Bekal Bijak Menyongsong Masa Depan: Pembinaan Penerima Beasiswa Tzu Chi Medan

Jurnalis : Ardi Wijaya, Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan), Fotografer : Nuraini Loris (Tzu Chi Medan)

Foto bersama antara relawan Tzu Chi dan para penerima beasiswa usai kegiatan pembekalan.

Minggu, 29 Juni 2025, relawan Tzu Chi Medan dari Komunitas He Qi Cemara dengan semangat tiba lebih pagi di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Komplek Cemara Asri, Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka hadir untuk menyambut kedatangan 29 siswa dan siswi penerima beasiswa Tzu Chi yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat SLTA dan akan melanjutkan ke jenjang universitas atau memasuki dunia kerja.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan kembali tentang Yayasan Buddha Tzu Chi yang didirikan oleh seorang Bhiksuni Master Cheng Yen di Hualien, Taiwan. Relawan Siswanto Tam kemudian menyampaikan materi penting mengenai bahaya iklan judi online dan pinjaman online ilegal yang marak muncul di perangkat digital.

Relawan Siswanto Tam saat menyampaikan materi tentang kewaspadaan terhadap bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.

Shinta memberikan pemaparan mengenai tiga kunci sukses, yaitu pola pikir (mindset), sikap (attitude), dan strategi hidup yang tepat.

Siswanto menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan gawai. “Ketika menggunakan gawai, kita harus lebih teliti dan bijak agar tidak tergiur oleh iklan pinjaman online maupun judi online. Tidak sedikit kehidupan yang rusak karena dua hal ini,” ungkapnya dalam sesi berbagi.

Siswanto juga mengungkapkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa ada 6.348 anak muda menjadi korban pinjaman online ilegal, sementara 80.000 lainnya terjerumus dalam judi online. Melihat fenomena tersebut, para relawan mengingatkan para remaja penerima beasiswa agar menggunakan gawai secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga diajak untuk mempergakan bahasa isyarat tangan yang berjudul Satu Keluarga. Mereka mengikuti gerakan tangan dengan indah dan penuh sukacita. Suasana menjadi semakin hangat saat relawan Shinta memandu sebuah permainan yang bertujuan untuk melatih kreativitas, keberanian berkomunikasi, serta mendorong kemandirian para peserta. Shinta juga membekali mereka dengan tiga kunci penting untuk meraih kesuksesan, yaitu memiliki pemikiran yang positif, perilaku yang baik, serta strategi hidup yang tepat.

Ardi Wijaya mengingatkan kembali sosok pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Master Cheng Yen, kepada para penerima beasiswa Tzu Chi.

Ardi Wijaya, koordinator acara gathering ini, berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kewaspadaan dan ketelitian dalam menghadapi tantangan dunia digital, khususnya terkait pinjaman dan judi online. Ia juga mendorong para siswa untuk menerapkan pola pikir, perilaku, dan strategi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya doakan semoga semua penerima beasiswa Tzu Chi ke depannya menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa,” ujar Ardi dengan penuh semangat.

Michael Agustinus Rumapea, salah satu penerima beasiswa, memberikan tanggapan positif adanya kegiatan pertemuan para siswa-siswi yang memberikan materi tentang kewaspadaan terhadap judi online.

Salah satu peserta, Michael Agustinus Rumapea, penerima beasiswa Tzu Chi sejak duduk di bangku kelas 1 SMA hingga lulus. Ia mengaku pertemuan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan para remaja.

“Pinjaman online ilegal dan judi online sangat berbahaya dan harus dijauhkan dari kehidupan sehari-hari,” tutur Michael. Saat ini, Michael sudah bekerja untuk membantu ekonomi keluarganya, namun ia tetap bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi demi meraih pekerjaan yang lebih baik dan sesuai impiannya.

Para penerima beasiswa Tzu Chi menerima cendera mata dari pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan di Komplek Cemara Asri.

Menjelang penutupan acara, relawan misi amal dari Komunitas Petisah, Dolivien, turut memberikan pesan dan motivasi kepada para peserta. “Murid-murid penerima beasiswa Tzu Chi bukan hanya sekadar penerima bantuan. Karena kalian memiliki jalinan jodoh dengan Master Cheng Yen, melalui welas asih beliau, kalian bisa mendapatkan pendidikan yang layak hingga tamat SMA. Jangan lupa untuk selalu berbakti kepada orang tua dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” pesan Dolivien menutup kegiatan penuh makna tersebut.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Survei Penerima Beasiswa Karir di NTT

Survei Penerima Beasiswa Karir di NTT

06 Agustus 2014 Sejak tanggal 1 Agustus 2014, sebanyak 4 relawan Tzu Chi Jakarta bertolak menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk melakukan survei langsung ke rumah-rumah penerima beasiswa karir Tzu Chi yang nanti akan menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint. Carolus, Jakarta.
Belajar Sambil Bermain, Anak-Anak Beasiswa Tzu Chi Medan Temukan Makna Kepedulian Akan Alam

Belajar Sambil Bermain, Anak-Anak Beasiswa Tzu Chi Medan Temukan Makna Kepedulian Akan Alam

14 Oktober 2025

Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan belajar di alam terbuka bagi para penerima beasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai kesehatan, cinta lingkungan, dan rasa syukur.

Dapat IPK Sempurna, Inilah Motivasi Novrin

Dapat IPK Sempurna, Inilah Motivasi Novrin

25 Oktober 2016
Namanya Novrin Sensela Putri, mahasiswi penerima beasiswa Tzu Chi yang kini menempuh pendidikan keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Jakarta. Prestasinya mengagumkan, ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)4,0. Namun bagi Novrin, IPK yang sempurna bukanlah tujuan utama. Ada hal yang lebih penting dari itu.
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -