Belajar Budaya Humanis di Aula Jing Si

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya
 

fotoDi gedung Tzu Chi School, Ji Yu (Ketua Tzu Chi Singapura) melihat para seniman bangunan yang sedang melapisi permukaan dinding dengan batu sikat.

Loo Leong Teck bersama 13 orang konsultan proyek pembangunan Aula Jing Si Kuala Lumpur Malaysia terkejut melihat pembangunan gedung Aula Jing Si Tzu Chi Indonesia yang besar dan megah. Kedatangan relawan Tzu Chi Kuala Lumpur dan para konsultan ini didampingi oleh K etua Tzu Chi Singapura Ji Yu . Mereka datang ke Indonesia untuk melihat proyek pembangunan Aula Jing Si Indonesia, sekaligus melakukan studi banding dengan para konsultan Aula Jing Si Indonesia.

Kedatangan para relawan Tzu Chi Kuala Lumpur ini disambut oleh relawan Tim Budaya Humanis Tzu Chi Indonesia di proyek pembangunan Aula Jing Si. Rombongan yang datang terdiri dari konsultan, arsitek, konstruksi sipil , dan mekanik.

Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma bersama relawan Tim Budaya Humanis pembangunan Aula Jing Si dengan antusias mengajak rombongan untuk melihat lokasi proyek. Mereka berjalan dari sisi depan Aula Jing Si dan masuk ke dalam gedung. Di dalam, rombongan melihat material-material yang digunakan, seperti genteng, keramik, dan konstruksi tiang-tiang bangunan.

Para rombongan berkesempatan melihat bagian gedung lantai per lantai dan mengamati material yang digunakan. Di samping itu, Direktur Pulau Intan (kontraktor yang mengerjakan pembangunan Aula Jing Si) Ben Susanto dan arsitek pembangunan Aula Jing Si, Henry Pang ikut menjelaskan desain bagian-bagian bangunan dari sisi konstruksi dan bahan material bangunan yang ramah lingkungan.

foto  foto

Keterangan :

  • Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma mendampingi Ji Yu Shixiong berjalan menyusuri pelataran lorong sekolah yang temboknya sudah dilapisi dengan batu sikat. (kiri)
  • Ji Yu terkesan dengan dinding seluruh bangunan yang dilapisi batu sikat seperti di Hualien, Taiwan dan dikerjakan dengan rapi dan bersih sesuai budaya humanis Tzu Chi. (kanan)

Dari Aula Jing Si rombongan langsung menuju gedung Tzu Chi School yang terletak di sisi kanan gedung A ula Jing Si. Tembok bangunan sekolah itu sudah hampir selesai dilapisi batu sikat seperti bangunan Tzu Chi Taiwan. Ji Yu Shixiong dengan serius mengamati beberapa seniman bangunan (pekerja) yang sedang memasang batu sikat di bagian gedung sekolah.

Loo Leong Teck manyampaikan kekagumannya terhadap relawan Tzu Chi Indonesia yang bertugas mendampingi pembangunan proyek Aula Jing Si. "Pertama, saya sangat terkejut melihat pembangunan gedung Aula Jing Si ini begitu besar," ujarnya, "kita datang ke Indonesia dengan maksud belajar budaya humanis dengan relawan pendamping di Aula Jing Si. Tadi saya lihat di lokasi proyek sangat bersih dan safety first sangat utama di sini."

foto  foto

Keterangan :

  • Para konsultan Malaysia berbicara serius dengan tim proyek Tzu Chi Indonesia membicarakan tentang konstruksi dan material bangunan yang digunakan. (kiri)
  • Di depan gedung Tzu Chi School, Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma mengucapkan rasa syukur kepada rombongan Tzu Chi Malaysia karena dapat berbagi pengalaman dengan mereka. (kanan)

Loo Leong Teck juga mengatakan bahwa Tzu Chi Kula Lumpur juga sedang membangun Aula Jing Si, untuk itu mereka datang untuk melihat dan belajar dari proyek pembangunan Aula Jing Si di Indonesia. "Saya sangat terkesan dengan para komite Tzu Chi yang mendampingi pembangunan Aula Jing Si ini, mereka penuh rasa syukur dan mempunyai rasa kebersamaan yang kuat," ungkapnya.

Indonesia menjadi pilihan untuk studi banding para konsultan dari Kula Lumpur ini karena lokasinya yang dekat. Selain itu banyak kesamaan budaya antara Indonesia dengan Malaysia. Sebelumnya relawan Tzu Chi Kuala Lumpur ini juga sudah mengunjungi Aula Jing Si di Hualien, Taiwan untuk mempelajari filosofi bangunan Aula Jing Si.

  
 

Artikel Terkait

Merangkul Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

Merangkul Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

23 Maret 2021

Setiap 2 bulan sekali, komunitas Hu Ai 1 Batam akan menyelengkarangan kegiatan daur ulang di Posko Tzu Chi Batam. Kegiatan Daur Ulang tidak hanya dapat mengurangsi polusi lingkungan, tapi juga sebuah kesempatan merangkul lebih banyak Bodhisatwa Pelestarian Lingkungan.

Galang Dana untuk 3000 Rumah Korban Gempa Di Palu Dan Lombok

Galang Dana untuk 3000 Rumah Korban Gempa Di Palu Dan Lombok

29 Oktober 2018

Tzu Chi Medan melakukan kegiatan penggalangan dana untuk korban terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu dan Lombok. Penggalangan dana ini untuk memulihkan kondisi para korban dengan membangun 3.000 rumah di dua lokasi tersebut.

Kursi Roda untuk Inau

Kursi Roda untuk Inau

08 September 2022

Inau, seorang ibu berusia 76 tahun mendapatkan bantuan kursi roda dari relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Kalimantan Tengah 1 Kebun Tasik Mas. Bantuan ini diharapkan bisa membantu aktivitas Inau sehari-hari.

Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -