 WIB, sekitar sepuluh ribu pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat hadir untuk mencicipi masakan vegetarian. Tata cara penyajian makanan yang menarik dan pelayanan yang ramah menggugah selera dari para pengunjung yang sudah bervegetarian maupun yang baru mencobanya. Acara pada hari itu berjalan dengan lancar dan sukses. Setiap relawan dan  penyedia stan terlihat kesungguhan hati dalam bekerja sama dan melayani para pengunjung. Dengan satu kesatuan, tercipta kekuatan bersama yang penuh dengan cinta kasih. Semua dana yang terkumpul dari bazaar ini akan digunakan untuk pembangunan gedung Tzu Chi High School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Keharmonisan Antar Umat Beragama
Di tengah ramainya para pengunjung bazar, terlihat seorang wanita muslimah yang sedang membelanjakan kupon bazarnya dengan beragam produk yang tersedia di stan. Wanita itu bernama Lusi, dan ia mengaku mendapatkan informasi acara ini dari tempatnya bekerja di Summarecon Perintis. Lusi yang pernah mengikuti kegiatan pembagian kupon beras cinta kasih Tzu Chi ini menyambut positif acara Vegetarian Food Festival. Menurutnya, selain melestarikan lingkungan dan mengajak lebih banyak orang lagi untuk bervegetarian juga sekaligus dapat berbuat amal. “Saya merasa terharu dengan Master Cheng Yen, karena Master tidak membeda-bedakan suku bangsa dan agama,” ungkap Lusi sambil terharu meneteskan air mata.

Melalui kegiatan Vegetarian Food Festival ini kita dapat melihat bahwa sesungguhnya manusia hidup saling berdampingan satu sama lain. Dengan adanya niat yang tulus dan semangat cinta kasih universal maka keharmonisan antarsesama dapat terwujud. Bersama-sama bergandengan tangan demi menjaga dan melestarikan bumi ini agar terbebas dari bencana.

  
 

Artikel Terkait

Kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama TIMA, RSKB, dan Tenaga Pendidik

Kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama TIMA, RSKB, dan Tenaga Pendidik

06 Juli 2015
“Terima kasih kepada anggota TIMA, RSKB, dan tenaga pendidik. Tak terasa sudah satu tahun berlalu sejak kita melakukan buka puasa bersama dan sangat bersyukur kita dapat melewati satau tahun dengan damai. Mudah-mudahan kita bisa melakukan hal serupa di tahun yang akan datang,” ujar Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Liu Su Mei.
Suara Kasih : Bertekad Membabarkan Dharma

Suara Kasih : Bertekad Membabarkan Dharma

29 April 2010
Sungguh banyak bencana di dunia. Mampukah kita menyelamatkan bumi ini? Saya sering berkata bahwa untuk menyelamatkan dunia, kita harus memurnikan hati manusia terlebih dulu.
Suara Kasih: Tidak Melupakan Tekad Awal

Suara Kasih: Tidak Melupakan Tekad Awal

12 Agustus 2013 Kini, simulator bus yang mereka buat sungguh menjadi saksi zaman itu. Terlebih lagi, di simulator bus itu terukir simbol kuda  yang menjadi kode bus tersebut. Ukirannya sangat bagus. Ukiran itu dibuat dari papan bergelombang  yang diambil dari posko daur ulang. Mereka sangat kreatif.
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -