KGPAA Mangkunegara X (Gusti Bhre) menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat Program Bebenah Kampung tahap ke-3. Acara serah terima ini berlangsung di Gedung Pertemuan Warga Kel. Pajang, Kec. Laweyan, Kota Surakarta.
“Bila setiap orang bersatu hati dan bergotong royong, kita baru bisa mengoptimalkan kekuatan hingga paling maksimal.”
(Kata perenungan Master Cheng Yen)
Hujan tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi Tenan Hartoyo (66). Tak ada lagi ember yang harus berjajar di lantai untuk menampung air yang menetes dari atap. Tak ada pula rasa cemas ketika hujan deras disertai angin datang menerpa rumahnya.
Kini, Tenan dapat tidur lebih nyenyak bersama istri dan anaknya. Rumah yang dahulu berdinding papan tripleks rapuh, beratapkan rangka bambu dan genteng berlubang, telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman.
“Sekarang kalau sudah dibangun seperti ini, ya Alhamdulillah, bocor tidak ada. Sudah enak, tidur tiap hari nyenyak. Biarpun hujan deras, sekarang sudah nyenyak sekali, tidak ada gangguan lagi,” ucap Tenan bahagia.
Rumah Tenan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, menjadi salah satu dari 10 rumah yang diperbaiki melalui Program Bebenah Kampung Kota Surakarta Tahap ke-3. Serah terima rumah berlangsung dalam suasana penuh syukur dan dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi serta KGPAA Mangkunegara X.
Program tahap ketiga ini sebelumnya resmi dimulai melalui kegiatan kick-off pada 18 Desember 2025 bersama Pemerintah Kota Surakarta. Setelah proses pembangunan selesai, 10 keluarga penerima manfaat kini dapat menempati rumah yang lebih layak.
Sepuluh rumah tersebut terdiri atas tujuh rumah berdasarkan rekomendasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Surakarta serta tiga rumah warga di lingkungan Mangkunegaran. Perbaikan dilakukan di Kelurahan Pajang, Mojo, Setabelan, Pucangsawit, Jebres, Ketelan, Jagalan, dan Gilingan.
Rumah yang Kembali Menjadi Tempat Pulang
Sebelum direnovasi, kondisi rumah Tenan jauh dari kata layak. Sebagian dindingnya terbuat dari papan tripleks yang telah rapuh dan sobek. Atap rumah menggunakan rangka bambu dengan genteng yang berlubang di sejumlah bagian. Lantai rumah pun masih berupa tanah.
Tenan tinggal bersama istri dan anak sulungnya dari lima bersaudara. Sehari-hari ia bekerja sebagai sopir carteran dengan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Keinginan memperbaiki rumah sebenarnya sudah ada, tetapi keterbatasan ekonomi membuatnya belum mampu mewujudkannya.

Ketua Harian Tzu Chi Sinar Mas, Tawang Sotya Djati, memberikan kunci secara simbolis kepada Topo Sukendro warga dari Kelurahan Jebres. Rumah sederhananya yang bocor di sebagian besar rumahnya telah direnovasi menjadi nyaman dan sehat untuk ditinggali oleh Topo sekeluarga.
Bagian dapur bahkan sempat ambrol. Ketika hujan turun, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru membuat Tenan dan keluarganya khawatir.
“Kalau hujan sudah menakutkan, apalagi ada angin kencang,” kenangnya.
Kini kondisi itu tinggal cerita. Rumah yang telah diperbaiki membuat Tenan dan keluarga dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang.
“Sekarang rumahnya kelihatan besar. Semua warga di sini kalau melihat ke dalam, senangnya bukan main. Atapnya kelihatan naik semua. Dulunya kan pendek,” katanya antusias.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan Tzu Chi dan Pemerintah Kota Surakarta yang telah membantu keluarganya mendapatkan rumah yang lebih layak.
Kebahagiaan serupa dirasakan Topo Sukendro (68), warga Kelurahan Jebres. Rumah Topo yang sebelumnya mengalami kebocoran di sejumlah bagian kini telah direnovasi sehingga lebih nyaman untuk ditempati.
Topo tinggal bersama istri dan kedua anaknya yang merupakan penyandang tunanetra. Ia dan istrinya bekerja sebagai penyedia jasa pijat dari rumah. Sementara itu, kedua anaknya menjadi abdi dalem sekaligus bekerja sebagai pengrawit di sanggar seni.
Rumah sederhananya yang bocor di sebagian besar rumahnya telah direnovasi menjadi nyaman dan sehat untuk ditinggali oleh Topo sekeluarga.
“Saya merasa senang, bersyukur kepada Tuhan, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarga saya. Dengan perbaikan rumah ini, kami lebih nyaman dan lebih enak untuk menjalani kehidupan sehari-hari maupun bekerja,” ungkap Topo.

Ketua Harian Tzu Chi Sinar Mas, Tawang Sotya Djati menjelaskan proses pembangunan Program Bebenah Kampung tahap ke-3 yang terdiri dari 10 unit rumah yang telah dibedah kepada Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
Membangun Rumah, Menumbuhkan Kepercayaan
Program Bebenah Kampung Kota Surakarta ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sinar Mas, dan Pemerintah Kota Surakarta yang telah terjalin sejak 2023.
Hingga tahap ketiga, kolaborasi tersebut sudah memperbaiki 30 unit rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Kota Surakarta. Tahap pertama pada 2023 memperbaiki 10 unit rumah di Kelurahan Joglo dan Jebres. Setahun kemudian, tahap kedua memperbaiki 10 unit rumah di Kelurahan Pajang, Semanggi, Panularan, Bumi, Pucangsawit, dan Jagalan.
Pada tahap ketiga, 3 unit rumah warga di lingkungan Mangkunegaran juga turut mendapatkan bantuan. Hal ini menjadi bagian dari sinergi antara Yayasan Tzu Chi, Pemerintah Kota Surakarta, dan Mangkunegaran dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kualitas pembangunan rumah yang diberikan sangat baik dan menjadi berkah bagi warga penerima manfaat.
“Atas nama warga Surakarta, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan Sinar Mas Cabang Surakarta atas bantuan baiknya. Tentu ini berkah untuk penerima bantuan dan kualitas bangunannya luar biasa,” ujar Respati.

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas melihat kondisi rumah Suyitno yang kini telah selesai di bangun.
KGPAA Mangkunegara X atau yang akrab disapa Gusti Bhre juga menyampaikan kebahagiaannya atas selesainya Program Bebenah Kampung Tahap ke-3. Tiga keluarga abdi dalem Mangkunegaran menjadi bagian dari penerima manfaat program ini.
“Senang sekali. Saya rasa kita hidup itu harus bisa membuat dunia menjadi lebih baik. Hari ini menurut saya bukan hanya sekadar membangun rumah, tetapi membangun rasa kepercayaan bahwa dalam hidup kita saling mendukung dan mengangkat satu sama lain,” tutur Gusti Bhre.
Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama beberapa tahun antara Tzu Chi, Pemerintah Kota Surakarta, dan Mangkunegaran menunjukkan bahwa kepedulian dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Rumah yang layak bukan sekadar bangunan dengan dinding kokoh dan atap yang tidak lagi bocor. Di dalamnya tumbuh rasa aman, kenyamanan, kesehatan, serta harapan sebuah keluarga untuk menatap masa depan.

Kondisi rumah Tenan Hartoyo dan istri warga Kelurahan Mojo sebelum dibangun dan sesudah dibangun Kembali dengan bersih, sehat, dan nyaman untuk di huni.
Melalui Program Bebenah Kampung, perbaikan rumah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang terdata sebagai penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), melalui kerja sama relawan Tzu Chi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Surakarta.
Bagi Tenan, perubahan itu kini benar-benar terasa. Ia tidak lagi harus menunggu hujan reda untuk tidur dengan tenang. Bagi Topo dan keluarganya, rumah yang lebih nyaman memberi ruang untuk menjalani kehidupan dan bekerja dengan lebih baik.
Sebab ketika sebuah rumah dibenahi, yang sesungguhnya ikut dibangun bukan hanya dinding dan atapnya, tetapi juga rasa aman, martabat, dan harapan orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Editor: Anand Yahya