Belahan Hati Mama Yang Kini Aktif dan Ceria

Jurnalis : Arimami Suryo A, Fotografer : Arimami Suryo A, dok. Tzu Chi Indonesia

Celine begitu ceria saat mewarnai gambar bersama Ratna, relawan Tzu Chi Tangerang yang mengunjungi rumahnya di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Setelah empat tahun lebih pascaoperasi transplantasi hati kini Celine tampak sehat dan aktif.

Eleanor Graceline Yure (6) atau yang akrab disapa Celine kini tampak sangat sehat. Meskipun awalnya sempat malu-malu, perlahan-lahan Celine mau berinteraksi dan mewarnai gambar bersama saat relawan Tzu Chi mengunjungi rumahnya di wilayah Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Celine merupakan salah satu Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) yang melakukan transplantasi hati di usianya yang masih seumur jagung. Semenjak lahir, Celine menderita atresia bilier, yaitu kelainan bawaan lahir di mana saluran empedu tidak terbentuk sempurna, sehingga bilirubin atau zat kekuningan dalam darah menumpuk di hati yang menyebabkan kerusakan hati.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan, akhirnya diputuskan untuk operasi transplantasi hati Celine dengan pendonor ibunya sendiri, Theresia Emeret Christianingrum. Operasi ini dilakukan pada 13 Oktober 2021 lalu di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Operasi transplantasi hati pun berjalan sukses dengan mengambil sepertiga bagian hati Theresia untuk dicangkok ke hati anaknya. Selama pemulihan, kondisi keduanya perlahan membaik, tetapi Celine seterusnya harus tetap meminum obat imunosupresan (obat agar tidak terjadi rejeksi atau penolakan pada bagian yang dicangkok).

Kondisi Celine saat dikunjungi relawan Tzu Chi pada bulan Juni 2021 (sebelum operasi). Tampak kulit dan mata Celine menguning karena kondisi atresia bilier yang diidapnya sejak lahir.

Empat tahun lebih pascaoperasi, organ hati Celine hasil transplantasi hingga saat ini berfungsi dengan baik. Hal ini terlihat dari fisik luar Celine yang berbeda dengan yang dulu. Kulit dan matanya kini tak lagi berwarna kekuningan, tetapi tampak normal seperti anak yang sehat. Saat dikunjungi relawan, Celine pun tampak aktif bermain seperti anak-anak lainnya.

“Melihat perjalanan Celine dari 2020 sampai sekarang itu luar biasa ya. Hampir enam tahun dari awal pulang pergi ke rumah sakit, cek lab, screening, operasi, dan lain-lain sampai sekarang sehat begini, apalagi dia pintar sekolahnya, luar biasa saya melihatnya,” ungkap Ratna, salah satu relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang.

Perjuangan Theresia untuk buah hatinya hingga sehat seperti saat ini tentu berkat dukungan dari banyak pihak. Ia pun tak menampik bahwa Tzu Chi Indonesia juga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kesembuhan Celine dari atresia bilier.

“Melihat Celine sekarang sangat senang, karena trasplantasi berhasil. Hati saya yang tertanam juga berkembang baik dalam tubuhnya, jadi dia bisa mengejar ketertinggalan selama ini. Dan tentunya peran Tzu Chi sangat berdampak besar sekali, sangat-sangat membantu kami. Relawan juga terus mengupdate kondisi kami sekeluarga, tanya kabar, dan kondisi Celine. Bahkan sampai sekarang pun kami masih dibantu Tzu Chi,” kata Theresia.

Pascaoperasi transplantasi hati, tumbuh kembang Celine meningkat perlahan-lahan. Theresia Emeret Christianingrum, ibu dari Celin juga dengan sabar mendampingi buah hatinya yang gemar membaca, menulis, dan menggambar.

Melepas Untuk yang Membutuhkan
Sebelumnya untuk menunjang pengobatan Celine, Theresia mencari bantuan hingga ada yang menyarankan ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Setelah mengajukan berkas permohonan bantuan dan disurvei oleh relawan Tzu Chi, Celine pun dibantu Tzu Chi Indonesia sejak Desember 2020. Bantuan yang diberikan berupa biaya pengobatan yang tidak di-cover BPJS dan susu pregistimil. Setelah masuk usia satu tahun, susu Celine juga diganti dengan susu Peptamen Junior untuk mendukung tumbuh kembangnya.

“Waktu itu karena memang sedang pandemi Covid-19 dan sangat berdampak sekali dengan kondisi perekonomian keluarga. Terlebih kami melahirkan anak juga dengan kondisi khusus yang mana untuk biaya susu, medis, dan sampai harus transplan itu membutuhkan biaya yang sangat besar,” kenang Theresia.

Dengan wajah yang menggemaskan, Celine menunjukkan sertifikat keberhasilan operasi transplantasi hati dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Kondisi kesehatan Celine yang berangsur-angsur membaik pascaoperasi transplantasi hati, juga berdampak pula dengan kondisi perekonomian orangtuanya yang perlahan-lahan ikut membaik. Setelah berdiskusi bersama keluarga, Theresia pun berniat untuk untuk menghentikan bantuan yang diberikan Tzu Chi Indonesia selama hampir enam tahun.

“Puji Tuhan, perekonomian kami sekarang sudah membaik dibanding sebelumnya. Jadi kami berencana menghentikan bantuan yang diberikan Tzu Chi. Jadi apa yang diberikan Tzu Chi untuk Celine bisa dialokasikan untuk orang lain yang lebih membutuhkan,” ucap Theresia.

Tak lupa Theresia juga mengucapkan terima kasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia karena telah membersamai dan membantu Celine dari sebelum operasi hingga sehat seperti saat ini. “Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih, karena dari Tzu Chi selalu mensupport kami. Tidak hanya secara materil, tetapi juga menjadi support system. Jadi kami sampai di posisi ini salah satu perannya ya dari Tzu Chi,” kata Theresia bersukacita.

Relawan Tzu Chi Tangerang mengunjungi Celine dan keluarga untuk melihat tumbuh kembang dan kondisi kesehatannya setelah empat tahun lebih pascaoperasi transplantasi hati.

Ratna, yang hari itu (Minggu, 3 Mei 2026) melakukan kunjungan kasih ke rumah Celine bersama tiga relawan Tzu Chi Tangerang lainnya juga berharap agar Celine terus bertumbuh kembang dengan baik. “Harapan saya untuk Celine ya harus juara terus sekolahnya karena dia punya banyak piala. Semoga sehat terus dan tumbuh kembangnya juga baik,” ungkapnya.

Ia juga sangat bersuka cita mendengar orang tua Celine mau menghentikan bantuan yang diberikan Tzu Chi Indonesia karena kondisi perekonomian sudah mulai membaik. “Saya mendengar orang tua Celine bilang mau bantuan tersebut diberikan kepada yang lebih membutuhkan merasa itu hal yang luar biasa. Karena tidak semua orang bisa berpikir seperti itu, ketika kita sudah merasa cukup, bisa melepas bantuan untuk yang lebih membutuhkan,” jelas Ratna di akhir kunjungan kasih.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bantuan Berkelanjutan untuk Keluarga Hartono

Bantuan Berkelanjutan untuk Keluarga Hartono

07 Juni 2024

Bantuan untuk keluarga Hartono terus berlanjut, dari bantuan biaya transportasi pengobatan, juga alat kesehatan pascaoperasi. Selain itu juga ada bantuan biaya hidup dan pendidikan.

Kunjungan Kasih dalam Misi Cinta Kasih Tanpa Batas

Kunjungan Kasih dalam Misi Cinta Kasih Tanpa Batas

07 Mei 2025

Relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun melaksanakan kunjungan kasih ke Pulau Tanjung Batu Kota untuk menyalurkan bantuan sekaligus mempererat tali kasih dengan 12 Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi).

Bantuan Tzu Chi Menguatkan Langkah Supriatna dan Keluarga

Bantuan Tzu Chi Menguatkan Langkah Supriatna dan Keluarga

06 Mei 2026

Kehilangan penglihatan akibat Sindrom Stevens-Johnson tidak menghentikan langkah Supriatna. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia terus berjuang demi anak-anaknya, sementara bantuan dari Tzu Chi menjadi penguat harapan dalam hidupnya.

Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -