Belajar Mencintai Bumi melalui Eco Enzyme

Jurnalis : The hany, Triana Putri (He Qi Jakarta Utara 3), Fotografer : Rini (He Qi Jakarta Utara 3)
Junny Leong (sergam biru-putih), relawan Tzu Chi, bersama relawan lainnya memandu salah satu warga mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme dari limbah organik.

Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai sejak usia dini melalui kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme, cairan hasil fermentasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus dapat digunakan sebagai pembersih alami.

Pada Sabtu, 18 Juli 2026, Relawan Misi Pendidikan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Utara 3 mengadakan Kelas Budi Pekerti di Rusun Muara Angke yang diikuti oleh 25 anak beserta orang tua. Mengusung tema "Pelestarian Lingkungan dengan Mengolah Sampah Organik", kegiatan ini bertujuan mengenalkan perbedaan sampah organik dan nonorganik sekaligus mengajarkan cara mengolah limbah organik menjadi Eco Enzyme. Melalui pembelajaran ini, peserta diajak membangun kebiasaan hidup bersih, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Suasana kelas diawali dengan lagu "A Ram Sam Sam" yang dipadukan dengan gerakan-gerakan ceria. Tawa dan semangat anak-anak memenuhi ruangan saat mereka mengikuti setiap gerakan, bahkan semakin antusias ketika irama lagu dipercepat.

Anak-anak dan para orang tua tampak antusias mengikuti praktik pembuatan Eco Enzyme sebagai upaya mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kemudian, Ritawati selaku koordinator kegiatan, mengajak anak-anak mengenal perbedaan antara sampah organik dan nonorganik melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setelah memahami jenis-jenis sampah, pembelajaran dilanjutkan oleh Junny Leong yang mempraktikkan cara mengolah kulit buah-buahan menjadi Eco Enzyme. Anak-anak bersama para orang tua mengikuti setiap tahap pembuatannya dengan penuh antusias, mulai dari menyiapkan bahan, mencampurkan komposisi yang tepat, hingga memahami proses fermentasi dan manfaat Eco Enzyme bagi lingkungan.

Melihat semangat para peserta, Junny Leong mengaku bersyukur dapat berbagi pengetahuan mengenai pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme.

"Saya sangat senang melihat antusiasme anak-anak dan orang tua. Harapannya, ilmu yang dipelajari hari ini tidak berhenti di kelas saja, tetapi dapat dipraktikkan di rumah sehingga memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan," ujar Junny.

Andrew (seragam abu-putih), relawan Tzu Chi, mengajak anak-anak belajar memilah sampah organik dan nonorganik melalui permainan klasifikasi menggunakan kartu bergambar, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan permainan klasifikasi sampah yang dipandu oleh Andrew. Melalui kartu bergambar berbagai jenis sampah, anak-anak diminta memilah mana yang termasuk sampah organik dan nonorganik. Suasana belajar pun menjadi semakin interaktif karena mereka berlomba menempatkan kartu pada tempat sampah yang sesuai.

Materi yang diberikan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Wilda Safira (16), siswi kelas 11 jurusan Desain Arsitektur di SMKN 35 Jakarta, mengaku telah mengikuti Kelas Budi Pekerti sejak berusia empat tahun.

"Saya sudah ikut Kelas Budi Pekerti sejak umur empat tahun sampai sekarang. Saya senang karena setiap pertemuan selalu mendapat ilmu baru. Hari ini saya belajar membuat Eco Enzyme yang ternyata sangat bermanfaat untuk lingkungan dan juga bisa digunakan sebagai pembersih alami di rumah," ujar Wilda.

Sebanyak 25 anak dengan sukacita menyerahkan celengan beras yang telah mereka kumpulkan untuk dibagikan kepada warga Rusun Muara Angke yang membutuhkan, sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

Tak hanya anak-anak, para orang tua pun merasakan manfaat dari pembelajaran tersebut. Ibu Ade, Ketua RT 08, yang putranya Rendi (13) yang juga telah mengikuti Kelas Budi Pekerti sejak usia empat tahun, mengungkapkan rasa syukurnya.

"Saya sangat senang dengan adanya Kelas Budi Pekerti di Rusun Muara Angke karena memberikan kegiatan yang positif bagi anak-anak. Hari ini kami belajar membuat Eco Enzyme yang bisa dimanfaatkan sebagai pembersih alami dan memiliki banyak kegunaan lainnya. Saya ingin mempraktikkan cara pembuatannya dan membagikan pengetahuan ini kepada warga di lingkungan sekitar," tutur Ibu Ade.

Seluruh rangkaian kegiatan mengajarkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti memilah sampah dengan benar dan mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sejalan dengan semangat tersebut, Master Cheng Yen mengingatkan, "Gunakan kedua tangan untuk melestarikan lingkungan." Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan akan memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi.

Andrew membantu membagikan beras hasil celengan beras kepada warga Rusun Muara Angke sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Setelah sesi pembelajaran berakhir, anak-anak dengan sukacita mengumpulkan celengan beras yang telah mereka bawa. Beras tersebut kemudian dibagikan kepada warga rusun yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Kelas Budi Pekerti hari itu menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak-anak belajar mencintai bumi sekaligus peduli terhadap sesama, mereka sedang menanam benih-benih kebajikan yang kelak akan tumbuh menjadi tindakan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Ediotr: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Lestari Lingkunganku Dengan Eco Enzyme

Lestari Lingkunganku Dengan Eco Enzyme

07 Juni 2021

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni, relawan Tzu Chi di Xie Li Cikarang melakukan penuangan eco enzyme ke Danau Vassa.

Menyambut Hari Bumi dengan Penuangan Eco Enzyme

Menyambut Hari Bumi dengan Penuangan Eco Enzyme

19 April 2021

Menyambut Hari Bumi yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 22 April, relawan Tzu Chi pada Jumat siang, 16 April 2021 menuangkan cairan eco enzyme ke danau Tzu Chi Hospital.

Tzu Chi Ikut Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzyme di Kemenko PMK

Tzu Chi Ikut Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzyme di Kemenko PMK

05 September 2023

Tzu Chi Indonesia menjadi salah satu pengisi demonstrasi pembuatan eco enzyme dalam acara yang digagas Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). 

Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -